Doktor Metalurgi UI Ubah Limbah Sekam Padi Jadi Bahan Baterai Mobil Listrik, Berpotensi Perkuat Industri EV Nasional

Doktor Departemen Teknik Metalurgi dan Material dari Fakultas Teknik (FTUI), Fiona Angellinnov. (Foto: Humas UI)
Editor: Devona R

GEBRAK.ID, DEPOK – Limbah sekam padi yang selama ini kerap dianggap sebagai sisa hasil pertanian ternyata menyimpan potensi besar bagi masa depan industri kendaraan listrik Indonesia. Universitas Indonesia (UI) berhasil mengembangkan pemanfaatan sekam padi sebagai material pendukung baterai mobil listrik melalui riset doktoral yang berfokus pada peningkatan performa baterai ion litium.

Inovasi tersebut dipaparkan oleh lulusan Program Doktor Departemen Teknik Metalurgi dan Material Fakultas Teknik UI, Fiona Angellinnov, melalui disertasi bertajuk "Pemanfaatan Sekam Padi sebagai Sumber Karbon dan Silika untuk Memodifikasi NMC811 Berdoping Natrium Sebagai Katoda Baterai Ion Litium".

Penelitian itu menawarkan pendekatan baru dengan mengolah limbah sekam padi menjadi material karbon dan silika yang kemudian digunakan untuk meningkatkan kualitas katoda baterai ion litium.

Menurut Fiona, Indonesia memiliki potensi biomassa yang sangat besar sehingga pemanfaatannya perlu terus dikembangkan untuk mendukung industri energi bersih di masa mendatang.

"Indonesia memiliki sumber biomassa yang sangat melimpah, salah satunya sekam padi. Saya berharap penelitian ini dapat menjadi langkah awal dalam pemanfaatan sumber daya lokal untuk mendukung pengembangan baterai generasi mendatang dan memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional," ujar Fiona di Kampus UI Depok, Selasa (7/7/2026).

Dalam penelitiannya, sekam padi diolah menjadi silika dan karbon yang digunakan untuk memodifikasi material katoda NMC811 atau Lithium Nickel Manganese Cobalt Oxide yang telah didoping natrium.

Hasil pengujian menunjukkan rekayasa material tersebut mampu meningkatkan stabilitas struktur sekaligus memperbaiki performa elektrokimia katoda. Dengan demikian, baterai yang dihasilkan berpotensi memiliki efisiensi lebih tinggi, usia pakai lebih panjang, serta lebih ramah terhadap lingkungan.

Temuan Fiona tersebut juga membuka peluang baru dalam pemanfaatan limbah pertanian sebagai bahan baku industri teknologi tinggi. Selain memberikan nilai tambah pada hasil samping sektor pertanian, inovasi ini dinilai mampu mendukung penguatan rantai pasok bahan baku baterai nasional.

Dekan Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, menilai penelitian tersebut mencerminkan arah pengembangan riset kampus yang tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan strategis Indonesia.

"Pemanfaatan limbah sekam padi untuk meningkatkan performa material baterai merupakan contoh nyata bagaimana penelitian dapat mengintegrasikan aspek keberlanjutan, inovasi teknologi, dan pemanfaatan sumber daya lokal. Riset seperti ini diarahkan untuk menjawab kebutuhan strategis bangsa, termasuk pengembangan ekosistem baterai dan kendaraan listrik yang menjadi agenda prioritas Indonesia menuju transisi energi berkelanjutan," kata Prof. Kemas.

Sejalan dengan target pemerintah mempercepat transisi menuju energi bersih, pengembangan teknologi baterai menjadi salah satu sektor yang terus didorong. Indonesia sendiri memiliki potensi besar sebagai pemain utama industri baterai kendaraan listrik karena didukung ketersediaan sumber daya mineral dan biomassa yang melimpah.

Melalui inovasi ini, Universitas Indonesia menegaskan komitmennya dalam menghasilkan riset yang tidak hanya bernilai ilmiah, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pembangunan industri nasional, hilirisasi sumber daya lokal, serta pengembangan teknologi ramah lingkungan.

(Sumber: Humas UI)