Pesawat Haji tak Lagi Pulang Kosong, Garuda Bisa Angkut Penumpang dari Arab Saudi Mulai 2027

1000275225

 

Pesawat Garuda Indonesia. ( Foto: dok. Garuda) 


Editor: Dinar Kencana

GEBRAK.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia memastikan pesawat yang digunakan untuk mengangkut jemaah haji ke Arab Saudi tidak lagi kembali ke Tanah Air dalam kondisi kosong mulai musim haji 2027. Kebijakan ini menyusul terbitnya izin dari otoritas penerbangan sipil Arab Saudi yang memungkinkan maskapai nasional membawa penumpang pada penerbangan balik dari Arab Saudi ke Indonesia.

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan pemerintah telah memperoleh persetujuan dari General Authority of Civil Aviation (GACA) terkait skema penerbangan empty leg bagi pesawat Garuda Indonesia.

“Pesawat-pesawat Garuda yang pulang ke Tanah Air setelah mengantar jemaah tidak lagi harus kosong, tetapi dapat membawa penumpang dari Arab Saudi ke Indonesia,” kata Dahnil dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (25/6/2026). 

Menurut Dahnil, langkah tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto yang meminta seluruh pihak terkait memaksimalkan utilisasi armada penerbangan haji.

Presiden disebut menginstruksikan Kementerian Haji dan Umrah, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pariwisata, serta Garuda Indonesia untuk memastikan pesawat yang kembali dari Arab Saudi dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga tidak menimbulkan biaya operasional yang sia-sia. 

Bidik Wisatawan Timur Tengah

Pemerintah tidak hanya melihat kebijakan ini sebagai efisiensi transportasi haji, tetapi juga sebagai peluang memperluas pasar pariwisata nasional.

Dahnil menjelaskan Kementerian Pariwisata bersama Garuda Indonesia akan melakukan promosi intensif di Arab Saudi dan negara-negara Timur Tengah untuk menarik wisatawan berkunjung ke Indonesia. Strategi tersebut diharapkan dapat mengisi kursi penerbangan balik yang selama ini kosong setelah mengantar jemaah haji Indonesia.

“Tim Garuda dan Kementerian Pariwisata akan melakukan promosi wisata agar masyarakat Arab Saudi dan Timur Tengah semakin banyak datang ke Indonesia,” ujarnya. 

Sejumlah destinasi seperti Bali, Lombok, Jakarta, Yogyakarta hingga kawasan wisata halal di berbagai daerah dinilai berpotensi menjadi daya tarik bagi wisatawan dari kawasan Teluk.

Efisiensi Biaya Operasional

Pengamat penerbangan menilai pemanfaatan penerbangan empty leg dapat meningkatkan efisiensi maskapai karena biaya operasional pesawat tetap berjalan meskipun tidak membawa penumpang saat kembali ke Indonesia.

Dengan adanya muatan penumpang pada penerbangan pulang, maskapai dapat memperoleh pendapatan tambahan yang berpotensi membantu menekan biaya operasional penerbangan haji.

Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah menjaga biaya penyelenggaraan ibadah haji tetap terkendali. Sebelumnya, pemerintah telah mencari berbagai skema efisiensi di tengah kenaikan biaya operasional penerbangan, termasuk harga avtur yang sempat mengalami peningkatan signifikan. 

Persiapan Haji 2027 Dimulai

Kementerian Haji dan Umrah bersama pemerintah Arab Saudi saat ini telah mulai membahas sejumlah persiapan penyelenggaraan haji 2027, termasuk peningkatan layanan transportasi, akomodasi, dan pengelolaan kuota jemaah. Pertemuan bilateral antara pejabat kedua negara dalam beberapa bulan terakhir disebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama penyelenggaraan haji ke depan. 

Dengan izin terbaru dari GACA, pemerintah berharap penerbangan haji Indonesia tidak hanya mendukung kelancaran ibadah, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi melalui peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara dari Timur Tengah.

Kebijakan tersebut direncanakan mulai diterapkan penuh pada musim haji 2027 setelah seluruh aspek teknis, regulasi, dan pemasaran selesai dipersiapkan oleh pemerintah dan Garuda Indonesia. 

( berbagai sumber) 

Ikuti Berita GEBRAK.ID Informasi terbaru langsung di WhatsApp

Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?

Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.

Follow Channel GEBRAK.ID