Rencana FIFA Jual Saham Piala Dunia Ditentang Liga-Liga Eropa, Dinilai Ancam Masa Depan Sepak Bola

Rencana Presiden FIFA Gianni Infantino untuk membuka peluang investasi swasta melalui penjualan saham pengelolaan Piala Dunia menuai penolakan keras dari Asosiasi Liga-Liga Eropa (European Leagues). (Foto: FIFA)
Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID, JAKARTA -- Rencana Presiden FIFA Gianni Infantino untuk membuka peluang investasi swasta melalui penjualan saham pengelolaan Piala Dunia menuai penolakan keras dari Asosiasi Liga-Liga Eropa (European Leagues). Organisasi yang menaungi berbagai liga profesional di Benua Biru itu menilai langkah tersebut berpotensi mengubah arah sepak bola dunia dan mengancam keberlangsungan ekosistem olahraga tersebut.

Dalam pernyataan resminya, European Leagues menyampaikan keberatan terhadap gagasan FIFA yang disebut akan melibatkan investor swasta dalam anak perusahaan baru yang nantinya mengelola hak komersial serta penyelenggaraan Piala Dunia.

Presiden European Leagues, Claudius Schafer, menegaskan bahwa seluruh pemangku kepentingan sepak bola memiliki tanggung jawab untuk menjaga kompetisi paling bergengsi di dunia itu tetap berada dalam kendali yang berpihak kepada perkembangan olahraga, bukan kepentingan bisnis semata.

"Para pemimpin sepak bola yang bertanggung jawab memiliki kewajiban untuk bersatu menentang proposal ini, bukan hanya demi sepak bola saat ini, tetapi juga demi generasi pemain dan suporter di masa depan agar olahraga ini tetap sehat, berkelanjutan, dan setia pada nilai-nilai yang menjadikannya olahraga paling populer di dunia," ujar Schafer dalam pernyataan resmi organisasi tersebut, Kamis (30/7/2026).

Menurut European Leagues, Piala Dunia bukanlah aset pribadi yang dapat diperjualbelikan. Nilai dan reputasi turnamen itu dibangun selama puluhan tahun melalui kontribusi liga, klub, pemain, pelatih, hingga jutaan suporter di seluruh dunia.

JANGAN TERLEWATKAN UEFA Kecam Rencana FIFA Jual Saham Piala Dunia ke Investor Swasta: Sepak Bola Bukan untuk Dijual 

Namun, organisasi tersebut menilai FIFA justru menggulirkan rencana tersebut tanpa melibatkan pihak-pihak yang selama ini menjadi fondasi utama perkembangan sepak bola. Mereka menyebut proses penyusunan proposal dilakukan secara sepihak dan minim transparansi.

European Leagues juga mengingatkan bahwa kesuksesan sepak bola dunia selama ini lahir dari sistem piramida terbuka yang menghubungkan kompetisi domestik hingga level internasional. Karena itu, setiap peluang komersial seharusnya digunakan untuk memperkuat sistem tersebut, bukan justru menggesernya ke arah yang lebih menguntungkan investor.

Selain mengkritik rencana investasi swasta, organisasi itu kembali menyoroti pola pengambilan keputusan FIFA yang dinilai kurang melibatkan para pemangku kepentingan, termasuk dalam penyusunan kalender pertandingan internasional.

European Leagues mengungkapkan bahwa mereka telah mengajukan pengaduan kepada Komisi Eropa dengan tuduhan FIFA menyalahgunakan posisi dominannya melalui penetapan kalender pertandingan internasional yang dianggap bertentangan dengan aturan persaingan usaha di Uni Eropa.

Mereka menegaskan bahwa setiap perubahan besar yang menyangkut kalender maupun format kompetisi internasional harus dibahas secara terbuka, akuntabel, serta melibatkan seluruh pihak terkait. Prinsip tersebut juga dinilai sejalan dengan putusan Mahkamah Uni Eropa dalam perkara European Super League pada 2023 yang menekankan pentingnya tata kelola olahraga yang transparan.

European Leagues memastikan akan terus berkoordinasi dengan UEFA untuk menjaga keseimbangan dan keberlanjutan sepak bola Eropa maupun dunia. Organisasi itu juga mengajak federasi serta asosiasi sepak bola nasional di berbagai negara agar mencermati secara kritis usulan Presiden FIFA sebelum kebijakan tersebut benar-benar diterapkan.

Perdebatan mengenai rencana investasi swasta dalam pengelolaan Piala Dunia diperkirakan akan terus berlanjut dalam beberapa bulan ke depan, mengingat kompetisi tersebut merupakan aset paling bernilai dalam industri sepak bola global.

(Sumber: European Leagues)