![]() |
| Seorang remaja berusia 17 tahun berinisial R diamankan polisi setelah diduga melakukan penipuan terhadap puluhan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Bogor dan Depok. (Foto: istimewa) |
GEBRAK.ID;BOGOR – Seorang remaja berusia 17 tahun berinisial R diamankan polisi setelah diduga melakukan penipuan terhadap puluhan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Bogor dan Depok. Dalam aksinya, pelaku menggunakan mobil mewah Mercedes-Benz (Mercy) dan Toyota Fortuner yang ternyata merupakan kendaraan pinjaman.
Kasus ini terungkap setelah sejumlah operator SPBU melaporkan adanya transaksi mencurigakan yang dilakukan pelaku. Modus yang digunakan adalah memperlihatkan bukti transfer bank palsu kepada petugas SPBU setelah melakukan pembelian bahan bakar dan transaksi tarik tunai. Akibatnya, petugas mengira pembayaran telah berhasil dilakukan, padahal dana tidak pernah masuk ke rekening tujuan.
Kapolsek Cileungsi Kompol Edison mengungkapkan bahwa pelaku berhasil menjalankan aksinya berulang kali dengan memanfaatkan kelengahan petugas yang tidak langsung melakukan pengecekan saldo rekening setelah menerima bukti transfer.
Berawal dari Laporan Operator SPBU
Menurut polisi, laporan pertama diterima pada 19 Mei 2026. Saat itu pelaku datang ke sebuah SPBU menggunakan mobil Mercedes-Benz dan melakukan pembelian BBM sekaligus tarik tunai. Dengan menunjukkan bukti transfer yang telah dimanipulasi, pelaku berhasil lolos dari pemeriksaan hingga beberapa kali transaksi.
Petugas SPBU baru menyadari adanya penipuan setelah memeriksa rekening dan menemukan dana yang dijanjikan tidak pernah masuk. Dari hasil penyelidikan, polisi menduga modus serupa telah dilakukan di sejumlah SPBU lain di wilayah Bogor dan Depok.
Setelah menerima laporan dari pengelola SPBU, polisi melakukan penyelidikan dan pemantauan terhadap aktivitas pelaku. Saat pria tersebut kembali datang ke lokasi yang sama pada 30 Mei 2026, petugas SPBU segera memberi informasi kepada anggota Polsek Cileungsi yang telah bersiaga.
Pelaku akhirnya diamankan di lokasi sebelum sempat meninggalkan area SPBU. Polisi kemudian menyita kendaraan yang digunakan beserta sejumlah barang bukti lain untuk kepentingan penyidikan.
Ditangkap Saat Gunakan Fortuner Berpelat Palsu
Setelah menerima laporan, polisi melakukan pemantauan terhadap pergerakan pelaku. Kesempatan itu datang ketika pelaku kembali beraksi menggunakan Toyota Fortuner di sebuah SPBU di Jalan Raya Narogong, Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor.
Operator SPBU yang telah mengenali modus tersebut segera menghubungi polisi. Saat transaksi berlangsung, petugas langsung melakukan penyergapan dan mengamankan pelaku di lokasi. Polisi juga menemukan bahwa kendaraan yang digunakan memakai pelat nomor palsu.
Selain mengamankan pelaku, polisi menyita mobil Fortuner, kendaraan Mercedes-Benz yang sebelumnya digunakan, serta pelat nomor palsu sebagai barang bukti.
Kendaraan Ternyata Hanya Pinjaman
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Mercedes-Benz dan Fortuner yang digunakan bukan milik pelaku. Kedua kendaraan tersebut dipinjam dari teman-temannya. Bahkan, pemilik kendaraan mengaku tidak mengetahui bahwa mobil mereka digunakan untuk melakukan tindak penipuan dan kini turut melaporkan pelaku karena merasa dirugikan.
Fakta ini memperlihatkan bahwa pelaku sengaja menggunakan kendaraan berbeda untuk menghindari kecurigaan dan mempermudah aksinya berpindah-pindah lokasi SPBU. Polisi juga mendalami kemungkinan adanya lokasi korban lain yang belum melapor.
Polisi Dalami Jumlah Kerugian
Hingga kini penyidik masih menghitung total kerugian yang ditimbulkan serta menelusuri jumlah pasti SPBU yang menjadi korban.
Polisi juga memeriksa riwayat transaksi, perangkat yang digunakan untuk membuat bukti transfer palsu, serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam aksi tersebut.
Kasus ini menjadi pengingat bagi pengelola SPBU dan pelaku usaha lainnya untuk tidak hanya mengandalkan bukti transfer yang ditunjukkan pelanggan. Verifikasi langsung terhadap rekening penerima dinilai penting guna menghindari modus penipuan digital yang semakin beragam.
(berbagai sumber)
