Kapal Pertamina Pride Lolos dari Selat Hormuz, Bawa 2 Juta Barel Minyak ke Cilacap

 

Kapal tanker Pertamina Pride berhasil lolos dari Selat Hormuz setelah tertahan 3 bulan. Bawa 2 juta barel minyak, kapal kini melaju menuju Cilacap. ( Foto: pertamina) 

Editor: Dinar Kencana

GEBRAK.ID,JAKARTA -- Kabar baik datang dari PT Pertamina International Shipping (PIS). Kapal tanker raksasa Very Large Crude Carrier (VLCC) Pertamina Pride dipastikan telah berhasil melintasi Selat Hormuz dengan selamat, setelah tertahan lebih dari tiga bulan akibat konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah. 

Keberhasilan ini menyusul kapal PIS lainnya, MT Gamsunoro, yang lebih dulu berhasil melewati jalur perairan kritis tersebut pada akhir Juni lalu. Kini, kedua kapal milik PIS yang tertahan sejak Maret 2026 dapat kembali melanjutkan perjalanan dan beroperasi seperti biasa. 

Lintasi Area Kritis, Awak Kapal Dilaporkan Selamat

Pelaksana Tugas (Pjs) Corporate Secretary PIS, Vega Pita, menjelaskan bahwa Pertamina Pride mulai bergerak dari Teluk Arab pada Selasa (7/7) pukul 13.00 waktu Dubai atau 16.00 WIB. Kapal tersebut kemudian berhasil melintasi area kritikal dan Selat Hormuz pada Rabu (8/7) dini hari pukul 00.15 WIB. 

"Kami menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Luar Negeri, Kedutaan Besar RI di Tehran, dan seluruh pihak atas dukungannya selama ini," ujar Vega dalam keterangan resminya, Kamis (9/7). 

Sepanjang pelayaran, kapal dipantau selama 24 jam penuh. Awak kapal di laut terus berkoordinasi dengan tim di darat yang bersiaga di crisis center PIS untuk memastikan keamanan pelayaran. Vega memastikan seluruh awak kapal Pertamina Pride berada dalam kondisi aman dan selamat. 

Perjalanan Penuh Perhitungan dan Risiko Ketat

Keberhasilan ini bukan tanpa perjuangan. Sama seperti Kapal Gamsunoro, pemilihan waktu dan rute Pertamina Pride untuk melintasi Selat Hormuz telah melalui pembahasan dan penilaian risiko yang sangat ketat. 

PIS mencatat puluhan persyaratan yang harus dipenuhi sebelum kapal diputuskan dapat bergerak. Mulai dari aspek asuransi, teknis dan operasional, keamanan, hingga kesiapan kru, semua dievaluasi secara mendalam. Hal ini menunjukkan mitigasi risiko dan pemantauan operasional yang dilakukan PIS berjalan efektif dalam menjaga keselamatan pelayaran di tengah dinamika kawasan. 

Jaga Ketahanan Energi Nasional

Kapal tanker berkapasitas 2 juta barel minyak mentah ini kini langsung melanjutkan perjalanan menuju Cilacap, Jawa Tengah, untuk mengantarkan muatan dan menjaga ketahanan energi nasional. 

Berdasarkan estimasi, Pertamina Pride diperkirakan akan menempuh perjalanan selama 15 hari dan dijadwalkan tiba di Indonesia pada 23 Juli 2026 mendatang. 

"Dengan keluarnya kedua kapal ini, PIS menyampaikan terima kasih atas doa, dukungan, dan perhatian dari seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan," tutup Vega. 

PIS juga menegaskan komitmennya untuk terus memantau secara intensif kondisi keamanan di jalur pelayaran internasional serta berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan keselamatan awak kapal, keamanan muatan, dan kelancaran distribusi energi nasional. 

( berbagai sumber)