GEBRAK.ID, NEW YORK – Bagi sebagian besar penggemar sepak bola, menonton seluruh pertandingan Piala Dunia mungkin hanya sebatas impian. Namun bagi Kevin Akoto dan Austin Franklin, hobi tersebut justru berubah menjadi pekerjaan bergaji fantastis.
Kedua pria asal Amerika Serikat (AS) itu menerima bayaran sebesar 50.000 dolar AS atau sekitar Rp895 juta untuk satu tugas yang terdengar sederhana: menyaksikan seluruh 104 pertandingan Piala Dunia 2026.
Meski terdengar seperti pekerjaan impian, kenyataannya tugas tersebut jauh lebih melelahkan daripada yang dibayangkan. Kevin dan Austin harus mengikuti seluruh pertandingan sejak fase grup hingga final sambil membuat berbagai konten digital bagi para penggemar sepak bola.
Dilansir dari BBC, Minggu (28/6/2026), keduanya terpilih sebagai "Chief World Cup Watchers" dalam program yang digelar layanan streaming Fox One setelah berhasil mengalahkan ribuan pelamar dari berbagai daerah di Amerika Serikat.
Kevin, yang sehari-hari bekerja sebagai juru masak di Florida, dan Austin, seorang kreator konten asal Philadelphia, kini menjalani rutinitas padat di sebuah bilik kaca yang berdiri di kawasan ikonik Times Square, New York.
Bilik transparan itu menjadi perhatian wisatawan karena dilengkapi berbagai fasilitas layaknya ruang santai modern. Di dalamnya terdapat sofa kulit, kursi santai, dua televisi layar lebar, hingga meja permainan foosball yang membuat suasana menonton terasa nyaman.
"Ini seperti impian semua anak muda umur 20-an. Kalau bisa memasukkan apa saja ke sini, barang-barang inilah yang akan kamu pilih sebagai pencinta bola," ujar Kevin kepada BBC.
Namun, kenyamanan fasilitas tidak menghilangkan tantangan utama yang mereka hadapi. Jadwal pertandingan yang sangat padat membuat keduanya harus menjaga kondisi fisik agar tetap bugar selama berminggu-minggu.
"Saya sempat kelelahan, Austin juga sedikit kelelahan, jadi kami harus belajar untuk terus mengimbangi semua jadwal yang ada," kata Kevin.
Austin mengibaratkan pengalaman tersebut seperti mengikuti perkemahan musim panas yang berlangsung tanpa jeda. Meski pekerjaannya hanya duduk di depan televisi, ia mengaku tubuh tetap membutuhkan waktu istirahat yang cukup.
"Ini benar-benar maraton. Pekerjaannya lumayan mudah, saya cuma duduk di sofa menonton bola, tapi ternyata cukup melelahkan dan saya harus memastikan bisa tidur delapan jam saat ada waktu," ujar Austin.
Beruntung, setelah jadwal siaran selesai setiap hari, mereka diperbolehkan pulang ke tempat tinggal masing-masing sehingga bisa memulihkan tenaga sebelum kembali bertugas keesokan harinya.
Selama menjalani pekerjaan unik tersebut, Kevin dan Austin berkesempatan menyaksikan langsung sejumlah momen bersejarah di Piala Dunia 2026. Salah satunya ketika Lionel Messi mencetak gol yang memecahkan rekor sepanjang sejarah turnamen saat mereka tengah menikmati hidangan barbeku khas Argentina.
Tak hanya itu, mereka juga dimanjakan dengan aneka makanan tradisional dari negara-negara yang sedang bertanding. Pengalaman tersebut membuat pekerjaan mereka bukan sekadar menonton sepak bola, tetapi juga menikmati keberagaman budaya dari seluruh dunia.
Interaksi dengan ribuan suporter yang memadati Times Square menjadi pengalaman paling berkesan. Mulai dari pendukung Brasil yang memenuhi kawasan wisata tersebut hingga suporter Norwegia yang memperagakan selebrasi dayung Viking, semuanya menjadi bagian dari kemeriahan Piala Dunia.
Austin mengaku terkadang lupa bahwa dirinya sedang menjadi tontonan publik.
"Bagian paling aneh adalah betapa seringnya saya lupa kalau saya sedang berada di Times Square dan ditonton orang banyak. Saya bisa fokus menonton pertandingan selama 10 atau 15 menit, lalu saat menoleh, saya melihat Kevin dan semua orang yang berjalan-jalan di Times Square," ungkap Austin.
Soal prediksi juara, Kevin menjagokan Spanyol untuk mengangkat trofi Piala Dunia, meski ia tetap mendukung Amerika Serikat dan Ghana karena memiliki kedekatan emosional dengan kedua negara tersebut.
Sementara Austin memilih mendukung Norwegia. Menurutnya, permainan tim Skandinavia itu semakin berkembang dan memiliki peluang menciptakan kejutan, terutama berkat ketajaman striker Manchester City, Erling Haaland.
"Menurut saya terlalu biasa kalau memilih Spanyol atau Prancis. Saya rasa Norwegia sudah sangat dekat dengan level itu. Jika keberuntungan berpihak kepada mereka, saya yakin mereka bisa menjadi juara," kata Austin.
Meski banyak orang menganggap pekerjaan tersebut sebagai impian, tidak semua pengunjung Times Square memiliki pandangan yang sama. Sebagian menganggap menonton seluruh pertandingan tanpa henti justru bisa menjadi pengalaman yang melelahkan dan mengurangi keseruan menikmati Piala Dunia bersama keluarga atau teman.
Namun, ada pula yang mengaku iri dengan keberuntungan Kevin dan Austin.
"Apa? Ini bahkan lebih baik daripada datang langsung ke stadion. Dibayar untuk menonton Piala Dunia? Itu gila, benar-benar gila," ujar Miguel Sanchez, salah seorang pengunjung yang ditemui BBC.
Kisah Kevin dan Austin menjadi bukti bahwa di era ekonomi digital, kecintaan terhadap olahraga pun bisa berkembang menjadi profesi yang menghasilkan pendapatan fantastis. Bagi dua pencinta sepak bola itu, Piala Dunia 2026 bukan sekadar tontonan, melainkan pekerjaan impian yang mungkin hanya datang sekali seumur hidup.
(Sumber: BBC Indonesia)
