KRL Rangkasbitung Bakal Pakai 12 Gerbong pada 2027, KAI Janji Penumpang Tak Lagi Berdesakan

 

KAI menyiapkan KRL Rangkasbitung 12 gerbong mulai 2027 lewat peningkatan listrik dan persinyalan untuk mengurangi kepadatan penumpang. ( Foto: ist) 


Editor: Dinar Kencana

GEBRAK.ID,JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menjadikan peningkatan kapasitas layanan KRL Commuter Line Tanah Abang–Rangkasbitung atau Green Line sebagai salah satu proyek prioritas. Upaya tersebut dilakukan untuk mengatasi kepadatan penumpang yang selama ini menjadi keluhan utama pengguna jalur tersebut.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan, perusahaan akan memulai penguatan infrastruktur dengan menghadirkan rangkaian 12 kereta (SF12), meningkatkan kapasitas listrik aliran atas (LAA), serta memodernisasi sistem persinyalan.

"Itu prioritas kita. Kemudian paling cepat itu adalah kita masukkan SF12 dulu, listriknya kita naikin yang di line Rangkas," ujar Bobby saat berbincang dengan wartawan di Kereta Wisata rute Yogyakarta–Jakarta, Rabu (8/7/2026). 

Menurut Bobby, seluruh pekerjaan tersebut ditargetkan mulai terealisasi pada 2027 sehingga kapasitas angkut KRL Green Line dapat meningkat secara signifikan.

Kepadatan Green Line Jadi yang Tertinggi

Jalur Tanah Abang–Rangkasbitung saat ini menjadi lintas KRL dengan tingkat kepadatan tertinggi di wilayah Jabodetabek.

Dalam rapat bersama DPR beberapa waktu lalu, Bobby mengungkapkan okupansi pada jam sibuk telah mencapai sekitar 161 persen. Artinya, jumlah penumpang jauh melebihi kapasitas ideal rangkaian kereta.

Ia bahkan menggambarkan kondisi tersebut setara dengan sekitar delapan orang berada dalam ruang seluas satu meter persegi di dalam kereta saat jam berangkat dan pulang kerja. 

Kondisi tersebut menjadi alasan utama KAI mempercepat peningkatan kapasitas Green Line dibanding lintas lainnya.

Tambah 11 Gardu Traksi

Agar KRL 12 gerbong dapat dioperasikan, infrastruktur kelistrikan harus lebih dulu diperkuat.

Saat ini jalur Green Line masih menggunakan sistem listrik yang belum mampu menopang operasional rangkaian SF12 secara penuh. Karena itu, KAI bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan menyiapkan pembangunan 11 gardu traksi baru untuk meningkatkan pasokan listrik aliran atas.

Selain itu, sistem persinyalan juga akan dimodernisasi agar jarak antarperjalanan (headway) dapat dipersingkat sehingga frekuensi perjalanan KRL menjadi lebih banyak. 

Penumpang Terus Meningkat

Lonjakan jumlah pengguna Green Line menjadi tantangan tersendiri bagi operator.

Data KAI menunjukkan jumlah pelanggan lintas Rangkasbitung terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Setelah melayani sekitar 43,3 juta penumpang pada 2022, jumlah tersebut naik menjadi 62 juta pada 2023, hampir 70 juta pada 2024, dan menembus 77,5 juta pelanggan sepanjang 2025.

Sementara hingga Mei 2026 saja, jumlah pengguna telah mencapai lebih dari 33 juta penumpang. 

Diharapkan Kurangi Kepadatan

Dengan hadirnya rangkaian SF12, kapasitas setiap perjalanan akan meningkat dibanding rangkaian delapan maupun 10 kereta yang saat ini masih mendominasi layanan Green Line.

Peningkatan kapasitas tersebut diharapkan membuat penumpang lebih nyaman, mengurangi kepadatan pada jam sibuk, sekaligus meningkatkan keandalan layanan transportasi massal bagi masyarakat yang setiap hari beraktivitas dari kawasan Banten menuju Jakarta dan sebaliknya.

Apabila seluruh peningkatan infrastruktur selesai sesuai target pada 2027, jalur Tanah Abang–Rangkasbitung akan menjadi salah satu lintas KRL dengan kapasitas layanan yang jauh lebih besar dibanding kondisi saat ini. 

( berbagai sumber)