Messi Lolos dari Kartu Merah, Federasi Aljazair Resmi Layangkan Protes ke FIFA

Federasi Sepak Bola Aljazair (FAF) dikabarkan telah mengajukan pengaduan resmi kepada FIFA terkait keputusan wasit Szymon Marciniak yang tidak memberikan kartu merah kepada Lionel Messi setelah melakukan tekel keras terhadap bek Aljazair, Aissa Mandi,  pada laga pembuka Grup J Piala Dunia 2026 masih menyisakan polemik, Rabu (17/6/2026). (Foto: Medsos X)
Editor: Damar Pratama 

GEBRAK.ID – Kemenangan telak Argentina atas Aljazair pada laga pembuka Grup J Piala Dunia 2026 masih menyisakan polemik, Rabu (17/6/2026). Di balik kemenangan 3-0 yang diwarnai hattrick Lionel Messi, muncul kontroversi terkait keputusan wasit yang dinilai menguntungkan kapten Tim Tango tersebut.

Federasi Sepak Bola Aljazair (FAF) dikabarkan telah mengajukan pengaduan resmi kepada FIFA. Mereka mempersoalkan keputusan wasit Szymon Marciniak yang tidak memberikan kartu merah kepada Lionel Messi setelah melakukan tekel keras terhadap bek Aljazair, Aissa Mandi.

Insiden itu terjadi pada menit ke-31. Dalam tayangan ulang, Messi terlihat melakukan tekel dari belakang yang mengenai bagian betis Mandi. Wasit memang menghentikan permainan dan menyatakan terjadi pelanggaran, namun tidak mengeluarkan kartu, baik kuning maupun merah.

Keputusan tersebut langsung memicu perdebatan di kalangan pengamat maupun suporter. Banyak yang menilai tekel tersebut memiliki unsur permainan berbahaya dan berpotensi membahayakan lawan sehingga layak mendapat hukuman lebih berat.

Dikutip dari Tribuna, Sabtu (20/6/2026) Federasi Sepak Bola Aljazair menilai kepemimpinan wasit tidak berjalan adil selama pertandingan. Selain insiden yang melibatkan Messi, FAF juga menyoroti dugaan pelanggaran gelandang Argentina Alexis Mac Allister yang disebut menyikut pemain Aljazair Ibrahim Maza, tetapi kembali luput dari sanksi.

Dalam surat protes yang dilayangkan ke FIFA, federasi tersebut meminta badan sepak bola dunia itu mengevaluasi kepemimpinan wasit pada pertandingan Argentina kontra Aljazair.

Meski demikian, hingga kini FIFA belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait pengaduan tersebut.

Dalam regulasi sepak bola internasional, protes terhadap keputusan wasit memang dapat diajukan oleh federasi peserta. Namun, tindakan disiplin secara retrospektif umumnya hanya dilakukan dalam kondisi tertentu, misalnya apabila insiden luput dari pengamatan perangkat pertandingan atau berkaitan dengan pelanggaran serius yang memiliki bukti kuat.

Artinya, peluang perubahan hasil pertandingan maupun pemberian sanksi tambahan kepada pemain setelah laga usai relatif kecil, kecuali ditemukan alasan yang memenuhi ketentuan disiplin FIFA.

Terlepas dari kontroversi tersebut, Lionel Messi tetap menjadi bintang kemenangan Argentina. Kapten juara dunia itu mencetak tiga gol yang memastikan Albiceleste membuka perjalanan di Piala Dunia 2026 dengan raihan tiga poin penuh.

Sementara bagi Aljazair, kekalahan ini menjadi pekerjaan rumah besar menjelang laga berikutnya. Selain harus memperbaiki performa di lapangan, mereka juga masih menunggu respons resmi FIFA atas laporan yang telah diajukan terkait keputusan kontroversial dalam pertandingan tersebut.

(Sumber: Tribuna)