Alwi Farhan tak Mau Larut dalam Kekalahan Semifinal Asian Games: Itu Jadi Pelajaran
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan. (Foto: PBSI)
GEBRAK.ID – Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Alwi Farhan memilih mengambil pelajaran dari kekalahannya pada semifinal Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Ia mengakui kondisi fisik yang terkuras membuatnya tidak mampu tampil maksimal saat menghadapi tunggal putra Thailand, Kunlavut Vitidsarn.
Bertanding di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Aichi, Jepang, Senin (28/9/2026), Alwi harus mengakhiri perjuangannya setelah kalah dua gim langsung 13-21, 15-21 dari Kunlavut.
Alwi mengatakan, dirinya sudah berusaha mengerahkan kemampuan yang tersisa setelah menjalani rangkaian pertandingan padat sejak nomor beregu putra.
“Saya sudah mencoba memaksa tubuh saya, rasanya sudah benar-benar kelelahan sehingga tidak bisa berjuang maksimal. Saya merasa sudah menunjukkan fighting spirit, tapi ya itu jadi evaluasi buat saya,” ujar Alwi setelah pertandingan.
Padatnya jadwal menjadi tantangan tersendiri bagi Alwi. Sebelum turun pada nomor individu, pemain kelahiran Surakarta tersebut lebih dulu membantu Indonesia merebut medali emas nomor beregu putra.
Capaian itu sekaligus mengakhiri penantian panjang Indonesia karena tim putra kembali meraih emas Asian Games setelah 28 tahun. Dalam perjalanan menuju podium tertinggi, Alwi juga tampil penting dengan menyumbangkan kemenangan bagi tim Merah Putih.
Setelah nomor beregu selesai, Alwi langsung melanjutkan perjuangan pada nomor perorangan. Bahkan, ia sempat menjalani dua pertandingan dalam satu hari. Rangkaian pertandingan tersebut membuat kondisi fisiknya terkuras ketika memasuki babak semifinal.
Alwi mengakui atlet lain kemungkinan juga menghadapi tantangan serupa. Namun, ia menilai dirinya masih harus meningkatkan kemampuan dalam menjaga kondisi tubuh agar mampu menghadapi jadwal kompetisi yang padat.
Menurut Alwi, pengalaman di Asian Games kali ini menjadi bahan evaluasi penting untuk menghadapi turnamen-turnamen berikutnya.
“Apa pun tantangannya mungkin saya harus bisa mengatasi. Saya harus lebih belajar, lebih kuat, ke depannya masih banyak hal yang harus saya pelajari,” kata Alwi.
Meski gagal melaju ke final, Alwi tetap membawa pulang medali perunggu dari nomor tunggal putra. Hasil tersebut menambah koleksi medali Indonesia dari cabang bulu tangkis di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Kekalahan Alwi juga membuat Indonesia tidak memiliki wakil di final tunggal putra. Dua wakil Merah Putih yang masih bertahan dan melaju ke partai puncak adalah ganda campuran Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah serta ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.
Bagi Alwi, perjalanan di Jepang belum berhenti sebagai catatan hasil pertandingan. Pengalaman menghadapi jadwal padat dan batas kemampuan fisik menjadi bekal penting untuk membangun performa yang lebih kuat pada kompetisi berikutnya.
(A. Rayyan K/Sumber: PBSI)
