Kia Tarik Hampir 500 Ribu SUV Telluride, Masalah Jok Elektrik Berisiko Picu Kebakaran

Produsen otomotif asal Korea Selatan, Kia, kembali melakukan penarikan (recall) besar-besaran terhadap hampir 500 ribu unit SUV Telluride di Amerika Serikat (AS). (Foto: Kia)
Editor: A. Rayyan K

GEBRAK.ID – Produsen otomotif asal Korea Selatan, Kia, kembali melakukan penarikan (recall) besar-besaran terhadap hampir 500 ribu unit SUV Telluride di Amerika Serikat (AS). Langkah ini diambil setelah ditemukan potensi gangguan pada motor penggerak jok elektrik yang dapat mengalami panas berlebih hingga memicu kebakaran.

Recall tersebut berlaku untuk Kia Telluride model tahun 2020 hingga 2024 yang dilengkapi sistem pengaturan jok elektrik (power seat).

Berdasarkan laporan yang dirilis otoritas keselamatan kendaraan di Amerika Serikat, sakelar pengatur jok elektrik berpotensi mengalami kerusakan akibat benturan dari luar. Jika sakelar bergeser, terlepas, atau rusak, motor penggerak jok dapat terus bekerja tanpa henti sehingga menimbulkan panas berlebih.

Kondisi tersebut meningkatkan risiko munculnya asap hingga kebakaran pada bagian kursi kendaraan.

Laporan Motor1 pada Sabtu (11/7/2026) menyebutkan bahwa penarikan ini merupakan tindak lanjut dari kasus serupa yang sempat ditangani Kia pada pertengahan 2024.

Saat itu, pabrikan mencoba mengatasi masalah dengan memasang braket tambahan untuk memperkuat sakelar serta mengganti kenop pengatur jok dengan desain baru. Namun, solusi tersebut ternyata belum sepenuhnya efektif.

Pada Oktober 2024, Kia kembali menerima laporan mengenai kendaraan yang telah diperbaiki tetapi tetap mengalami kebakaran pada bagian jok.

Kasus serupa kembali ditemukan pada April dan Mei 2025. Temuan itu mendorong perusahaan melakukan investigasi lebih mendalam terhadap komponen sakelar jok.

Hasil pemeriksaan menggunakan sinar-X menunjukkan adanya sakelar internal yang tidak sejajar serta pelat belakang yang terlepas.

Selama beberapa bulan berikutnya, tim insinyur Kia melakukan evaluasi terhadap sejumlah kendaraan yang telah menjalani perbaikan sebelumnya.

Dari hasil investigasi, perusahaan menduga sebagian dealer hanya memperkuat penutup sakelar jok tanpa benar-benar mengganti komponen yang bermasalah, sehingga potensi kerusakan masih tetap ada.

Kia mencatat, sepanjang periode Oktober 2024 hingga April 2026 telah terjadi sedikitnya tujuh insiden kebakaran kursi dan 11 kasus motor penggerak jok mengalami panas berlebih.

Meski belum ada laporan korban jiwa, perusahaan memutuskan melakukan recall sebagai langkah pencegahan demi menjaga keselamatan konsumen.

Pemilik kendaraan yang terdampak diminta segera membawa mobilnya ke dealer resmi apabila menemukan gejala seperti kenop pengatur jok yang macet, muncul bau gosong, bagian jok meleleh, atau terlihat asap dari area kursi.

Sebagai solusi terbaru, Kia akan memasang sekering elektronik (electronic fuse) yang dirancang untuk menghentikan kerja motor jok secara otomatis apabila terjadi kerusakan pada sakelar. Sistem ini diharapkan dapat mencegah motor bekerja terus-menerus dan mengurangi risiko terjadinya kebakaran.

Recall menjadi prosedur umum di industri otomotif global ketika produsen menemukan potensi cacat yang dapat memengaruhi keselamatan pengguna. Perbaikan terhadap kendaraan yang terdampak biasanya dilakukan tanpa dipungut biaya sebagai bentuk tanggung jawab produsen kepada konsumen.

(Sumber: Motor1)