Kemendikdasmen Bidik 11 Medali di MTQ KORPRI Nasional 2026, Seleksi Kafilah Resmi Ditutup

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi menutup Seleksi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) tingkat kementerian tahun 2026. Penutupan seleksi digelar di Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemendikdasmen, Depok, Jawa Barat, Kamis (18/6/2026). (Foto: Humas Kemendikdamen)
Editor: Devona R

GEBRAK.ID, DEPOK – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi menutup Seleksi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) tingkat kementerian tahun 2026. Ajang tersebut menjadi langkah awal dalam menentukan para peserta terbaik yang akan memperkuat kafilah Kemendikdasmen pada MTQ KORPRI Tingkat Nasional VII di Makassar, Sulawesi Selatan, Agustus 2026.

Penutupan seleksi digelar di Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemendikdasmen, Depok, Jawa Barat, Kamis (18/6/2026). Para juara dari berbagai cabang lomba dipastikan akan mewakili kementerian pada kompetisi tingkat nasional yang berlangsung pada 23–30 Agustus mendatang.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kemendikdasmen, Hafidz Muksin, mengatakan MTQ KORPRI bukan sekadar ajang perlombaan membaca Al-Qur'an, melainkan bagian dari upaya membangun karakter aparatur sipil negara (ASN) yang berintegritas dan berakhlak mulia.

Menurut Hafidz, nilai-nilai yang ditanamkan melalui MTQ diharapkan mampu tercermin dalam pelayanan publik yang ramah, santun, dan profesional.

"Ajang pencarian bakat ini diharapkan tidak hanya berlangsung menjelang MTQ Nasional saja, melainkan dapat diinternalisasi sebagai program reguler di masing-masing unit kerja, seperti pada momentum bulan suci Ramadan atau perayaan keagamaan lainnya," ujar Hafidz.

Hafidz menambahkan, Badan Bahasa siap memberikan pendampingan kepada seluruh calon kafilah nasional agar mampu tampil lebih maksimal pada setiap cabang yang diikuti. Pembinaan akan mencakup penguatan penggunaan bahasa, teknik retorika bagi peserta cabang khutbah, hingga pendampingan sastra oleh para sastrawan Badan Bahasa untuk peserta cabang cipta dan baca puisi.

"Untuk penguatan aspek efisiensi bahasa, kaidah retorika pada cabang khutbah, hingga pembekalan sastra oleh sastrawan kami bagi peserta cabang cipta dan baca puisi agar performa delegasi kita semakin efektif dan kompetitif," kata Hafidz.

Sementara itu, Kepala Biro Organisasi dan Sumber Daya Manusia Kemendikdasmen yang juga menjabat Ketua KORPRI Kemendikdasmen, Abdullah Faqih, mengapresiasi seluruh panitia, Dewan Hakim, serta peserta dari unit utama maupun Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang telah menyukseskan proses seleksi.

Faqih memastikan seluruh tahapan penilaian berlangsung secara objektif, transparan, dan bebas dari intervensi sehingga para pemenang benar-benar dipilih berdasarkan kemampuan terbaik.

"Selamat kepada para pemenang terbaik. Hasil keputusan Dewan Hakim ini bersifat final, mutlak, dan tidak dapat diganggu gugat. Setelah ini, kementerian akan segera menyelenggarakan bimbingan teknis khusus, baik secara luring maupun daring, guna mempersiapkan kompetensi kafilah secara matang. Target kita pada ajang nasional di Sulawesi Selatan yang berlangsung pada 23 hingga 30 Agustus 2026 mendatang adalah meraih 11 medali," tegas Faqih.

Selain menyeleksi peserta terbaik, penyelenggaraan MTQ KORPRI tahun ini juga dinilai mampu menerapkan efisiensi anggaran tanpa mengurangi kualitas pelaksanaan maupun semangat kompetisi. Ke depan, Kemendikdasmen berkomitmen menjadikan pembinaan MTQ sebagai program berkelanjutan untuk menggali potensi ASN sekaligus memperkuat pembangunan karakter di lingkungan kementerian.

Melalui pembinaan yang lebih terstruktur dan berkesinambungan, Kemendikdasmen berharap para kafilah yang dikirim ke tingkat nasional tidak hanya mampu meraih prestasi, tetapi juga menjadi teladan dalam mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an di lingkungan kerja dan pelayanan kepada masyarakat.

(Sumber: Kemendikdasmen)