Sensasional! Bogor Hornbills Pecahkan Dominasi Pelita Jaya, Ukir Sejarah dengan Sabet Gelar Juara IBL 2026

Sejarah baru tercipta di Indonesian Basketball League (IBL) 2026. Bogor Hornbills sukses membuat kejutan besar dengan menumbangkan tim unggulan Pelita Jaya Jakarta dan merebut gelar juara IBL untuk pertama kalinya sejak klub berdiri. (Foto: Instagram/IBL)
Editor: A. Rayyan K

GEBRAK.ID, JAKARTA – Sejarah baru tercipta di Indonesian Basketball League (IBL) 2026. Bogor Hornbills sukses membuat kejutan besar dengan menumbangkan tim unggulan Pelita Jaya Jakarta dan merebut gelar juara IBL untuk pertama kalinya sejak klub berdiri.

Kepastian itu diraih setelah Bogor Hornbills memenangkan gim kelima final dengan skor tipis 64-61 di GOR Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro (GMSB), Jakarta, Minggu (28/6/2026) malam. Kemenangan tersebut memastikan Hornbills unggul 3-2 dalam format final best-of-five sekaligus mengakhiri dominasi Pelita Jaya di kompetisi bola basket kasta tertinggi Indonesia.

Keberhasilan ini menjadi pencapaian terbesar dalam sejarah klub. Setelah sempat tertinggal pada dua gim awal dan ketiga, Hornbills bangkit luar biasa dengan memenangkan tiga pertandingan krusial, yakni gim kedua (83-63), gim keempat (85-72), dan partai penentuan dengan skor 64-61.

Sebaliknya, Pelita Jaya yang datang sebagai salah satu favorit juara harus puas menjadi runner-up meski sempat menguasai jalannya seri melalui kemenangan 99-87 pada gim pertama dan 74-61 pada gim ketiga.

Pahlawan kemenangan Bogor Hornbills pada laga penentuan adalah power forward asal Amerika Serikat, Travin Thibodeaux. Ia tampil luar biasa dengan membukukan double-double berisi 22 poin dan 11 rebound, serta nyaris mencatat triple-double setelah menyumbang sembilan assist.

Di kubu Pelita Jaya, Perrin Buford juga tampil impresif dengan torehan 18 poin, 11 rebound, dan sembilan assist. Namun performa individu tersebut belum cukup menyelamatkan timnya dari kekalahan.

Pelatih Bogor Hornbills, Cesar Camara, mengaku bangga atas perjuangan seluruh pemain yang mampu mengubah mimpi menjadi kenyataan. Menurut pelatih asal Spanyol itu, gelar juara merupakan hasil dari kerja keras seluruh elemen tim sejak awal musim.

"Saya sangat bangga dengan tim ini yang telah mempercayai saya dan memberi saya kesempatan. Jika kami berada di sini, itu karena kami memang pantas mendapatkan titel. Sekarang saatnya kami merayakan gelar ini," ujar Camara seusai pertandingan.

Camara mengakui pertandingan terakhir berlangsung sangat menegangkan. Timnya sempat kesulitan menemukan ritme permainan, terutama saat menyerang. Namun, ia meminta para pemain tetap tenang dan fokus mempertahankan pertahanan hingga akhirnya mampu mengamankan kemenangan.

Pelatih yang juga dinobatkan sebagai Coach of The Year IBL 2026 itu mengungkapkan bahwa target menjadi juara sebenarnya sudah ia tetapkan sejak pertama kali menerima tawaran melatih Bogor Hornbills.

"Saya sudah mengatakan kepada presiden klub sejak awal, saya datang ke Hornbills untuk memenangi gelar, bukan hanya mencapai playoff," tegasnya.

Selain membawa tim menjadi juara, Travin Thibodeaux juga dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP) Finals IBL 2026. Penghargaan tersebut diberikan berkat konsistensinya sepanjang seri final yang menjadi salah satu faktor utama keberhasilan Hornbills mengangkat trofi.

Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah, menyebut penampilan Thibodeaux layak mendapat apresiasi tertinggi.

"Setelah melewati pertandingan yang luar biasa, gelar MVP Finals IBL 2026 jatuh kepada Travin Thibodeaux," kata Junas saat seremoni penghargaan.

Meski menerima penghargaan individu paling bergengsi di final, Thibodeaux memilih merendah. Ia menegaskan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh anggota tim, bukan semata-mata karena penampilannya.

"Tim bermain solid dan pantang menyerah, jadi ini adalah kerja keras semuanya," ujar Thibodeaux.

Menurutnya, perjalanan menuju gelar juara tidak pernah mudah. Setiap pertandingan berlangsung dengan tensi tinggi sehingga dibutuhkan konsentrasi penuh hingga detik terakhir.

Sementara itu, pemain Bogor Hornbills David Nuban menilai kekompakan menjadi kekuatan utama yang membawa timnya menciptakan sejarah. Ia menegaskan Hornbills tidak bergantung kepada satu atau dua pemain bintang, melainkan mengandalkan kerja kolektif.

"Kami bukan cuma individu Travin Thibodeaux atau Stephaun Branch, tetapi kami semua sebagai tim. Semua saling mendukung, jadi itu yang membuat saya semakin yakin tim ini bisa menjuarai IBL," ujar Nuban.

Nuban juga mendedikasikan gelar juara tersebut kepada keluarga, manajemen, staf pelatih, dan seluruh pendukung Hornbills yang terus memberikan semangat sepanjang musim.

Keberhasilan Bogor Hornbills menjuarai IBL 2026 menjadi bukti bahwa kerja sama tim, konsistensi, dan mental juara mampu mengalahkan status favorit. Gelar perdana ini pun dipastikan akan menjadi salah satu momen paling bersejarah dalam perjalanan klub sekaligus membuka babak baru persaingan bola basket nasional.

(Sumber: IBL)