![]() |
| Sutradara dan Pengisi Suara Asta Ungkap Tantangan Menghidupkan Black Clover Season 2. (Foto: Sumber Anime Corner) |
GEBRAK.ID -- Setelah penantian panjang selama lima tahun, anime Black Clover akhirnya bersiap kembali dengan musim keduanya. Serial yang dulunya sering dikenal sebagai anime tentang penyihir yang terus berteriak ini telah berkembang menjadi salah satu judul shonen penuh aksi yang memiliki banyak penggemar berkat pertarungan epik, perkembangan karakter, dan dunia sihir yang luas.
Pengumuman musim kedua Black Clover disampaikan dalam panel Crunchyroll di Anime Expo 2025, dengan penayangan perdana dijadwalkan pada Oktober tahun ini.
Anime ini merupakan adaptasi dari manga karya Yuki Tabata yang mengisahkan perjalanan dua saudara, Asta dan Yuno, dalam dunia di mana sihir menjadi bagian terpenting dalam kehidupan manusia.
Berbeda dengan Yuno yang memiliki bakat sihir luar biasa, Asta justru lahir tanpa kemampuan sihir sama sekali. Namun, ketika berusia 15 tahun, Asta mendapatkan grimoire berisi anti-magic yang memungkinkannya melawan sihir lawan dengan meniadakan dan memantulkan serangan, bukan dengan menggunakan sihir biasa.
Keduanya kemudian memiliki tujuan yang sama, yaitu menjadi Wizard King.
Dalam acara Anime Expo, tim media berkesempatan berbincang dengan dua sosok penting di balik kesuksesan serial ini, yaitu Ayataka Tanemura, sutradara Black Clover, serta Gakuto Kajiwara, pengisi suara Jepang untuk karakter Asta.
Setelah jeda panjang sejak musim sebelumnya, Gakuto Kajiwara mengungkapkan rasa antusiasnya untuk kembali memerankan Asta.
Menurutnya, para penggemar maupun staf produksi sama-sama menantikan bagaimana perkembangan karakter Asta setelah perjalanan panjang yang telah ia lalui.
Kajiwara juga merasa bahwa musim terbaru menjadi kesempatan untuk menunjukkan sisi Asta yang lebih matang dibandingkan sebelumnya.
Ayataka Tanemura menambahkan bahwa waktu lima tahun tersebut memberikan kesempatan bagi tim produksi untuk mempersiapkan musim baru dengan jadwal dan sumber daya yang lebih baik.
Ia berharap penonton dapat merasakan peningkatan kualitas dari sisi cerita maupun produksi, mulai dari episode pertama hingga seluruh bagian musim terbaru.
Sebelum dipercaya menjadi sutradara, Tanemura telah terlibat dalam berbagai posisi produksi di Black Clover. Pengalaman tersebut menurutnya sangat membantu dalam memahami berbagai aspek pembuatan anime.
Ia menjelaskan bahwa dirinya tetap menghargai pendekatan sutradara sebelumnya, Tatsuya Yoshihara, namun ingin menghadirkan gaya penyutradaraan pribadi dalam musim terbaru.
Baginya, tantangan terbesar adalah terus belajar sekaligus mencoba pendekatan baru agar dapat menghasilkan cerita yang lebih kuat bagi para penggemar.
Peran Asta menjadi salah satu pekerjaan besar pertama dalam karier Gakuto Kajiwara sebagai pengisi suara anime.
Saat pertama mendapatkan peran tersebut, Kajiwara masih berada di awal perjalanan kariernya dan banyak mengandalkan improvisasi. Namun setelah sekitar 10 tahun berkarier, ia merasa pendekatannya terhadap karakter Asta telah berubah.
Dalam musim kedua, Asta tidak hanya akan menunjukkan kekuatan dan semangat pantang menyerahnya, tetapi juga sisi kelemahan dan perubahan emosional yang lebih dalam.
Kajiwara berharap perkembangan tersebut dapat tersampaikan melalui akting suaranya.
Tanemura menjelaskan bahwa musim terbaru tidak hanya berfokus pada satu aspek tertentu, melainkan meningkatkan berbagai elemen dalam serial.
Beberapa hal yang menjadi perhatian utama adalah penggambaran sistem sihir, koreografi pertarungan, serta ide-ide baru dalam adegan aksi.
Ia ingin menghadirkan pengalaman visual yang lebih kuat dibandingkan musim sebelumnya.
Ketika membahas karakter yang memberikan pengaruh besar terhadap penampilannya, Kajiwara menyebut Liebe, iblis yang berada di dalam tubuh Asta.
Hubungan antara Asta dan Liebe menjadi salah satu elemen penting dalam cerita karena keduanya saling memengaruhi dan berkembang bersama.
Kajiwara juga memberikan apresiasi kepada Nobuhiko Okamoto, pengisi suara Liebe, yang menurutnya memberikan inspirasi melalui cara mendalami karakter tersebut.
Meski dikenal karena pertarungan besar dan aksi spektakuler, para staf berharap penggemar juga memperhatikan aspek lain dari Black Clover.
Kajiwara menjelaskan bahwa di musim terbaru, Asta akan menghadapi lawan yang jauh lebih kuat. Ia tidak bisa selalu menang hanya dengan kemampuan sendiri, melainkan harus mengandalkan kerja sama dengan teman-temannya.
Menurutnya, proses bagaimana Asta membangun hubungan dan bertarung bersama rekan-rekannya menjadi salah satu inti penting cerita.
Sementara itu, Tanemura mengatakan bahwa arc baru ini akan menghadirkan berbagai peristiwa yang memengaruhi hubungan antar karakter. Konflik yang muncul akan memperkuat ikatan dalam kelompok dan menunjukkan perkembangan emosional para karakter.
Dengan kombinasi perkembangan karakter, peningkatan kualitas animasi, serta fokus baru pada hubungan antar tokoh, Black Clover Season 2 diharapkan mampu memberikan pengalaman baru bagi penggemar lama maupun penonton yang baru mengikuti serial ini.
Setelah perjalanan panjang selama lima tahun, kembalinya Asta dan para ksatria sihir menjadi salah satu comeback anime shonen yang paling dinantikan.
