Ronaldo Diserang Kritik Selama Bela Portugal di Piala Dunia, Diogo Dalot: Kami Sudah Siap Hadapi Semua Itu

Megabintang sekaligus kapten Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo. (Foto: FIFA)
Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID, FLORIDA – Hasil imbang yang diraih Timnas Portugal pada laga perdana Piala Dunia 2026 langsung memicu gelombang kritik, terutama kepada sang megabintang Cristiano Ronaldo. Namun, skuad Selecao das Quinas menegaskan sudah mengantisipasi situasi tersebut bahkan sebelum turnamen dimulai.

Portugal harus puas berbagi poin setelah ditahan Kongo dengan skor 1-1. Penampilan tim asuhan Roberto Martinez dinilai belum memenuhi ekspektasi, sementara Ronaldo menjadi sasaran utama kritik karena dianggap gagal memberikan kontribusi maksimal di lini depan.

Tak sedikit yang menilai penyerang berusia 41 tahun itu sudah kehilangan ketajamannya. Bahkan, muncul anggapan bahwa Ronaldo tetap ingin bermain demi terus menambah koleksi gol pribadinya, bukan semata demi kepentingan tim.

Menanggapi berbagai sorotan tersebut, bek Portugal Diogo Dalot memastikan seluruh pemain sudah memiliki kesiapan mental menghadapi tekanan publik maupun media selama tampil di Piala Dunia 2026.

Menurut pemain Manchester United itu, keberadaan Ronaldo sebagai salah satu ikon terbesar sepak bola dunia membuat Portugal harus menerima konsekuensi berupa perhatian dan kritik yang jauh lebih besar dibanding tim lain.

"Ini sangat sederhana. Di ruang ganti, di stadion kami, kami sempat berdiskusi secara mendetail mengenai hal ini sebelum berangkat ke Piala Dunia," kata Dalot seperti dikutip dari ESPN, Minggu (21/8/2026).

Dalot menjelaskan bahwa pembahasan mengenai media sosial, tekanan publik, hingga kemungkinan munculnya kritik telah dilakukan secara khusus sebelum tim bertolak ke Amerika Serikat.

"Rasanya hampir seolah-olah kami sudah mengantisipasi bahwa hal ini akan terjadi. Tentu saja, ketika memiliki skuad seperti ini, terutama dengan pemain seperti Cristiano, kami harus bersiap, sedikit lebih dari biasanya," ujar Dalot.

Dalot menegaskan, persiapan tersebut membuat ruang ganti Portugal tetap solid meski diterpa berbagai komentar negatif setelah pertandingan pertama.

"Fakta kami telah melakukan pembicaraan sebelum Piala Dunia untuk mempersiapkan diri menghadapi momen-momen seperti ini berarti bahwa ketika hal itu benar-benar terjadi, kami mampu menyampaikan pesan bahwa tim ini tak tergoyahkan," ucap Dalot.

Bek berusia 27 tahun itu juga mengakui tidak semua kritik yang diterima Portugal bersifat objektif. Menurutnya, sebagian komentar justru berlebihan dan tidak sepenuhnya mencerminkan performa tim di lapangan.

"Kami tahu hal ini akan terjadi. Kami tahu kami akan menghadapi kesulitan dan kritik, memang terkadang tidak adil, terkadang tidak benar, dan seringkali dibesar-besarkan," kata Dalot.

Kehadiran Cristiano Ronaldo memang selalu menjadi magnet perhatian dalam setiap turnamen besar. Sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah sepak bola, setiap penampilannya hampir selalu menjadi bahan perbincangan, baik ketika tampil gemilang maupun saat gagal membawa tim meraih kemenangan.

Di sisi lain, pelatih Portugal Roberto Martinez masih menaruh kepercayaan penuh kepada sang kapten. Pengalaman Ronaldo dinilai tetap menjadi aset penting bagi Portugal, terutama dalam menghadapi tekanan di turnamen sebesar Piala Dunia.

Hasil imbang melawan Kongo membuat Portugal belum berada di posisi ideal di klasemen Grup F. Karena itu, laga berikutnya akan menjadi kesempatan penting bagi Selecao das Quinas untuk membuktikan kualitas, sekaligus meredam kritik yang terus mengiringi perjalanan tim.

Kini, publik menantikan respons Portugal di pertandingan selanjutnya. Apakah Ronaldo mampu menjawab keraguan dengan penampilan terbaiknya, atau justru kritik terhadap sang legenda akan semakin menguat jika hasil positif kembali gagal diraih?

(Sumber: ESPN)