GEBRAK.ID, PANGKALPINANG – Penantian panjang selama 36 tahun akhirnya berakhir bagi keluarga besar SMP Negeri 9 Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung. Sekolah yang berdiri sejak 1990 itu kini tampil dengan wajah baru setelah mendapatkan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Perubahan tersebut disambut penuh rasa syukur oleh para siswa. Salah satunya Naswa Amanda yang mengaku kini bisa belajar di lingkungan yang jauh lebih aman, nyaman, dan menyenangkan dibandingkan sebelumnya.
"Sebagai perwakilan murid, saya mengucapkan terima kasih atas program revitalisasi sekolah kami. Sekarang sekolah kami menjadi jauh lebih baik, aman, nyaman, bersih, dan proses belajar menjadi lebih menyenangkan," ujar Naswa saat peresmian revitalisasi sekolah di Pangkalpinang, Jumat (3/7/2026).
Naswa masih mengingat betul kondisi sekolah sebelum direnovasi. Selama puluhan tahun, sejumlah ruang kelas mengalami kerusakan serius. Bahkan, plafon beberapa ruangan sempat roboh sehingga membahayakan keselamatan warga sekolah.
Tak hanya ruang belajar, fasilitas penunjang seperti toilet juga berada dalam kondisi memprihatinkan. Lantai retak, kloset rusak, hingga pintu yang tidak layak pakai menjadi pemandangan sehari-hari.
Kini, kondisi tersebut berubah total.
"Sekarang semuanya berubah berkat bantuan dari Bapak Menteri dan Bapak Presiden. Saya dan teman-teman sekarang bisa belajar di kelas yang nyaman dan bagus," kata Naswa.
Selain menikmati fasilitas sekolah yang lebih layak, Naswa juga menjadi salah satu penerima Program Indonesia Pintar (PIP). Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu keluarganya dalam memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah.
"Dulu kalau butuh perlengkapan sekolah kami sering memikirkan biayanya. Sekarang sudah ada PIP yang membantu. Saya jadi bisa belajar lebih fokus dan semangat. Saya berjanji akan rajin belajar supaya nanti bisa meraih cita-cita menjadi Polwan," ungkap Naswa.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti meresmikan hasil Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025 sekaligus menyerahkan pelaksanaan Program Revitalisasi Tahun 2026 bagi Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka Tengah.
Abdul Mu'ti menegaskan bahwa revitalisasi sekolah merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional melalui penyediaan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan nyaman bagi peserta didik.
"Ini semua adalah bagian dari upaya kami untuk meningkatkan kualitas pendidikan," kata Abdul Mu'ti.
Data Kemendikdasmen menunjukkan, sepanjang 2025 pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp99,3 miliar untuk merevitalisasi 101 satuan pendidikan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Sementara pada 2026, revitalisasi terus berlanjut dengan alokasi sementara sebesar Rp44 miliar yang akan digunakan untuk memperbaiki 49 satuan pendidikan. Jumlah tersebut masih dapat berubah seiring proses verifikasi dan validasi sekolah penerima bantuan.
Selain membenahi infrastruktur fisik sekolah, pemerintah juga terus mendorong transformasi pembelajaran melalui Program Digitalisasi Pembelajaran.
Sepanjang 2025, Kemendikdasmen telah mendistribusikan 288.865 perangkat Interactive Flat Panel (IFP) ke berbagai sekolah di Indonesia. Perangkat tersebut disertai pelatihan bagi para guru agar teknologi dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam proses belajar mengajar.
Untuk sekolah yang belum memiliki akses internet, pemerintah juga menyediakan layanan konektivitas berbasis Starlink sehingga perangkat digital tetap dapat digunakan secara optimal.
Menurut Abdul Mu'ti, hasil pemantauan di berbagai daerah menunjukkan penggunaan teknologi pendidikan mampu meningkatkan kualitas proses belajar sekaligus memacu motivasi peserta didik.
"Monitoring kami di banyak sekolah menunjukkan adanya peningkatan kualitas pembelajaran dan motivasi belajar murid karena proses belajar menjadi lebih interaktif dan hidup. Dengan pembelajaran yang semakin baik, kualitas pendidikan juga akan semakin meningkat," tutup Abdul Mu'ti.
(Sumber: Kemendikdasmen)
