Editor: Damar Pratama
Assim Madibo (tengah) ditemani dua rekan setimnya usai menerima kartu merah di laga Kanada vs Qatar. (Foto: FIFA)
GEBRAK.ID, VANCOUVER – Kemenangan telak Kanada atas Qatar dengan skor 6-0 pada laga Grup B Piala Dunia 2026, Jumat (19/6/2026), diwarnai insiden mengerikan yang membuat gelandang Ismael Kone mengalami patah kaki. Meski pelaku tekel keras, Assim Madibo, telah meminta maaf, pelatih Kanada Jesse Marsch justru melontarkan kritik tajam kepada bangku cadangan Qatar.
Insiden terjadi pada pertengahan babak kedua ketika Madibo berusaha merebut bola dari kaki Kone. Tekel yang dilancarkannya berujung petaka setelah kaki pemain Kanada itu patah. Wasit Cristian Garay awalnya membiarkan permainan berlanjut, namun kemudian mengeluarkan kartu merah setelah meninjau tayangan Video Assistant Referee (VAR).
Madibo tampak terpukul usai menyadari cedera serius yang dialami lawannya. Seusai pertandingan, gelandang berusia 29 tahun itu mendatangi ruang ganti Kanada untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada Kone.
Jesse Marsch mengungkapkan bahwa permintaan maaf tersebut diterima dengan baik oleh timnya. Menurutnya, Madibo tidak memiliki niat mencederai lawan.
"Pemain itu meminta maaf kepada Ismael. Dia datang ke ruang ganti dan meminta maaf secara langsung. Ismael juga memberi tahu kami bahwa permintaan maaf itu sudah dilakukan. Saya tidak berpikir dia memang berniat melakukan tekel mengerikan seperti itu," kata Marsch.
Meski memaafkan Madibo, Marsch mengaku kecewa dengan reaksi bangku cadangan Qatar yang sempat memprotes keputusan wasit memberikan kartu merah.
"Yang tidak saya mengerti adalah reaksi seluruh orang di bench mereka. Mereka mencoba memprotes kartu merah, padahal pelanggaran itu jelas sampai membuat kaki seorang pemain patah," ujar Marsch.
Pelatih asal Amerika Serikat itu menyebut sikap tersebut sulit dipahami. Baginya, fokus utama setelah insiden seharusnya tertuju pada kondisi pemain yang mengalami cedera, bukan memperdebatkan keputusan wasit.
"Sebuah perilaku yang aneh. Kami lebih fokus pada kondisi Ismael daripada hal lainnya," tegas Marsch.
Di luar insiden tersebut, Kanada tampil dominan sepanjang pertandingan dan memastikan kemenangan meyakinkan 6-0. Hasil itu membawa The Maple Leaf memuncaki klasemen sementara Grup B dengan koleksi empat poin.
Sebaliknya, Qatar semakin terpuruk di dasar klasemen setelah hanya mengumpulkan satu poin dari dua pertandingan. Selain kehilangan poin, mereka juga dipastikan kehilangan dua pemain akibat kartu merah yang diterima Homam Ahmed dan Assim Madibo.
Pada pertandingan terakhir fase grup, Kanada dijadwalkan menghadapi Swiss di Vancouver pada Kamis (25/6/2026) pukul 02.00 WIB. Di waktu yang sama, Qatar akan menjalani laga hidup-mati melawan Bosnia-Herzegovina di Seattle demi menjaga peluang lolos ke babak berikutnya.
(Sumber: FIFA)