GEBRAK.ID, JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI resmi menetapkan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 dengan mengusung tema MPLS Ramah.
Berbeda dengan masa orientasi sekolah pada tahun-tahun sebelumnya, MPLS 2026 dirancang tidak hanya untuk mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga membangun karakter, kebiasaan hidup sehat, serta menciptakan suasana belajar yang aman dan menyenangkan bagi peserta didik baru.
Berdasarkan Buku Rujukan MPLS Ramah yang diterbitkan Kemendikdasmen, dan dikutip pada Minggu (5/7/2026) kegiatan MPLS untuk siswa Sekolah Dasar (SD) dilaksanakan selama lima hari pada pekan pertama masuk sekolah. Khusus sekolah berasrama, sekolah luar biasa (SLB), maupun satuan pendidikan layanan khusus, durasi kegiatan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
Usung Konsep Ramah dan Berkarakter
Kemendikdasmen menjelaskan, MPLS Ramah mengedepankan pendekatan yang menyenangkan, bebas dari praktik perpeloncoan, kekerasan, maupun tindakan yang merendahkan peserta didik.
Selama lima hari pelaksanaan, siswa baru akan mengikuti berbagai aktivitas yang bertujuan membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan sekolah sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter sejak hari pertama.
Materi utama yang diberikan meliputi Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Pagi Ceria, sopan santun bermedia sosial, budaya Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun (5S), Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, Indah (ASRI), hingga Gerakan Rukun Sama Teman.
Selain materi wajib tersebut, sekolah juga dapat menambahkan materi sesuai karakteristik dan kebutuhan masing-masing.
Jadwal Lengkap MPLS SD 2026
- Hari Pertama
Hari pertama difokuskan pada proses adaptasi siswa dengan lingkungan sekolah.
Kegiatan dimulai dengan penyambutan murid baru, dilanjutkan upacara bendera, pengenalan diri, berkenalan dengan guru dan teman sekelas, makan sehat bersama, tur keliling sekolah bertajuk "Menemukan Harta Karun", pengenalan kesiapsiagaan bencana, operasi semut untuk menjaga kebersihan kelas, refleksi, serta doa penutup.
- Hari Kedua
Pada hari kedua, siswa mulai dikenalkan dengan budaya hidup sehat melalui kegiatan Pagi Ceria yang dipadukan dengan pemeriksaan denyut jantung dan tes fleksibilitas tubuh.
Selain itu, peserta juga mengikuti kegiatan Sekolahku ASRI, memahami aturan sekolah melalui permainan edukatif, operasi semut, refleksi harian, serta doa bersama.
- Hari Ketiga
Memasuki hari ketiga, kegiatan lebih diarahkan pada proses pembelajaran.
Siswa mengikuti program "Jelajah Belajar Seru" untuk mengenal cara belajar di sekolah, dilanjutkan sesi storytelling mengenai Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang dikemas secara interaktif.
Kegiatan juga diselingi makan sehat, operasi semut, refleksi, dan doa penutup.
- Hari Keempat
Hari keempat berfokus pada pembentukan karakter dan keamanan peserta didik.
Materi yang diberikan meliputi pengenalan tata tertib sekolah, perlindungan fisik anak, etika bermedia digital, pembatasan penggunaan gim, hingga materi pilihan mengenai ciri khas sekolah atau edukasi bahaya narkotika dan obat-obatan terlarang.
Seperti hari-hari sebelumnya, kegiatan diawali dengan Pagi Ceria dan diakhiri refleksi serta doa bersama.
- Hari Kelima
Hari terakhir MPLS menjadi penutup sekaligus perayaan adaptasi siswa dengan lingkungan sekolah.
Kegiatan meliputi pengenalan kepanduan dan ekstrakurikuler, penyusunan komitmen bersama bertajuk "Sekolahku Aman dan Nyaman", unjuk minat dan bakat siswa, hingga acara penutupan yang dikemas dalam suasana ramah dan menyenangkan.
Seluruh rangkaian diakhiri dengan doa sebagai penutup kegiatan MPLS.
MPLS Bukan Lagi Ajang Perpeloncoan
Melalui konsep MPLS Ramah, pemerintah ingin memastikan masa pengenalan sekolah menjadi pengalaman pertama yang positif bagi peserta didik baru.
Sekolah diharapkan menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, serta mendukung perkembangan karakter anak tanpa adanya praktik intimidasi maupun perpeloncoan yang selama ini kerap menjadi sorotan.
Dengan pendekatan tersebut, siswa tidak hanya mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga mulai membangun kebiasaan hidup sehat, disiplin, peduli terhadap kebersihan, menghormati sesama, serta memahami pentingnya etika dalam kehidupan sehari-hari, termasuk saat menggunakan media digital.
(Sumber: MPLS Kemendikdasmen)
