![]() |
| Yum! Brands resmi melepas jaringan restoran Pizza Hut dengan nilai transaksi mencapai US$2,7 miliar atau sekitar Rp47,87 triliun (kurs Rp17.730 per dolar AS). (Foto: Wikipedia) |
GEBRAK.ID; JAKARTA -- Raksasa restoran cepat saji Yum! Brands resmi melepas jaringan restoran Pizza Hut dengan nilai transaksi mencapai US$2,7 miliar atau sekitar Rp47,87 triliun (kurs Rp17.730 per dolar AS).
Penjualan tersebut dilakukan melalui dua transaksi berbeda. Bisnis Pizza Hut di berbagai negara akan diakuisisi oleh perusahaan investasi LongRange Capital senilai US$1,5 miliar, sementara operasional Pizza Hut di China dibeli oleh Yum China Holdings dengan nilai US$1,2 miliar.
Chief Executive Officer (CEO) Yum! Brands, Chris Turner, mengatakan langkah ini diambil untuk memastikan Pizza Hut memiliki peluang tumbuh lebih besar di bawah kepemilikan baru yang memiliki pengalaman mendalam di industri restoran.
"Di bawah LongRange dan Yum China, Pizza Hut akan berada di posisi yang baik untuk pertumbuhan di masa depan dengan kepemilikan yang membawa keahlian mendalam di industri restoran," ujar Turner, Rabu (17/6/2026).
Penjualan Menyusul Penurunan Kinerja Bisnis
Keputusan menjual Pizza Hut bukan tanpa alasan. Selama beberapa kuartal terakhir, perusahaan mengalami penurunan penjualan di gerai yang sama (same-store sales), terutama di Amerika Serikat yang merupakan pasar terbesar dengan kontribusi sekitar 40 persen terhadap penjualan internasional.
Tekanan datang dari semakin ketatnya persaingan industri pizza cepat saji. Sejumlah kompetitor seperti Domino's Pizza, Papa John's, hingga Little Caesars berhasil menarik pelanggan melalui strategi harga yang lebih agresif, promo digital, serta layanan pesan antar yang semakin efisien.
Kondisi ekonomi yang masih dibayangi inflasi juga membuat konsumen lebih sensitif terhadap harga, sehingga perang diskon menjadi tantangan besar bagi Pizza Hut.
Yum! Brands Fokus pada KFC dan Taco Bell
Yum! Brands sebelumnya telah mengumumkan rencana evaluasi bisnis Pizza Hut sejak November 2025. Kini perusahaan memilih merampingkan portofolionya agar dapat lebih fokus mengembangkan merek yang dinilai memiliki pertumbuhan lebih tinggi, yaitu KFC dan Taco Bell.
Transaksi penjualan tersebut diperkirakan akan selesai pada kuartal ketiga tahun 2026 setelah memperoleh persetujuan dari regulator terkait.
Langkah ini juga dinilai sebagai strategi perusahaan untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat investasi pada bisnis yang memberikan kontribusi laba lebih besar.
Dari Kansas hingga Menjadi Ikon Pizza Dunia
Pizza Hut memiliki sejarah panjang di industri makanan cepat saji. Merek ini didirikan pada tahun 1958 oleh dua bersaudara, Dan dan Frank Carney, di Wichita, Kansas, Amerika Serikat.
Pada tahun 1977, Pizza Hut diakuisisi oleh PepsiCo sebelum akhirnya menjadi bagian dari perusahaan baru, Yum! Brands, yang dibentuk melalui pemisahan bisnis restoran pada tahun 1997.
Selama puluhan tahun, Pizza Hut berkembang menjadi salah satu jaringan restoran pizza terbesar di dunia dengan ribuan gerai yang tersebar di lebih dari 100 negara.
Chris Turner menegaskan bahwa Pizza Hut tetap menjadi salah satu aset paling bersejarah dalam perjalanan perusahaan.
"Pizza Hut adalah salah satu merek restoran paling ikonik di dunia dan kami bangga dengan peran penting yang telah dimainkannya dalam sejarah Yum!."
Persaingan Industri Pizza Semakin Ketat
Analis menilai penjualan Pizza Hut mencerminkan perubahan besar dalam industri restoran cepat saji global. Tren pemesanan digital, layanan antar yang lebih cepat, serta strategi promosi berbasis aplikasi membuat persaingan semakin sengit.
Domino's dinilai berhasil memanfaatkan transformasi digital lebih cepat dibandingkan para pesaingnya, sementara pemain lain terus menawarkan paket hemat untuk mempertahankan pelanggan di tengah tekanan ekonomi.
Meski berganti pemilik, kehadiran Pizza Hut diperkirakan tetap akan berlanjut di berbagai negara, termasuk Indonesia, dengan harapan mampu melakukan inovasi dan memperkuat daya saing di pasar global.
(berbagai sumber)
