![]() |
| Tilly Norwood menjadi aktor AI pertama di film layar lebar Misaligned. Debutnya memicu pro-kontra soal masa depan AI di Hollywood. (Foto: IG/tillynorwood) |
Editor: Dinar Kencana
GEBRAK.ID,JAKARTA – Industri perfilman dunia memasuki babak baru dengan hadirnya Tilly Norwood, karakter visual berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) generatif yang akan menjadi tokoh utama dalam film layar lebar Misaligned. Kehadirannya disebut sebagai debut aktor AI pertama dalam produksi film panjang dan langsung memicu perdebatan di kalangan pelaku industri Hollywood.
Karakter Tilly Norwood dikembangkan oleh Particle 6, perusahaan teknologi AI sekaligus studio kreatif yang berbasis di London, Inggris. Film Misaligned diproduksi sebagai proyek hibrida yang menggabungkan sineas, seniman visual, serta pakar AI dalam proses pengembangan karakter dan produksi film.
CEO Particle 6, Eline van der Velden, mengatakan proyek tersebut merupakan bukti bahwa AI dapat menjadi alat pendukung dalam pembuatan film, bukan pengganti kreativitas manusia.
"AI dapat mendukung pembuatan film naratif berkualitas tinggi, tetapi hanya jika didukung oleh keterampilan, keahlian, pertimbangan, dan waktu yang signifikan dari manusia," ujar Van der Velden, dikutip dari The Hollywood Reporter, Kamis (9/7/2026).
Menurutnya, keberhasilan perfilman pada masa depan akan bergantung pada kemampuan para pembuat film memadukan pengalaman bercerita dengan teknologi baru yang terus berkembang.
Film Misaligned Angkat Dunia Digital Tillyverse
Misaligned merupakan film bergenre komedi-drama fiksi ilmiah yang menceritakan perjalanan Tilly, karakter AI yang berusaha memahami arti menjadi manusia di dunia digital surealis bernama Tillyverse.
Meski seluruh karakter utamanya dihasilkan menggunakan teknologi AI generatif, proses kreatif tetap melibatkan tim manusia yang terdiri dari lebih dari 30 seniman, animator, penulis naskah, hingga spesialis machine learning yang dilatih khusus untuk mengembangkan proyek tersebut.
Hingga saat ini, Particle 6 belum mengumumkan jadwal resmi perilisan film tersebut. Proyek masih berada pada tahap pengembangan produksi.
Debut Tilly Norwood Tuai Penolakan
Kehadiran Tilly Norwood langsung menuai reaksi keras dari sejumlah pelaku industri perfilman. Isu penggunaan AI dalam produksi film memang menjadi salah satu topik paling sensitif di Hollywood sejak beberapa tahun terakhir.
Serikat pekerja perfilman dan organisasi aktor di Amerika Serikat telah berulang kali menyuarakan kekhawatiran bahwa penggunaan AI berpotensi mengurangi kesempatan kerja bagi aktor, pengisi suara, penulis naskah, hingga pekerja kreatif lainnya.
Kontroversi tersebut bahkan menjadi salah satu isu utama dalam aksi mogok besar yang dilakukan para penulis dan aktor Hollywood beberapa waktu lalu. Dalam perundingan tersebut, perlindungan terhadap penggunaan wajah, suara, hingga citra digital aktor menjadi salah satu poin penting yang akhirnya diatur dalam kesepakatan baru industri.
Belakangan, sejumlah organisasi aktor juga menyatakan penolakannya terhadap pengakuan karakter AI sebagai "aktor" dalam industri perfilman.
Particle 6: AI Tidak Akan Menggantikan Aktor
Menanggapi kritik tersebut, Van der Velden menegaskan bahwa tujuan pengembangan Tilly Norwood bukan menggantikan aktor manusia.
Ia justru menilai teknologi AI dapat membuka peluang baru bagi para aktor melalui konsep digital twin, yaitu replika digital yang memungkinkan seorang aktor tampil dalam berbagai proyek berbasis AI tanpa harus selalu hadir secara fisik.
"Kita tetap ingin menonton Scarlett Johansson maupun Ryan Reynolds. AI bukan berarti menggantikan mereka, tetapi bisa membuka genre hiburan baru," ujarnya.
Menurutnya, karakter AI tetap membutuhkan arahan sutradara layaknya karakter animasi dalam film modern.
Van der Velden mencontohkan bagaimana karakter animasi seperti Elsa dalam film Frozen tetap memerlukan proses penyutradaraan, akting virtual, hingga pengambilan keputusan artistik oleh manusia.
Masa Depan Perfilman Berbasis AI
Perkembangan AI generatif dalam industri hiburan diperkirakan akan semakin pesat dalam beberapa tahun ke depan. Teknologi ini telah digunakan untuk membantu proses penulisan naskah, pembuatan efek visual (VFX), penyuntingan gambar, hingga penciptaan karakter digital.
Namun, banyak pihak menilai penerapannya harus disertai regulasi yang jelas agar tidak mengorbankan hak cipta, hak pekerja kreatif, maupun identitas para aktor.
Debut Tilly Norwood melalui Misaligned pun dipandang sebagai salah satu tonggak penting yang akan menjadi ujian pertama sejauh mana industri film global menerima kehadiran aktor berbasis AI di layar lebar.
(berbagai sumber)
