Editor Kadokawa Ungkap Rahasia Menjadi Mangaka Sukses di Jepang, Karakter Lebih Penting daripada Ide Cerita

Editor Kadokawa Ungkap Rahasia Menjadi Mangaka Sukses di Jepang, Karakter Lebih Penting daripada Ide Cerita. (Foto: A Destructive God Sits Next to Me manga volume 1 karya Arata Aki).
 

Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID--  Pertanyaan itu menjadi salah satu topik utama dalam sesi diskusi di Anime Expo yang menghadirkan Noboru Segawa, Direktur sekaligus Editor-in-Chief Global Comics Department Kadokawa. Dalam sesi yang dipandu jurnalis manga Deb Aoki, Segawa membagikan berbagai pengalaman yang ia kumpulkan selama lebih dari dua dekade bekerja sebagai editor manga profesional.

Segawa membuka sesi dengan memberikan semangat kepada para kreator dari berbagai negara. Menurutnya, industri manga Jepang kini semakin terbuka terhadap talenta internasional. 

Ia mencontohkan sejumlah pemenang kompetisi manga Kadokawa yang berasal dari luar Jepang, termasuk kreator asal India dengan karya Kung Fu Kung Fool dan kreator asal Vietnam lewat manga Cry or the Witch Will Come. Hal tersebut menunjukkan bahwa asal negara bukan lagi penghalang utama untuk memasuki industri manga Jepang.

Salah satu pesan pertama yang ditekankan Segawa adalah agar para kreator tidak terburu-buru mengejar kesuksesan. Menurutnya, banyak mangaka yang membutuhkan waktu bertahun-tahun sebelum akhirnya menemukan karya yang benar-benar diterima pasar.

Ia mencontohkan mangaka Arata Aki yang baru meraih popularitas luas melalui manga keempatnya, A Destructive God Sits Next to Me. Kesuksesan tersebut bukan terjadi secara instan, melainkan hasil dari proses panjang dalam memahami kebutuhan pasar sekaligus terus mengembangkan kemampuan berkarya.

Meski memahami tren pasar dianggap penting, Segawa menilai bahwa setiap kreator tetap harus mempertahankan identitas dan ciri khasnya sendiri. Editor biasanya akan berusaha memasangkan mangaka dengan editor yang memiliki kecocokan dalam cara bekerja maupun preferensi genre. Karena itu, memiliki sudut pandang yang unik menjadi nilai tambah yang sangat diperhitungkan oleh penerbit.

Namun, di antara seluruh aspek pembuatan manga, Segawa menilai bahwa penciptaan karakter merupakan elemen yang paling menentukan keberhasilan sebuah seri. Menurutnya, pembaca manga di Jepang cenderung membangun hubungan emosional dengan karakter, sehingga tokoh yang menarik sering kali menjadi alasan utama seseorang mengikuti sebuah cerita.

Ia menjelaskan bahwa karakter ideal bukan hanya memiliki desain yang mudah dikenali, tetapi juga latar belakang, kepribadian, kelemahan, dan konflik yang membuat pembaca dapat berempati. Popularitas karakter di berbagai produk seperti merchandise maupun cosplay juga menjadi bukti bahwa tokoh yang kuat sering kali memiliki daya tarik lebih besar dibandingkan sekadar alur cerita yang menarik.

Selain karakter, hubungan antara mangaka dan editor juga menjadi faktor yang tidak kalah penting. Segawa menekankan pentingnya membangun komunikasi yang didasari rasa saling percaya. Menurutnya, editor bukan sekadar memberikan kritik, tetapi juga menjadi partner kreatif yang membantu mengembangkan sebuah karya.

Ia juga menjelaskan bahwa calon mangaka sebaiknya memanfaatkan kesempatan mengikuti sesi mochikomi, yaitu konsultasi langsung dengan editor melalui peninjauan portofolio. Dalam sesi tersebut, kreator dapat menunjukkan naskah, storyboard, maupun halaman manga yang sedang dikerjakan untuk memperoleh masukan sekaligus mengetahui apakah mereka cocok bekerja sama dengan editor tertentu. Segawa mengingatkan agar kreator selalu menghargai kesempatan tersebut, termasuk dengan tidak membatalkan jadwal pertemuan secara mendadak karena dapat memberikan kesan yang buruk.

Menariknya, menurut Segawa, mangaka terbaik bukanlah mereka yang sekadar mengikuti semua saran editor. Kreator yang sukses justru mampu memahami alasan di balik setiap masukan, kemudian mengolahnya menjadi solusi sesuai gaya mereka sendiri. Dengan kata lain, kemampuan berpikir kritis dan mengembangkan ide secara mandiri jauh lebih dihargai daripada sekadar melakukan revisi tanpa memahami tujuan perubahan tersebut.

Sebagai penutup, Segawa mengingatkan bahwa mengejar impian menjadi mangaka juga harus dibarengi dengan sikap profesional, terutama dalam memenuhi tenggat waktu. Kreativitas memang penting, tetapi kemampuan menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal merupakan salah satu kualitas yang selalu dicari oleh penerbit.

Bagi kreator yang ingin mencoba menembus industri manga Jepang, Kadokawa saat ini menyediakan beberapa jalur resmi. Selain membuka sesi peninjauan portofolio secara langsung di berbagai negara, perusahaan juga menerima pengiriman karya secara daring dan rutin mengadakan Kadokawa World Manga Contest sebagai wadah bagi kreator dari seluruh dunia untuk menunjukkan kemampuan mereka.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, Kadokawa berharap semakin banyak talenta internasional yang mampu menembus industri manga Jepang. Pesan utama yang disampaikan Segawa pun cukup sederhana: kesuksesan tidak datang dalam semalam. Karakter yang kuat, kemauan untuk terus belajar, hubungan yang baik dengan editor, serta konsistensi dalam berkarya menjadi fondasi utama bagi siapa pun yang ingin meniti karier sebagai mangaka profesional.

(Sumber: Anime News Network 8 Juli2026)