![]() |
| Direktur RANS, Grandy Prajayakti, mundur dua minggu usai IPO. Emiten Raffi Ahmad ini akan review laporan keuangan dan gelar RUPS untuk meminta persetujuan pengunduran diri. (Foto: Wikipedia) |
GEBRAK.ID,JAKARTA – Kejutan datang dari emiten milik pasangan selebriti Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS). Perusahaan yang baru saja mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 Juli 2026 itu mengumumkan pengunduran diri salah satu direksinya, Grandy Prajayakti, pada 22 Juli 2026.
Pengunduran diri ini terjadi hanya dua pekan setelah RANS resmi melantai di bursa. Direktur Keuangan RANS, Rumunggu Yokonapita, dalam keterbukaan informasi yang dikutip Sabtu (25/7/2026), menyatakan bahwa pengunduran diri Grandy Prajayakti diajukan atas alasan pribadi.
"Pengunduran diri tersebut disampaikan atas alasan pribadi," ungkap Rumunggu.
Perseroan selanjutnya akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk meminta persetujuan atas permohonan pengunduran diri tersebut, sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 33/POJK.04/2014.
Profil Grandy Prajayakti
Grandy Prajayakti merupakan figur yang sudah tidak asing dalam ekosistem bisnis RANS. Ia mulai menjabat sebagai direktur perseroan sejak 2025 dan tercatat juga memegang posisi direktur di sejumlah entitas lain di bawah naungan grup RANS seperti PT Rans Nikmat Sejahtera, PT Idpods Kreasi Indonesia, dan PT Rans Kosmetika Indonesia.
JANGAN TERLEWATKAN Smart Money Lepas Saham RANS Rp317 Miliar dan JELI Rp98 Miliar, Investor Diminta Waspada
Berdasarkan informasi di situs resmi perseroan, Grandy adalah warga negara Indonesia kelahiran 1981 dan meraih gelar sarjana teknik sipil dari Universitas Pelita Harapan . Ia memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di bidang pemasaran, pengembangan bisnis, manajemen operasional, serta industri media dan hiburan digital.
Langkah Kejutan di Tengah Performa Saham
Pengunduran diri ini menjadi sorotan lantaran RANS baru saja menyelesaikan proses Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) pada 8 Juli 2026. Dalam aksi korporasi itu, RANS melepas 2,52 miliar saham atau 20,02% dari modal ditempatkan ke publik dengan harga Rp170 per saham, meraup dana segar sekitar Rp429,25 miliar.
Sejak resmi tercatat di BEI, pergerakan saham berkode RANS ini lebih banyak tertekan. Dari 11 hari perdagangan, saham RANS hanya menguat empat kali dan ditutup melemah pada tujuh sesi lainnya . Bahkan, pada perdagangan Jumat (24/7), saham RANS masuk dalam jajaran top losers dengan penurunan 6,96% ke level Rp214 . Meski masih di atas harga IPO, tekanan jual terlihat cukup dominan.
Selain pengunduran diri, RANS juga mengumumkan rencana untuk melakukan penelaahan terbatas (limited review) terhadap laporan keuangan interim untuk periode yang berakhir 30 Juni 2026 . Proses ini akan dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik Teramihardja, Pradhono & Chandra.
JANGAN TERLEWATKAN IPO RANS Disambut Haji Isam hingga Boy Thohir, Saham Langsung ARA pada Hari Perdana
Manajemen menyatakan bahwa tujuan dari limited review ini adalah untuk meningkatkan kualitas pengawasan atas laporan keuangan perseroan. Langkah ini dilakukan di tengah perhatian pasar terhadap kinerja keuangan RANS yang pada 2025 mencatatkan pendapatan turun 13,91% year-on-year (YoY) menjadi Rp353,37 miliar.
Laba bersih RANS juga anjlok 41,6% menjadi Rp56,7 miliar, setelah tahun sebelumnya 2024 ditopang oleh keuntungan non-berulang dari pelepasan entitas anak.
Meski terjadi pergantian di jajaran direksi, manajemen RANS menegaskan bahwa pengunduran diri Grandy Prajayakti tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan. RANS akan mematuhi prosedur yang berlaku dan akan memproses penggantian direktur melalui mekanisme RUPS.
(berbagai sumber)
