17 Sekolah Nasional Terintegrasi Mulai Beroperasi, Pemerintah Buka Babak Baru Pemerataan Pendidikan Bermutu

17 SNT resmi beroperasi pada 2026/2027. Pemerintah dorong pemerataan pendidikan bermutu dan pengembangan potensi murid.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti hadir di SNT 7 Bogor, Jawa Barat, sekaligus menjadi pembina upacara pada hari pertama MPLS 2026.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti hadir di SNT 7 Bogor, Jawa Barat, sekaligus menjadi pembina upacara pada hari pertama MPLS 2026. (Foto: Humas Kemendikdasmen)

Editor: Endro Yuwanto

GEBRAK.ID, JAKARTA — Sebanyak 17 Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di berbagai wilayah Indonesia resmi mulai memberikan layanan pendidikan pada tahun ajaran 2026/2027. Kehadiran SNT menjadi langkah pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bermutu sekaligus memberikan ruang bagi murid mengembangkan potensi, kemampuan, minat, dan bakat secara lebih optimal.

Dimulainya operasional 17 SNT ditandai dengan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah pada Senin (10/8/2026). Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti hadir di SNT 7 Bogor, Jawa Barat, sekaligus menjadi pembina upacara pada hari pertama MPLS.

Abdul Mu’ti mengatakan kehadiran SNT merupakan bagian dari agenda besar pemerintah dalam membangun sumber daya manusia unggul menuju Generasi Emas Indonesia 2045.

“Sekolah Nasional Terintegrasi merupakan salah satu model pendidikan khusus yang kita kembangkan sebagai penjabaran dari Instruksi Presiden yang telah diterbitkan oleh Bapak Presiden dan sebagai bagian dari usaha besar bangsa Indonesia untuk mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045,” ujar Abdul Mu’ti.

Menurut dia, operasional SNT pada tahun ajaran 2026/2027 menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan Indonesia karena untuk pertama kalinya model pendidikan tersebut mulai diterapkan.

“Penyelenggaraan Sekolah Nasional Terintegrasi menjadi sejarah baru karena mulai dilaksanakan pada tahun ajaran 2026/2027,” jelas Abdul Mu’ti.

Fokus pada Potensi dan Kemampuan Murid

Abdul Mu’ti menjelaskan SNT dirancang sebagai salah satu pilihan layanan pendidikan bagi murid yang memiliki kemampuan istimewa, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.

Melalui lingkungan belajar yang mendukung, murid diharapkan dapat mengembangkan kemampuan yang dimiliki secara lebih cepat dan optimal.

“Tujuannya untuk memberikan kesempatan dan pelayanan kepada anak-anak yang memiliki kemampuan istimewa, khususnya dalam bidang akademik maupun nonakademik, untuk dapat tumbuh dan berkembang lebih cepat dan lebih baik lagi,” kata Abdul Mu’ti.

Abdul Mu’ti menegaskan bahwa setiap murid memiliki kemampuan dan kebutuhan belajar yang berbeda. Karena itu, model pendidikan khusus seperti SNT diharapkan dapat memberikan ruang yang sesuai dengan potensi masing-masing murid.

“Model pendidikan khusus ini adalah satu pilihan agar kalian semua dapat tumbuh, dapat berkembang sesuai dengan kemampuan akademik yang kalian miliki, dan berkembang menjadi generasi hebat Indonesia 2045,” ujarnya kepada para murid.

Gedung SNT Disiapkan Lebih Representatif

Pada tahap awal penyelenggaraan, pemerintah memanfaatkan fasilitas yang telah dimiliki Kemendikdasmen maupun pemerintah daerah di sejumlah kabupaten dan kota sebagai lokasi pembelajaran.

Di sisi lain, pemerintah tengah mempersiapkan pembangunan gedung SNT dengan fasilitas yang lebih representatif untuk mendukung proses belajar para murid.

“Pada tahap awal, penyelenggaraan 17 Sekolah Nasional Terintegrasi di seluruh Indonesia dilakukan di fasilitas yang dimiliki Kemendikdasmen dan fasilitas yang dimiliki pemerintah daerah,” jelas Abdul Mu’ti.

Ia mengatakan pembangunan fasilitas khusus SNT diharapkan dapat segera terealisasi sehingga pada tahun berikutnya para murid bisa belajar di lingkungan sekolah dengan sarana yang lebih memadai.

“Proses pembangunan sedang dipersiapkan dan diharapkan pada tahun depan Sekolah Nasional Terintegrasi telah memiliki gedung sendiri dengan fasilitas yang representatif, yang memungkinkan kalian semua dapat belajar dengan sebaik-baiknya,” ujar Abdul Mu’ti.

Cerita Murid Angkatan Pertama

Beroperasinya 17 SNT juga menjadi awal perjalanan bagi para murid yang menjadi angkatan pertama. Mereka membawa pengalaman, prestasi, serta cita-cita masing-masing untuk berkembang di lingkungan pendidikan yang baru.

Salah satunya Agisni Ramadani, murid jenjang SMP di SNT 7 Bogor. Sebelum diterima di SNT, Agisni berhasil menjadi peringkat pertama di kelas sekaligus lulusan terbaik di sekolah asalnya.

“Saya sangat senang setelah diterima di sini. Saya berharap bisa berkembang dan menjadi lebih baik lagi. Saya ingin menjadi dokter spesialis,” ujar Agisni.

Sementara itu, Nadine A. Zuhrah Farista, murid kelas X SNT 7 Bogor, membawa pengalaman di bidang kepramukaan. Ia sebelumnya meraih predikat Pramuka Garuda tingkat penggalang.

“Harapan saya ke depan semoga saya bisa lebih berkembang lagi di sini dan menjadi jauh lebih baik dari sebelumnya,” kata Nadine.

Pemerintah berharap dimulainya pembelajaran di 17 SNT menjadi pijakan awal untuk mengembangkan model pendidikan yang memberikan ruang lebih luas bagi murid untuk belajar, bertumbuh, berprestasi, serta mengoptimalkan potensi yang dimiliki.

Kehadiran SNT di berbagai daerah juga diarahkan menjadi bagian dari upaya memperluas pemerataan pendidikan bermutu sekaligus mendukung penyiapan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.

(Sumber: Kemendikdasmen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *