Banjir di Bangkok Surut Setelah Hujan Deras; Warga Hitung Kerugian

Banjir di Thailand -2

Hujan deras di Bangkok. Warga menerjang banjir saat hujan deras melanda Bangkok, Thailand, pada Minggu, 27 September 2026. (Foto: REUTERS/Patipat Janthong)

GEBRAK.ID, BANGKOK — Reuters melanporkan air banjir surut di banyak wilayah ibu kota Thailand, Bangkok, pada hari Minggu (27/9/2026) setelah hujan deras mereda, meskipun warga di beberapa kawasan yang terendam banjir masih terjebak di rumah mereka.

Pemerintah Kota Bangkok (BMA) menetapkan ibu kota sebagai daerah terdampak bencana pada hari Sabtu (26/9/2026) waktu setempat setelah curah hujan mencapai hampir 300 mm (12 inci) dalam kurun waktu 48 jam, yang menyebabkan banjir di jalan-jalan utama hingga membuat sebagian mobil terendam air.

Arita Sanpoka, 33 tahun, seorang warga di kawasan yang terdampak banjir, mengatakan bahwa dua tetangganya yang berusia 80-an tahun masih terjebak di rumah mereka karena tidak bisa turun ke lantai bawah. “Saat ini, ketinggian air di rumah saya sudah mencapai pinggang,” ujar Arita. “Semua barang di dalam rumah rusak,” katanya.

Ia mengatakan kehidupan sehari-hari menjadi sulit; aliran listrik di lantai dasar diputus dan kamar mandi tidak dapat digunakan karena ketinggian air terus meningkat.

BMA menyatakan bahwa 233 tempat penampungan sementara telah disiapkan dan sekitar 4.200 orang memanfaatkan fasilitas tersebut. Banjir melanda berbagai kawasan di ibu kota, dengan air masuk ke dalam rumah dan mengganggu transportasi. Beberapa wilayah menjadi sulit diakses, sementara warga terpaksa menerjang genangan air.

Rachthanichporn Leeput, 37 tahun, mengatakan ia berjalan kaki sejauh 2 hingga 3 km (1 hingga 2 mil) menerjang air setelah banjir melanda wilayahnya dengan cepat pada Jumat malam. “Air naik dengan sangat cepat,” ujarnya. “Banyak orang dan rumah tangga yang tidak sempat melakukan persiapan tepat waktu.”

Rachthanichporn, seorang kurir pengantar barang, mengatakan bahwa banjir juga telah memutus sumber penghasilannya. Ia terpaksa menerjang banjir untuk membeli barang kebutuhan dan menjualnya kembali demi menutupi hilangnya pendapatan. BMA menyatakan pada hari Minggu bahwa intensitas hujan telah berkurang setelah sistem tekanan rendah yang memengaruhi Bangkok selama beberapa hari terakhir bergerak ke arah barat.

Curah hujan diperkirakan akan lebih ringan, meskipun ketinggian air di sejumlah kanal utama masih tinggi akibat aliran air yang terus masuk dari wilayah sekitarnya. Badan meteorologi memperkirakan akan terjadi badai petir yang meluas serta hujan lebat di beberapa titik pada hari Senin (28/9/2026). Pihak berwenang terus memompa air keluar dari kanal-kanal utama dan membantu warga di wilayah-wilayah yang masih mengalami banjir parah.

Sementara, Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul turun langsung meninjau kawasan yang terdampak banjir di Bangkok pada Minggu (27/9/2026), ketika pemerintah mengambil langkah khusus untuk mengurangi dampak hujan deras dan gangguan perjalanan dengan menetapkan 28–29 September sebagai hari libur khusus di Bangkok dan tiga provinsi di sekitarnya.

Keputusan tersebut mencakup Bangkok, Nonthaburi, Pathum Thani, dan Samut Prakan. Pemerintah Thailand menyebut kebijakan itu diperlukan karena hujan lebat dan genangan di sejumlah wilayah telah mengganggu mobilitas masyarakat.

Dalam rapat kabinet khusus pada Minggu, Anutin yang juga menjabat Menteri Dalam Negeri Thailand meminta seluruh instansi terkait memperkuat penanganan banjir, termasuk memastikan ketersediaan tempat pengungsian, makanan, bantuan darurat, serta dukungan bagi warga terdampak. Pemerintah juga mendorong penerapan kerja dari rumah selama situasi belum sepenuhnya terkendali. (*)

(Zaky Al Hamzah/Reuters/thaigov.go.th)