Delegasi Indonesia Walk Out Saat Netanyahu Naik Mimbar PBB, Suasana Sidang Mendadak Riuh
Kursi delegasi Indonesia yang kosong menyusul aksi walk out oleh delegasi Indonesia dan sejumlah negara lainnya sebagai protes terhadap PM Israel Benjamin Netanyahu di Markas PBB, New York, Amerika Serikat, Kamis (24/9/2026) waktu setempat. (Foto: Tangkapan layar rekaman video)
GEBRAK.ID — Delegasi Indonesia melakukan aksi walk out dari ruang Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, Kamis (24/9/2026) waktu setempat.
Aksi tersebut berlangsung ketika Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu bersiap menyampaikan pidato dalam rangkaian debat umum Majelis Umum PBB. Sejumlah delegasi dari negara lain juga meninggalkan kursi mereka sebelum Netanyahu mulai berbicara.
Rekaman yang disampaikan Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) di New York memperlihatkan diplomat Indonesia meninggalkan aula ketika Netanyahu dipersilakan menuju mimbar. Antrean delegasi yang keluar bahkan sempat terlihat di pintu ruang sidang.
Suasana di dalam aula kemudian menjadi riuh. Presiden Sidang Majelis Umum PBB Khalilur Rahman mengetuk palu dan meminta para delegasi menjaga ketertiban. Debat umum Sidang ke-81 berlangsung pada 22-26 September dan dilanjutkan pada 28 September 2026.
Netanyahu kemudian menanggapi aksi tersebut dalam pidatonya. Ia meminta delegasi yang masih ingin meninggalkan ruangan agar segera melakukannya sebelum dirinya menyampaikan pernyataan.
Sikap sejumlah delegasi itu berlangsung di tengah sorotan internasional terhadap perang di Gaza dan situasi di wilayah Palestina. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dalam pidatonya pada pembukaan debat umum menyebut kondisi di Gaza sebagai salah satu persoalan paling mendesak dan menyerukan penghentian pertempuran serta peningkatan bantuan kemanusiaan.
Guterres juga menegaskan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional dan perlindungan warga sipil. Ia menyebut konflik di Timur Tengah terus memberikan dampak besar terhadap masyarakat sipil.
Sementara itu, kehadiran Netanyahu di forum PBB berlangsung ketika proses hukum di Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terkait dirinya masih menjadi perhatian. ICC menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu pada 21 November 2024.
Dalam dokumen pengadilan ICC pada 2025 disebutkan surat perintah tersebut tetap berlaku kecuali ada keputusan pengadilan yang memerintahkan pencabutan atau pembatalannya.
Sebelum menghadiri Sidang Umum PBB, Netanyahu mengatakan akan menggunakan pidatonya untuk membela tindakan Israel dan menanggapi kritik internasional terhadap pemerintahannya.
Sidang ke-81 Majelis Umum PBB mengusung tema “Restoring trust, managing transformation: A United Nations that delivers for all”. Forum tersebut menjadi tempat para kepala negara, kepala pemerintahan, dan pejabat tinggi negara anggota PBB menyampaikan pandangan mengenai berbagai persoalan global.
Aksi walk out delegasi Indonesia menambah perhatian terhadap perdebatan diplomatik mengenai Palestina yang kembali menjadi salah satu isu penting dalam Sidang Umum PBB tahun ini.
(A. Rayyan K/Berbagai Sumber)
