Bukan Cuma Aldila! Christopher Rungkat Ungkap Arti Besar Gelar WTA 500 Bad Homburg di Tahun Pertamanya Jadi Pelatih

Pelatih Aldila Sutjiadi, Christopher Rungkat, berfoto bersama petenis Indonesia Aldila Sutjiadi bersama petenis Rusia Vera Zvonareva setelah menjuarai WTA 500 Bad Homburg Open di Bad Homburg, Jerman, Sabtu (27/6/2026). (Foto: Instagram.com/christorungkat)
Editor: A. Rayyan K

GEBRAK.ID, JAKARTA – Kesuksesan Aldila Sutjiadi menjuarai nomor ganda Bad Homburg Open 2026 ternyata memiliki makna mendalam, bukan hanya bagi sang petenis, tetapi juga bagi pelatihnya, Christopher Rungkat. Mantan andalan tenis Indonesia itu menyebut gelar WTA 500 tersebut sebagai awal yang sangat manis dalam perjalanan karier barunya sebagai pelatih profesional.

Christopher, yang akrab disapa Christo, mengaku pencapaian tersebut menjadi momen istimewa karena merupakan musim pertamanya mendampingi Aldila dari sisi lapangan. Gelar juara itu sekaligus menjadi bukti bahwa proses yang dijalani selama beberapa bulan terakhir mulai membuahkan hasil.

"Gelar ini sangat-sangat luar biasa berarti bagi saya sendiri sebagai individual, sebagai coach-nya Aldila pasti. Ini kan tahun pertama saya menjalani peran sebagai pelatih," ujar Christopher dikutip dari Antara, Minggu (28/6/2026).

Aldila Sutjiadi bersama pasangan asal Rusia, Vera Zvonareva, sukses merebut gelar juara WTA 500 Bad Homburg Open 2026 di Jerman setelah menaklukkan pasangan unggulan ketiga, Demi Schuurs dari Belanda dan Ellen Perez asal Australia, dengan skor 6-1, 4-6, 10-5 pada laga final yang berlangsung Sabtu (27/6/2026).

Bagi Christopher, keberhasilan tersebut terasa semakin spesial karena hadir setelah serangkaian hasil yang kurang memuaskan dalam beberapa turnamen sebelumnya. Menurutnya, Aldila dan Vera sebenarnya berkali-kali memiliki peluang untuk menjadi juara, namun selalu gagal menuntaskan pertandingan pada super tie-break.

"Beberapa bulan terakhir kami sebenarnya sudah punya kesempatan untuk menang, tetapi kalah di super tie-break. Ada di Madrid, Roma, dan beberapa turnamen lainnya," kata Christo. "Sebelum minggu ini juga kalah di super tie-break, akhirnya sekarang bisa menang dan juara."

Christo menilai keberhasilan di Bad Homburg menjadi titik balik yang menunjukkan Aldila telah kembali menemukan performa terbaiknya. Kepercayaan diri yang sempat menurun kini mulai pulih seiring meningkatnya kualitas permainan sepanjang turnamen.

Christo pun optimistis anak didiknya mampu kembali bersaing di jajaran elite tenis dunia. Namun, ia menegaskan bahwa timnya tidak ingin terburu-buru memasang target tinggi karena musim kompetisi masih cukup panjang.

"Terutama Aldila bisa balik lagi ke top form-nya, ranking top 40. Ini perjalanan panjang, jadi kami menjalaninya step by step," ujar Christo menjelaskan. "Ini baru tujuh bulan musim berjalan. Masih ada beberapa bulan lagi untuk menghabiskan musim 2026. Kami coba enjoy saja proses ke depannya."

Menurut Christo, salah satu faktor penting di balik keberhasilan tersebut adalah hasil evaluasi setelah Aldila dan Vera gagal meraih gelar pada turnamen di Maroko menjelang French Open. Kekalahan itu menjadi bahan pembelajaran yang kemudian berhasil diterapkan di Bad Homburg.

"Ini pertandingan kedua bersama Vera. Kami belajar banyak dari Maroko kemarin yang kalah di final lewat super tie-break. Sekarang mereka jauh lebih klop dan lebih efektif di grass," katanya.

Saat ini Christopher memang tengah menjalani fase baru dalam kariernya. Setelah bertahun-tahun menjadi salah satu petenis ganda terbaik Indonesia, ia mulai mengurangi aktivitas sebagai pemain dan lebih fokus meniti karier di dunia kepelatihan. Meski demikian, Christo masih akan tampil pada sejumlah ajang beregu seperti Piala Davis maupun multievent internasional.

Kerja sama dengan Aldila telah dipersiapkan sejak akhir musim 2025. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan prestasi di tur WTA, tetapi juga mampu membawa tenis Indonesia kembali bersinar di panggung dunia. Bahkan, Christopher berharap kebersamaan mereka dapat berlanjut hingga Olimpiade Los Angeles 2028.

Sebelum menjalin hubungan sebagai pelatih dan atlet, Christopher serta Aldila sudah memiliki sejarah panjang sebagai pasangan ganda campuran Indonesia. Keduanya sukses mempersembahkan medali emas Asian Games 2018 Jakarta-Palembang, kemudian melanjutkan dominasi dengan meraih hattrick emas SEA Games pada 2019, 2022, dan 2023. Mereka juga kembali menyumbang medali untuk Indonesia pada SEA Games 2025 di Thailand.

Kini, keberhasilan di Bad Homburg menjadi fondasi penting bagi perjalanan baru keduanya. Jika mampu mempertahankan konsistensi, bukan tidak mungkin Aldila bersama tim pelatihnya akan kembali menghadirkan prestasi membanggakan di turnamen-turnamen bergengsi berikutnya.

(Sumber: Antara)