Purbaya Bocorkan Prabowo Bakal Rombak Kopdes Merah Putih, Anggaran Rp240 Triliun Disebut Melenceng dari Desain Awal

 

Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap Prabowo bakal merombak program Kopdes Merah Putih karena dinilai melenceng dari desain awal. ( Foto: ist) 


Editor: Dinar Kencana

GEBRAK.ID,JAKARTA– Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengisyaratkan Presiden Prabowo Subianto akan melakukan evaluasi besar-besaran terhadap pelaksanaan program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih. Menurutnya, ada sejumlah pelaksanaan program yang berkembang di luar rancangan awal pemerintah.

Pernyataan itu disampaikan Purbaya saat wawancara di kanal YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo yang tayang pada Kamis (2/7).

"Terus yang koperasi (Merah Putih) mungkin juga sebentar lagi akan diobrak-abrik oleh Bapak Presiden," kata Purbaya. 

Purbaya menjelaskan, desain awal program Kopdes Merah Putih sebenarnya telah disusun dengan skema pembiayaan jangka panjang. Pemerintah mengalokasikan total anggaran Rp240 triliun untuk pembangunan sekitar 80 ribu koperasi selama enam tahun.

Artinya, pemerintah menyiapkan sekitar Rp40 triliun setiap tahun yang bersumber dari dana desa untuk mencicil pembangunan koperasi tersebut.

"Dana koperasi itu Rp240 triliun untuk 80 ribu koperasi. Itu untuk enam tahun. Saya bayar Rp40 triliun setiap tahun. Desain awal seperti itu," ujarnya.

Namun, menurut Purbaya, dalam pelaksanaannya muncul berbagai kebijakan tambahan yang disebut tidak pernah menjadi bagian dari rancangan awal dan bahkan tidak diketahui Presiden maupun dirinya sebagai Menteri Keuangan.

"Ada beberapa orang yang over kreatif. Bikin ini, bikin itu, yang sebetulnya enggak pernah diketahui Bapak Presiden, paling enggak saya. Itu akan dikendalikan," tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah akan melakukan penataan ulang terhadap implementasi program strategis tersebut agar kembali sesuai dengan konsep awal yang telah dirancang.

Target operasional diturunkan

Di tengah evaluasi itu, pemerintah juga telah merevisi target operasional Kopdes Merah Putih. Semula ditargetkan sebanyak 80 ribu koperasi dapat beroperasi, namun kini target realistis pada 2026 diturunkan menjadi sekitar 40 ribu koperasi. Penyesuaian dilakukan karena pemerintah ingin memastikan kesiapan bangunan, manajemen, studi kelayakan, hingga model bisnis setiap koperasi sebelum dioperasikan. 

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan perubahan target tersebut bukan berarti program diperlambat, melainkan agar kualitas operasional koperasi lebih terjamin.

Menurut Ferry, hingga kini ribuan bangunan Kopdes telah selesai dibangun, sementara puluhan ribu lainnya masih dalam tahap konstruksi. Pemerintah juga tengah menyiapkan regulasi operasional, perekrutan manajer koperasi, serta penyusunan studi kelayakan bagi masing-masing unit koperasi. 

Sorotan soal lokasi pembangunan

Program Kopdes Merah Putih belakangan juga menjadi perhatian publik setelah muncul keluhan di media sosial mengenai sejumlah lokasi pembangunan gedung koperasi yang dinilai jauh dari permukiman warga dan kurang strategis.

Menanggapi hal tersebut, Ferry Juliantono menyatakan jumlah lokasi yang dipersoalkan sangat kecil dibandingkan total pembangunan koperasi di seluruh Indonesia.

Ia menyebut titik yang ramai diperbincangkan di media sosial jumlahnya tidak sampai sepuluh lokasi.

Ferry menegaskan penentuan lokasi pembangunan bukan keputusan pemerintah pusat semata, melainkan telah melalui musyawarah bersama pemerintah desa dan masyarakat setempat sehingga diharapkan sesuai dengan kebutuhan masing-masing wilayah. 

( berbagai sumber)