Festival Budaya Latin di Toronto Berubah Mencekam, Penembakan Tewaskan 2 Orang dan Lukai 6 Pengunjung

Festival budaya Latin terbesar di Kanada, Salsa on St. Clair, berubah menjadi kepanikan setelah insiden penembakan terjadi di tengah ribuan pengunjung di Toronto, Sabtu (11/7/2026) malam waktu setempat. (Foto: Pixabay)
Editor: A. Rayyan K

GEBRAK.ID – Festival budaya Latin terbesar di Kanada, Salsa on St. Clair, berubah menjadi kepanikan setelah insiden penembakan terjadi di tengah ribuan pengunjung di Toronto, Sabtu (11/7/2026) malam waktu setempat. Peristiwa tersebut menewaskan dua orang dan menyebabkan sedikitnya enam lainnya mengalami luka-luka.

Insiden terjadi sekitar pukul 20.00 waktu setempat di kawasan St. Clair Avenue West dan Arlington Avenue, saat festival yang dipadati keluarga, anak-anak, hingga lansia sedang berlangsung.

Kepolisian Toronto langsung mengerahkan personel ke lokasi setelah menerima laporan adanya suara tembakan.

Wakil Kepala Kepolisian Toronto Frank Barredo mengatakan penyelidikan awal menunjukkan penembakan terjadi akibat aksi saling tembak antara beberapa orang yang diduga memang saling menargetkan.

"Pada tahap awal penyelidikan, kami meyakini insiden ini melibatkan beberapa pelaku yang saling menyerang," kata Barredo kepada awak media.

Satu korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara korban lainnya mengembuskan napas terakhir setelah sempat mendapat perawatan di rumah sakit. Hingga kini identitas kedua korban belum diumumkan kepada publik.

Selain dua korban tewas, enam orang lainnya mengalami luka-luka. Empat korban sempat dilaporkan menderita luka serius dan menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Belum Ada Pelaku yang Ditangkap

Hingga Minggu (12/7/2026), polisi masih memburu para pelaku yang terlibat dalam penembakan tersebut.

Sebelumnya, aparat sempat mengeluarkan peringatan mengenai kemungkinan adanya penembak aktif di lokasi. Namun, setelah penyelidikan berkembang, kepolisian menyatakan informasi tersebut belum dapat dipastikan.

"Peringatan itu kami keluarkan karena pada saat-saat awal kami belum mengetahui secara pasti situasi yang sedang berlangsung," ujar Barredo.

Ia menambahkan, polisi telah mengamankan dua senjata api dan saat ini melakukan penyelidikan di tiga titik lokasi yang diduga berkaitan dengan insiden tersebut.

Menurut Barredo, proses investigasi cukup kompleks mengingat ribuan orang berada di lokasi ketika penembakan terjadi. Polisi kini mengumpulkan rekaman video serta keterangan dari banyak saksi.

Pengunjung Berlarian Menyelamatkan Diri

Sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan suasana mencekam setelah suara tembakan terdengar. Para pengunjung tampak berlarian meninggalkan lokasi melalui jalan utama maupun gang-gang di sekitar area festival.

Petugas kepolisian dan tim medis segera mengevakuasi korban serta memberikan pertolongan darurat di lokasi kejadian.

Beberapa saksi mata kepada media lokal mengaku situasi berubah kacau hanya dalam hitungan detik. Banyak pengunjung panik, bahkan ada yang terjatuh dan terinjak saat berusaha menyelamatkan diri.

Wali Kota Toronto Olivia Chow mengecam keras aksi kekerasan tersebut. Ia menyebut penembakan di tengah festival yang dipenuhi keluarga sebagai tindakan yang sangat sembrono dan tidak bertanggung jawab.

Perdana Menteri Kanada Mark Carney juga menyampaikan rasa terkejut atas tragedi tersebut. Ia mengucapkan belasungkawa kepada keluarga korban sekaligus mengapresiasi respons cepat aparat kepolisian dan petugas tanggap darurat yang menangani situasi di lapangan.

Sebagai informasi, Salsa on St. Clair merupakan festival jalanan tahunan yang digelar selama dua hari dan dikenal sebagai festival budaya Latin terbesar di Kanada. Acara ini setiap tahun menarik ribuan pengunjung dari berbagai daerah untuk menikmati pertunjukan musik, tari, kuliner, dan budaya Amerika Latin.

Hingga saat ini, penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap motif penembakan dan mengidentifikasi seluruh pelaku yang terlibat.

(Sumber: Anadolu)