Editor: Damar Pratama
Pelatih Timnas Portugal Roberto Martinez. (Foto: AFP)
GEBRAK.ID; HOUSTON — Pelatih Timnas Portugal Roberto Martinez mengakui timnya kehilangan variasi dalam pola serangan setelah gagal mempertahankan keunggulan cepat saat bermain imbang 1-1 melawan Republik Demokratik Kongo pada laga pembuka Grup K Piala Dunia 2026 di Houston Stadium, Amerika Serikat, Rabu (17/6/2026).
Portugal sebenarnya memulai laga dengan sangat baik. Gol cepat Joao Neves pada menit ke-6 sempat membuat Selecao das Quinas berada di atas angin dan menguasai jalannya pertandingan. Namun, keunggulan tersebut tidak mampu dipertahankan hingga akhir laga.
Dalam pernyataannya kepada FIFA, Martinez menilai timnya kehilangan kreativitas setelah unggul lebih dulu. Kondisi itu membuat permainan Portugal menjadi lebih mudah dibaca lawan dan menurunkan intensitas serangan.
“Kami memulai pertandingan dengan sangat baik. Mencetak gol seharusnya menjadi momen yang bagus bagi kami, tetapi tidak terjadi demikian. Saya pikir kami kehilangan sedikit variasi dalam serangan, kehilangan fluiditas dalam penguasaan bola, dan membiarkan mereka kembali menemukan bentuk permainan mereka,” ujar Martinez.
Kondisi tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh Kongo yang perlahan bangkit. Gol penyama kedudukan melalui sundulan Yoane Wissa menjelang turun minum menjadi titik balik yang mengubah jalannya pertandingan. Setelah gol itu, Portugal kesulitan kembali mengendalikan ritme permainan.
Menurut Martinez, gol tersebut turut meningkatkan rasa percaya diri Kongo sehingga pertandingan menjadi semakin sulit bagi timnya di babak kedua.
“Kepercayaan diri yang mereka dapatkan setelah gol itu membuat pertandingan menjadi sangat sulit, tetapi memang seperti itulah yang terjadi di Piala Dunia,” lanjut pelatih asal Spanyol tersebut.
Meski kecewa dengan hasil akhir, Martinez tetap memberikan apresiasi terhadap mentalitas dan kerja keras para pemainnya yang terus berupaya mencari gol kemenangan hingga menit terakhir pertandingan.
“Saya sangat puas dengan sikap tim. Ini bukan masalah kurangnya komitmen atau semangat. Kami terus mencoba hingga akhir pertandingan. Kami bisa belajar dan berkembang banyak dari laga ini,” katanya menegaskan.
Hasil imbang ini membuat Portugal harus bekerja ekstra keras pada laga berikutnya jika ingin mengamankan posisi di fase grup, setelah gagal memaksimalkan peluang di laga pembuka.
(Sumber: FIFA)