Survei SMRC: Kepuasan Publik ke Prabowo Anjlok 30 Persen, Ekonomi Jadi Sorotan

 

Survei SMRC: kepuasan publik ke Presiden Prabowo turun 30% dalam 9 bulan. Ekonomi memburuk jadi pemicu utama. ( Foto: ist) 

Editor: Dinar Kencana

GEBRAK.ID,JAKARTA– Lembaga riset Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis temuan terbaru yang mencatat penurunan tajam tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto. Dalam sembilan bulan terakhir, kepuasan masyarakat merosot sekitar 30 persen, dari 81,2 persen pada November 2025 menjadi 51,1 persen pada Juli 2026.

Direktur Eksekutif SMRC Deni Irvani memaparkan bahwa survei bertajuk "Kondisi Ekonomi Politik dan Approval Rating Presiden" ini dilakukan pada 5-19 Juli 2026 . Penurunan signifikan ini, menurut Deni, berkorelasi erat dengan memburuknya persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum di tanah air. 

"Penurunan tingkat kepuasan publik ini berhubungan erat dengan merosotnya sentimen positif terhadap kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum," ujar Deni dalam keterangan persnya, Minggu (26/7/2026). 

Persepsi Ekonomi Memburuk Drastis

Sektor ekonomi menjadi pemicu utama anjloknya kepuasan publik. Survei SMRC mencatat, hanya 15,7 persen responden yang menilai kondisi ekonomi nasional saat ini baik atau sangat baik. Angka ini kontras dengan survei November 2025 yang menunjukkan 40 persen publik memiliki persepsi positif terhadap ekonomi. 

Sebaliknya, hampir separuh responden (49,4 persen) menilai kondisi ekonomi buruk atau sangat buruk. Lonjakan persepsi negatif ini terjadi secara signifikan, dari 22,7 persen pada November 2025 menjadi 31,7 persen pada Februari-Maret 2026, lalu melonjak menjadi 49,4 persen pada Juli 2026.

Penilaian Politik dan Hukum Menurun

Tidak hanya ekonomi, persepsi publik terhadap kondisi politik dan penegakan hukum juga mengalami tren penurunan. SMRC mencatat hanya 13,5 persen publik yang menilai kondisi politik nasional saat ini baik atau sangat baik, turun drastis dari 35,8 persen pada sembilan bulan lalu. 

Sementara itu, persepsi positif terhadap penegakan hukum juga merosot dari 42,5 persen pada November 2025 menjadi hanya 26,4 persen pada Juli 2026.

"Sebaliknya, yang memiliki persepsi negatif (buruk atau sangat buruk) lebih banyak, yakni 37,6 persen," ungkap Deni mengenai penegakan hukum. 

Ketidakpuasan Melonjak

Berbanding terbalik dengan penurunan kepuasan, tingkat ketidakpuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo melonjak tajam. Pada Juli 2026, responden yang merasa tidak puas atau sangat tidak puas mencapai 46,9 persen, meningkat drastis dari sekitar 16 persen pada November 2025. 

Secara rinci, survei menunjukkan 4,8 persen responden sangat puas, 46,3 persen cukup puas, 35 persen kurang puas, 11,9 persen tidak puas sama sekali, dan 2,1 persen tidak menjawab atau tidak tahu. 

Metodologi Survei

Survei SMRC melibatkan 749 responden yang dipilih secara acak dari populasi warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih. Sebanyak 83,8 persen responden diwawancarai melalui telepon, sementara 16,2 persen diwawancarai secara tatap muka. Survei ini memiliki margin of error sekitar 3,7 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. 

Sebagai informasi, survei serupa yang dilakukan lembaga Indikator Politik Indonesia pada Januari 2026 masih mencatat tingkat kepuasan publik terhadap Prabowo sebesar 79,9 persen . Temuan SMRC terbaru ini menunjukkan perubahan signifikan dalam penilaian publik terhadap kinerja pemerintahan dalam beberapa bulan terakhir.

( berbagai sumber)