Editor: Devona R
Gedung Tokopedia di Jakarta. (Foto: Tokopedia)
JAKARTA – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) memastikan langkah penyesuaian organisasi yang dilakukan PT Tokopedia tidak memberikan dampak material terhadap kinerja keuangan perseroan. Pernyataan ini disampaikan menyusul mencuatnya kabar pemutusan hubungan kerja (PHK) yang kembali terjadi di perusahaan e-commerce tersebut.
Melalui keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), GOTO menegaskan bahwa efisiensi yang dilakukan Tokopedia tidak akan memengaruhi bagian laba bersih yang diterima perseroan secara signifikan. Selain itu, layanan e-commerce yang diterima GOTO dari Tokopedia juga dipastikan tetap berjalan normal.
Direktur GOTO, Simon Tak Leung Ho, mengatakan bahwa berdasarkan estimasi perusahaan, dampak finansial dari penyesuaian organisasi di Tokopedia bersifat sangat terbatas.
"Khususnya terkait dengan berita mengenai rencana penyesuaian organisasi oleh PT Tokopedia, berdasarkan estimasi perseroan tidak terdapat dampak material terhadap bagian perseroan atas laba/(rugi) bersih PT Tokopedia. Tidak akan ada dampak apapun terhadap biaya layanan e-commerce yang diterima perseroan dari PT Tokopedia," ujar Simon dalam keterbukaan informasi BEI yang dikutip Sabtu (4/7/2026).
Saat ini, struktur kepemilikan Tokopedia didominasi oleh ByteDance, perusahaan induk TikTok, yang menguasai 75,01 persen saham. Sementara itu, GOTO masih memiliki 24,99 persen saham setelah transaksi strategis yang dilakukan pada akhir 2023.
Menurut GOTO, investasi di Tokopedia dicatat menggunakan metode ekuitas sesuai Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 228 mengenai investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama. Dengan skema tersebut, potensi dampak terhadap laporan keuangan perusahaan hanya terbatas pada pencatatan bagian laba atau rugi dari entitas asosiasi.
"Perseroan mencatatkan investasinya di PT Tokopedia menggunakan metode ekuitas sesuai dengan PSAK 228, investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama. Dengan demikian, kemungkinan adanya dampak keuangan terhadap perseroan hanya akan terbatas," jelas Simon.
JANGAN TERLEWATKAN GoTo Buka Suara Soal Isu PHK Tokopedia, Tegaskan Dampaknya ke Perusahaan Sangat Terbatas
Di sisi lain, manajemen TikTok membenarkan tengah melakukan penyelarasan organisasi, terutama pada divisi riset dan pengembangan atau research and development (R&D). Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang.
Meski demikian, TikTok tidak mengungkapkan secara rinci jumlah karyawan yang terdampak dalam proses efisiensi tersebut.
Juru Bicara TikTok menyatakan keputusan tersebut merupakan langkah yang sulit, namun diperlukan untuk mendukung keberlanjutan perusahaan.
"Ini bukan keputusan yang mudah, dan kami fokus untuk memberikan dukungan kepada rekan-rekan kami yang terdampak selama masa transisi ini," ujar Juru Bicara TikTok dalam keterangannya.
Pihak TikTok juga menegaskan bahwa penyesuaian organisasi difokuskan pada area yang dinilai mampu mendukung inovasi, meningkatkan daya saing, sekaligus memperkuat ekosistem kreator dan pelaku usaha yang memanfaatkan platform mereka.
"Kami tengah menyelaraskan organisasi riset dan pengembangan pada ranah yang dapat mendorong pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan bagi bisnis kami, komunitas kreator, dan penjual di platform kami," lanjutnya.
Kabar PHK di Tokopedia kembali menjadi perhatian publik setelah beredar unggahan di media sosial yang menyebut perusahaan hanya akan mempertahankan sekitar 10 persen karyawannya. Informasi tersebut pertama kali ramai diperbincangkan melalui akun Instagram @ecommurz.
Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari TikTok mengenai angka pasti jumlah pegawai yang terdampak. Namun, perusahaan memastikan bahwa proses restrukturisasi dilakukan sebagai bagian dari strategi bisnis dan bukan untuk menghentikan operasional Tokopedia.
Sejak mayoritas saham Tokopedia diambil alih ByteDance pada akhir 2023, perusahaan memang beberapa kali melakukan efisiensi organisasi alias PHK karyawan. Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari upaya integrasi bisnis antara Tokopedia dan TikTok Shop setelah keduanya bergabung untuk memperkuat posisi di industri perdagangan digital Indonesia yang persaingannya semakin ketat.
(Berbagai Sumber)