![]() |
| negosiasi teknis antara Iran dan Amerika Serikat di Swiss telah resmi berakhir pada Selasa (23/6/2026) menghasilkan 4 kesepakatan. ( Foto: freepik) |
Editor: Dinar Kencana
GEBRAK.ID,JAKARTA - Rangkaian negosiasi teknis antara Iran dan Amerika Serikat di Swiss telah resmi berakhir pada Selasa (23/6/2026). Pertemuan yang berlangsung di resor mewah Burgenstock ini menghasilkan sejumlah kesepakatan penting.
Kesepakatan ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman Islamabad yang ditandatangani secara virtual oleh kedua negara pada 17 Juni lalu dan mulai berlaku pada 18 Juni. Negosiasi di Swiss ini difasilitasi oleh mediator dari Qatar dan Pakistan.
Empat Kelompok Kerja Spesifik
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, yang memimpin tim teknis negosiator Iran, mengumumkan bahwa keempat kelompok kerja yang dibentuk akan membidangi bidang-bidang berikut:
1. Kelompok Kerja Penghentian Sanksi: Bertugas membahas pencabutan sanksi ekonomi AS terhadap Iran, termasuk pembebasan aset yang dibekukan dan pemberian pengecualian untuk ekspor minyak dan produk petrokimia Iran.
2. Kelompok Kerja Urusan Nuklir: Fokus pada program nuklir Iran dan pengawasan oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
3. Kelompok Kerja Rekonstruksi dan Pembangunan Ekonomi: Dibentuk untuk merumuskan insentif ekonomi dan rencana pembangunan regional guna mendukung pemulihan pascakonflik.
4. Kelompok Kerja Pemantauan dan Implementasi: Bertugas memastikan kepatuhan terhadap kesepakatan yang dicapai serta menangani mekanisme penyelesaian sengketa yang mungkin timbul.
Selain keempat kelompok kerja tersebut, para pihak juga sepakat untuk membentuk mekanisme komunikasi dan unit pencegahan konflik khusus untuk Lebanon.
Iran Tegaskan Kendali Atas Selat Hormuz
Dalam pernyataan terpisah usai negosiasi, Kepala Negosiator Iran sekaligus Ketua Parlemen, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa Selat Hormuz akan tetap berada di bawah kendali penuh Teheran. Ia menyatakan, "Selat Hormuz tidak akan pernah kembali ke kondisi sebelum perang dan akan dikelola oleh Republik Islam Iran, sesuai dengan hukum internasional".
Pernyataan tegas ini muncul setelah Iran dan AS sepakat untuk membangun jalur komunikasi guna menjaga kelancaran lalu lintas di jalur pelayaran vital tersebut dan mengakhiri pertempuran di Lebanon. Ghalibaf menyebut bahwa pembicaraan di Swiss menghasilkan pencapaian yang baik, terutama terkait pembahasan Selat Hormuz, situasi Lebanon, keringanan sanksi minyak, dan pencairan dana Iran yang dibekukan.
Komitmen dan Tindak Lanjut
Sebagai bagian dari kesepakatan awal, Amerika Serikat telah menerbitkan lisensi umum untuk ekspor minyak dan produk petrokimia Iran, serta menyetujui pencairan dana Iran senilai $12 miliar. Sebagai imbalannya, Iran akan mengizinkan kembali inspektur nuklir PBB masuk ke negaranya.
Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan bahwa negosiasi ini berhasil mencapai empat target utama AS, termasuk mekanisme untuk menjaga Selat Hormuz tetap terbuka, pembentukan unit koordinasi untuk gencatan senjata regional, dan akses IAEA untuk memantau program nuklir Iran.
Meskipun terjadi kemajuan, Ghalibaf mengingatkan bahwa proses ini masih berada di tahap awal. "Tentu saja kami percaya bahwa kami masih berada di awal pekerjaan ini dan harus melanjutkan upaya-upaya kami," ujarnya. Perundingan tingkat teknis selanjutnya akan terus berlanjut di bawah pengawasan komite tingkat tinggi yang melibatkan pejabat dari kedua negara serta mediator dari Qatar dan Pakistan.
( berbagai sumber)
