Editor: Devona R
Lembaga pemeringkatan kampus. (Foto ilustrasi: Gebrak.id/AI)
GEBRAK.ID; JAKARTA – Di tengah maraknya daftar kampus terbaik yang beredar di internet, banyak calon mahasiswa dan orang tua kerap bingung menentukan ranking mana yang paling dapat dipercaya. Ada QS World University Rankings, Times Higher Education (THE), Shanghai Ranking, EduRank, Webometrics hingga uniRank yang masing-masing menampilkan urutan berbeda untuk universitas yang sama.
Perbedaan itu terjadi karena setiap lembaga pemeringkatan menggunakan indikator dan metode penilaian yang tidak sama. Sebagian lebih menitikberatkan pada kualitas riset, sebagian pada reputasi akademik, sementara lainnya mengukur visibilitas digital kampus. Lalu, ranking mana yang paling mendekati gambaran kualitas perguruan tinggi sebenarnya?
Tidak ada satu pun ranking yang 100 persen benar karena masing-masing memakai indikator berbeda. Bahkan kampus peringkat 50 bisa lebih bagus untuk jurusan tertentu dibanding kampus peringkat 10.
Perbandingan Lembaga Pemeringkatan Kampus Dunia
1. QS World University Rankings
- Fokus: Reputasi akademik, reputasi lulusan di dunia kerja, sitasi penelitian, dan internasionalisasi.
- Tingkat kredibilitas: Tinggi.
2. Times Higher Education (THE)
- Fokus: Kualitas riset, sitasi ilmiah, pengajaran, dan kerja sama internasional.
- Tingkat kredibilitas: Tinggi.
3. ARWU (Shanghai Ranking)
- Fokus: Kekuatan riset murni, publikasi ilmiah, dan prestasi akademik tingkat dunia.
- Tingkat kredibilitas: Sangat tinggi untuk mengukur kualitas riset.
4. EduRank
- Fokus: Performa riset, popularitas web, dan rekam jejak alumni.
- Tingkat kredibilitas: Menengah.
5. Webometrics
- Fokus: Visibilitas digital kampus, keterbukaan akses publikasi ilmiah, dan dampak web.
- Tingkat kredibilitas: Menengah.
6. UniRank
- Fokus: Popularitas dan trafik website perguruan tinggi.
- Tingkat kredibilitas: Rendah jika digunakan untuk mengukur kualitas akademik.
7. 4ICU (sekarang bernama UniRank)
- Fokus: Popularitas kampus di internet.
- Tingkat kredibilitas: Rendah untuk penilaian akademik.
1. QS dan THE paling sering dijadikan acuan internasional
QS Quacquarelli Symonds dan Times Higher Education biasanya dipakai pemerintah, kampus, beasiswa, hingga perusahaan internasional.
QS menilai antara lain:
* reputasi akademik
* reputasi lulusan di mata perusahaan
* sitasi penelitian
* rasio dosen-mahasiswa
* internasionalisasi kampus
Karena ada survei reputasi akademisi dan employer, QS cukup menggambarkan "nama besar" sebuah universitas. ([Reddit][1])
THE lebih berat ke kualitas riset dan pengaruh penelitian.
2. Shanghai Ranking (ARWU) paling kuat untuk mengukur riset
Academic Ranking of World Universities sering dianggap paling "keras" karena fokus pada:
* publikasi ilmiah
* sitasi
* Nobel Prize
* Fields Medal
* jurnal bereputasi
Kalau mau tahu kampus mana yang benar-benar kuat dalam penelitian, ARWU biasanya paling dihormati.
Kelemahannya: kurang memperhatikan kualitas pengalaman mahasiswa.
3. EduRank cukup menarik, tapi jangan dijadikan patokan utama
EduRank menggunakan:
* 45% performa riset
* 45% backlink dan reputasi web
* 10% popularitas alumni di Wikipedia ([EduRank][3])
Keunggulannya:
* sangat luas cakupannya
* ranking jurusan sangat detail
* banyak kampus Indonesia masuk
Namun banyak akademisi menganggap metodenya terlalu bergantung pada data otomatis dan visibilitas internet. Di komunitas mahasiswa internasional, EduRank sering dipakai sebagai referensi tambahan, bukan acuan utama.
4. Webometrics bagus untuk melihat kekuatan digital kampus
Webometrics Ranking of World Universities sebenarnya bukan ranking desain website.
Mereka mengukur:
* visibilitas web
* sitasi peneliti
* kualitas publikasi ilmiah
* keterbukaan akses penelitian
Karena ada bobot besar pada backlink dan visibilitas online, kampus yang rajin mempublikasikan karya ilmiah terbuka biasanya naik.
Masalahnya, kampus bisa meningkatkan posisi lewat strategi digital dan SEO tertentu sehingga tidak selalu identik dengan kualitas pengajaran.
5. UniRank paling lemah jika dipakai menilai kualitas kampus
UniRank secara terbuka mengakui bahwa ranking mereka adalah web-based dan non-academic ranking system.
Artinya:
* lebih dekat ke popularitas online
* trafik dan keberadaan digital
* kemudahan ditemukan di internet
Bukan ukuran kualitas dosen, riset, atau lulusan.
Jadi kalau sebuah kampus naik di UniRank, belum tentu kualitas akademiknya ikut naik.
Kalau untuk Kampus Indonesia?
Urutan yang biasanya paling masuk akal dijadikan acuan:
1. QS WUR
2. THE
3. ARWU (Shanghai)
4. Scimago Institutions Rankings
5. EduRank
6. Webometrics
7. UniRank
Kalau ingin menilai kampus secara relatif objektif, biasanya melihat minimal tiga ranking sekaligus: QS + THE + Scimago/ARWU.
Jika sebuah universitas konsisten masuk papan atas di ketiganya, hampir pasti memang kuat secara akademik dan riset.
Sebaliknya, jika hanya tinggi di Webometrics atau UniRank tetapi rendah di QS/THE, biasanya kekuatan utamanya ada di visibilitas digital, bukan kualitas akademik keseluruhan.
(Berbagai Sumber)