![]() |
| Smart money tercatat melepas saham RANS dan JELI hingga ratusan miliar rupiah. Analis mengingatkan investor mewaspadai tekanan jual. ( Foto: Wikipedia) |
Editor: Dinar Kencana
GEBRAK.ID,JAKARTA – Pergerakan pelaku pasar besar atau smart money mulai menjadi sorotan pada dua saham yang baru melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), yakni PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) dan PT Niramas Utama Tbk (JELI). Dalam sepekan terakhir, keduanya tercatat mengalami aksi distribusi bernilai ratusan miliar rupiah.
Kondisi tersebut dinilai menjadi sinyal agar investor lebih berhati-hati karena tekanan jual dari investor bermodal besar mulai meningkat.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Imam Gunadi, mengungkapkan bahwa sejak perdagangan 13 Juli 2026, saham RANS mencatat distribusi atau aksi jual oleh pelaku pasar besar mencapai sekitar Rp317 miliar.
Pada perdagangan Jumat (17/7/2026) saja, nilai net distribution saham RANS tercatat sekitar Rp16,8 miliar. Meski harga saham masih bergerak mendatar atau sideways, aliran dana menunjukkan investor institusi mulai mengurangi kepemilikan sahamnya.
Menurut Imam, investor perlu memperhatikan pergerakan money flow karena distribusi oleh pelaku pasar besar sering menjadi tanda meningkatnya risiko koreksi harga.
Level Teknikal RANS Jadi Perhatian
Dari sisi analisis teknikal, Imam menyebut saham RANS memiliki dua area penting di kisaran 244 dan 240.
Apabila harga turun menembus salah satu level tersebut (breakdown), investor disarankan mempertimbangkan mengamankan modal maupun keuntungan yang telah diperoleh.
Ia menilai, ketika pelaku pasar besar mulai melepas saham, investor ritel sebaiknya tidak mengabaikan sinyal tersebut karena tekanan jual berpotensi semakin besar apabila aksi distribusi berlanjut.
JELI Juga Mengalami Distribusi
Fenomena serupa juga terlihat pada saham PT Niramas Utama Tbk (JELI).
Pada perdagangan Jumat (17/7/2026), smart money tercatat melakukan distribusi sekitar Rp26 miliar, sedangkan akumulasi distribusi selama sepekan mencapai sekitar Rp98 miliar.
Berbeda dengan RANS yang masih bergerak relatif konsolidatif, kondisi teknikal JELI dinilai telah menunjukkan pelemahan yang lebih jelas.
Harga saham JELI kini sudah berada di bawah rata-rata pergerakan lima hari (moving average/MA5), yang mengindikasikan tren jangka pendek mulai berubah menjadi negatif.
Saham IPO Mulai Memasuki Fase Normal
Pergerakan kedua saham tersebut terjadi tidak lama setelah keduanya menyelesaikan proses penawaran umum perdana saham (IPO).
RANS resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 10 Juli 2026 setelah menawarkan 2,525 miliar saham baru dengan harga IPO Rp170 per saham dan menghimpun dana sekitar Rp429,25 miliar. Dana hasil IPO antara lain digunakan untuk pelunasan utang, pengembangan proyek bisnis, serta ekspansi usaha perusahaan.
Sementara itu, JELI resmi melantai di bursa pada 7 Juli 2026 dengan harga penawaran Rp900 per saham dan berhasil menghimpun dana sekitar Rp239,4 miliar dari IPO.
Analis menilai aksi distribusi yang terjadi setelah euforia pencatatan saham merupakan hal yang lazim di pasar modal. Investor yang memperoleh keuntungan dari kenaikan harga pada awal perdagangan biasanya mulai melakukan aksi ambil untung (profit taking), terutama jika didukung oleh penjualan dari investor institusi.
Karena itu, investor disarankan tidak hanya melihat pergerakan harga saham, tetapi juga memperhatikan aliran dana (money flow), volume transaksi, serta level teknikal sebelum mengambil keputusan investasi.
( berbagai sumber)
