Marinir TNI AL Bikin Kagum US Marine di RIMPAC 2026, Aksi Menembak Serda Agus Tuai Penghargaan

Serda Marinir Agus Supriyanto (kiri) menerima pujian dari Commanding Officer 2nd Battalion, 7th Marines, U.S. Marine Corps, Lieutenant Colonel C. A. Elsasser saat ajang latihan menembak di Range 1, Marine Corps Base Hawaii, Rabu (1/7/2026). (Foto: Pen Marinir)
Editor: A. Rayyan K

GEBRAK.ID, JAKARTA – Kemampuan prajurit Korps Marinir TNI Angkatan Laut kembali mendapat pengakuan di panggung internasional. Dalam ajang latihan militer multinasional Rim of the Pacific Exercise (RIMPAC) 2026 di Hawaii, Amerika Serikat (AS), salah satu personel Marinir TNI AL sukses mencuri perhatian Korps Marinir Amerika Serikat (US Marine Corps) berkat kemampuan menembaknya yang impresif.

Prestasi tersebut diraih Serda Marinir Agus Supriyanto saat mengikuti latihan menembak di Range 1, Marine Corps Base Hawaii, Rabu (1/7/2026). Kegiatan itu merupakan bagian dari rangkaian latihan perang maritim terbesar di dunia yang diikuti puluhan negara.

Dalam sesi latihan tersebut, Agus berhasil menempatkan 23 dari 30 peluru tepat pada titik sasaran yang sama. Akurasi tinggi itu membuat para instruktur dan personel US Marine memberikan apresiasi khusus.

Atas pencapaiannya, Commanding Officer 2nd Battalion, 7th Marines, U.S. Marine Corps, Letnan Kolonel C.A. Elsasser, menyerahkan penghargaan berupa Challenge Coin, sebuah simbol kehormatan yang lazim diberikan kepada prajurit berprestasi di lingkungan militer Amerika Serikat.

Saat menyerahkan penghargaan tersebut, Elsasser secara langsung memuji kemampuan prajurit Indonesia.

"Indonesian Marines, you are killer!" ujar Elsasser kepada Serda Marinir Agus Supriyanto, sebagaimana diabadikan dalam dokumentasi resmi kontingen Marinir Indonesia di RIMPAC 2026.

Momen itu pun menjadi perhatian karena menunjukkan pengakuan dari salah satu korps marinir paling berpengaruh di dunia terhadap kemampuan prajurit Indonesia.

Komandan Unsur Tugas (Dan UT) Marinir RIMPAC 2026, Letkol Marinir Huda Prawira Soemarto, mengatakan pencapaian tersebut bukanlah hasil yang datang secara instan. Menurutnya, keberhasilan itu merupakan buah dari latihan intensif yang telah dijalani prajurit Marinir TNI AL sebelum diberangkatkan mengikuti RIMPAC.

"Prestasi ini sekaligus menjadi bukti bahwa prajurit Marinir Indonesia mampu bersaing, berprestasi, dan memperoleh pengakuan dari militer dunia dalam forum latihan internasional," ujar Huda.

Meski demikian, Huda menegaskan keberhasilan tersebut tidak membuat Korps Marinir cepat berpuas diri. Sebaliknya, pencapaian ini akan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan tempur, profesionalisme, dan kesiapan menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.

Menurut Huda, peningkatan kemampuan personel menjadi bagian penting dalam memperkuat pertahanan negara sekaligus menjaga nama baik Indonesia di berbagai forum militer internasional.

RIMPAC merupakan latihan perang maritim internasional terbesar di dunia yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali oleh Amerika Serikat. Latihan ini mempertemukan angkatan laut dan korps marinir dari berbagai negara untuk meningkatkan interoperabilitas, kemampuan operasi gabungan, serta memperkuat kerja sama keamanan maritim.

RIMPAC 2026 berlangsung mulai 24 Juni hingga 31 Juli 2026 dengan berbagai skenario latihan yang mencakup operasi darat, laut, dan udara.

Sejak pembukaan latihan, kontingen Marinir TNI AL telah mengikuti sejumlah agenda penting, di antaranya latihan pertempuran jarak dekat (close quarter battle), operasi serangan melalui udara, hingga latihan menembak bersama personel militer dari berbagai negara.

Keikutsertaan Indonesia dalam latihan ini menjadi salah satu upaya memperkuat profesionalisme prajurit sekaligus memperluas kerja sama pertahanan dengan negara-negara sahabat. Pengakuan yang diterima Serda Marinir Agus Supriyanto pun menjadi bukti bahwa kemampuan prajurit Indonesia mampu bersaing di tingkat global.

(Sumber: Pen Marinir)