
Gedung SMA Muhammadiyah 3 (MUGA) Jakarta. (Foto: Gebrak.id/Istimewa)
Editor: A. Rayyan K
GEBRAK.ID; JAKARTA – SMA Muhammadiyah 3 (MUGA) Jakarta kembali mencatatkan prestasi membanggakan pada tahun 2026. Ratusan siswanya berhasil diterima di berbagai perguruan tinggi bergengsi, baik di dalam maupun luar negeri.
Kampus-kampus itu mulai dari Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), hingga kampus-kampus kelas dunia seperti National University of Singapore (NUS), Kyoto University Jepang, Monash University Australia, dan University of Bristol Inggris.
Capaian tersebut menjadi bukti konsistensi SMA Muhammadiyah 3 Jakarta dalam mengantarkan peserta didiknya meraih pendidikan tinggi terbaik sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu sekolah swasta unggulan di Ibu Kota.
Menurut Kepsek MUGA Suranti, S.Pd., keberhasilan tersebut tidak diperoleh secara instan. Sekolah membangun sistem pendampingan yang terintegrasi dengan melibatkan wali kelas, guru Bimbingan Konseling (BK), serta orang tua siswa sejak awal masa pendidikan.
"Setiap siswa mendapatkan pendampingan untuk mengenali potensi dirinya, menentukan pilihan program studi yang sesuai, hingga menyusun strategi agar dapat diterima di perguruan tinggi yang menjadi target mereka," ujar Suranti dalam siaran persnya kepada tim redaksi Gebrak.id, Senin (8/6/2026).
Selain pendampingan akademik dan psikologis, SMA Muhammadiyah 3 Jakarta juga menghadirkan program intensif persiapan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) dan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Program ini dibimbing langsung oleh para pengajar berpengalaman dari lingkungan pendidikan Muhammadiyah sehingga siswa memiliki kesiapan akademik yang lebih matang saat menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi.
Hasilnya terlihat dari capaian pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Sebanyak 37 siswa berhasil diterima di berbagai perguruan tinggi negeri (PTN) favorit. Jumlah tersebut menempatkan SMA Muhammadiyah 3 Jakarta sebagai salah satu sekolah swasta dengan perolehan kursi SNBP yang menonjol di Jakarta.
Prestasi itu semakin mengesankan pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Sebanyak 71 siswa berhasil lolos ke sejumlah PTN ternama seperti UI, UGM, ITB, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Brawijaya, Universitas Diponegoro, serta berbagai kampus unggulan lainnya.
Tak hanya itu, beberapa siswa juga berhasil menembus International Undergraduate Program (IUP) yang dikenal memiliki tingkat persaingan dan selektivitas tinggi.
Keberhasilan siswa SMA Muhammadiyah 3 Jakarta tidak berhenti di tingkat nasional. Tahun ini, sejumlah siswa juga diterima di berbagai perguruan tinggi ternama dunia.
Di antaranya Monash University Malaysia, Monash University Australia, Medipol University Turkiye, Kyoto University Jepang, Universiti Teknologi Malaysia, PSB Academy Singapura, National University of Singapore (NUS), Humber College Toronto Kanada, hingga University of Bristol Inggris.
Suranti mengungkapkan bahwa capaian tersebut menunjukkan semakin terbukanya peluang lulusan sekolah Indonesia untuk bersaing di tingkat global apabila mendapatkan pembinaan yang tepat dan lingkungan belajar yang mendukung.
"Kami terus berupaya menghadirkan pendampingan terbaik agar siswa tidak hanya siap masuk perguruan tinggi favorit, tetapi juga memiliki karakter, kompetensi, dan daya saing global," kata Suranti.
Pencapaian tersebut diperkirakan masih akan bertambah. Pasalnya, sejumlah siswa saat ini masih mengikuti berbagai seleksi jalur mandiri di kampus-kampus favorit dalam maupun luar negeri.
Keberhasilan ratusan siswa menembus perguruan tinggi elite tahun ini menjadi bukti bahwa SMA Muhammadiyah 3 Jakarta tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga membangun ekosistem pendidikan yang mampu mengantarkan siswa mewujudkan cita-cita mereka.
Dengan pendampingan yang terarah, dukungan orang tua, dan komitmen sekolah yang kuat, mimpi berkuliah di kampus terbaik dunia kini bukan lagi sekadar angan, melainkan target yang dapat diraih.
(Sumber: SMA Muhammadiyah 3 Jakarta)