Tak Mau Remehkan Jepang, Pelatih Brasil Carlo Ancelotti Sebut Setiap Laga di Piala Dunia 2026 Bak Final

Pelatih tim nasional (timnas) Brasil, Carlo Ancelotti. (Foto: CBF)
Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID, JAKARTA – Pelatih tim nasional (timnas) Brasil, Carlo Ancelotti, menolak menganggap enteng kekuatan Jepang jelang pertemuan kedua tim pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Menurut pelatih asal Italia tersebut, Samurai Biru merupakan salah satu tim paling kompetitif saat ini dan berpotensi menghadirkan kejutan apabila tidak dihadapi dengan persiapan maksimal.

Brasil dijadwalkan menghadapi Jepang di Houston Stadium, Selasa (30/6/2026) pukul 00.00 WIB. Pertandingan ini menjadi laga hidup-mati karena hanya tim pemenang yang berhak melaju ke babak 16 besar.

Ancelotti menegaskan seluruh pemainnya diminta menganggap duel melawan Jepang layaknya pertandingan final. Ia tidak ingin para pemain terlena dengan status Brasil sebagai salah satu favorit juara.

"Itu adalah pengalaman yang baik bagi kami. Kita bisa mengatakan bahwa Jepang memiliki tim kompetitif dan salah satu yang terbaik di dunia. Mereka mengalahkan Inggris pada Maret lalu dan kami sangat menghormati mereka," ujar Ancelotti seperti dikutip dari laman resmi Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF), Senin (29/6/2026).

Menurut Ancelotti, kekuatan Jepang tidak hanya terletak pada kualitas individu pemain, tetapi juga organisasi permainan yang solid dan disiplin. Karena itu, Brasil harus tampil seimbang, baik saat menyerang maupun bertahan. "Kami mempersiapkan pertandingan ini seperti pertandingan final. Dan ini adalah final," lanjut mantan pelatih Real Madrid tersebut.

Ancelotti mengungkapkan tim pelatih telah menyiapkan berbagai skenario untuk menghadapi permainan kolektif yang selama ini menjadi ciri khas Samurai Biru.

"Untuk pertandingan besok, kita perlu banyak hal: pikiran, hati, ide yang jelas. Kami harus siap untuk segala sesuatu yang bisa terjadi di babak gugur, dan dalam babak gugur banyak hal bisa terjadi," kata Ancelotti.

Pelatih berusia 67 tahun itu juga menyadari bahwa pertandingan fase gugur selalu menghadirkan tekanan berbeda dibanding babak penyisihan grup. Kesalahan sekecil apa pun dapat berujung pada tersingkirnya sebuah tim dari turnamen.

Dari sisi komposisi pemain, Brasil dipastikan kehilangan Raphinha yang masih harus menepi akibat cedera. Absennya winger Barcelona tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi lini serang Selecao.

Namun, kabar baik datang dari Neymar Junior. Penyerang senior Brasil itu telah pulih dari cedera dan berpeluang kembali memperkuat tim pada pertandingan melawan Jepang. Kehadiran Neymar diyakini akan menambah kreativitas sekaligus pengalaman di lini depan Brasil.

Sementara itu, Jepang juga tidak datang dengan kekuatan penuh. Dua pemain penting, Ko Itakura dan Takefusa Kubo, masih diragukan tampil setelah mengalami cedera. Kendati demikian, Ancelotti menilai kondisi tersebut tidak mengurangi kualitas permainan tim asuhan Hajime Moriyasu.

Sepanjang turnamen, Jepang menunjukkan kemampuan bermain kolektif yang disiplin dengan transisi cepat dari bertahan ke menyerang. Karakter itulah yang dinilai Ancelotti wajib diwaspadai agar Brasil tidak mengalami kesulitan saat menguasai jalannya pertandingan.

Duel Brasil kontra Jepang diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling menarik di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Di atas kertas, Brasil memang lebih diunggulkan berkat kedalaman skuad dan pengalaman para pemainnya. Namun Ancelotti memastikan timnya tidak akan lengah menghadapi wakil Asia tersebut.

(Sumber: CBF)