BYD Mulai Produksi Lokal Tiga Model di Pabrik Subang, TKDN Tembus 40 Persen

BYD resmi produksi lokal M6 EV, M6 DM, dan Atto 1 di pabrik Subang dengan TKDN di atas 40 persen, kejar target 60 persen pada 2027.

PT BYD Motor Indonesia telah memulai produksi lokal untuk tiga model kendaraan di pabriknya yang berlokasi di Kabupaten Subang, Jawa Barat.

PT BYD Motor Indonesia telah memulai produksi lokal untuk tiga model kendaraan di pabriknya yang berlokasi di Kabupaten Subang, Jawa Barat. (Foto: Instagram)

Editor: Dinar Kencana

GEBRAK. ID, JAKARTA — PT BYD Motor Indonesia telah memulai produksi lokal untuk tiga model kendaraan di pabriknya yang berlokasi di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Ketiga model tersebut adalah MPV listrik M6 EV, MPV plug-in hybrid M6 DM, serta city car listrik Atto 1.

Kepastian tersebut disampaikan Head of Marketing, PR and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, di sela ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, Rabu (5/8/2026). Menurutnya, pabrik Subang tidak hanya memproduksi M6 DM, tetapi juga M6 EV dan Atto 1.

“Fasilitas kami ini, selain memproduksi BYD M6 DM, dia juga memproduksi BYD M6 EV dan juga Atto 1, dan akan dimanfaatkan juga beberapa produk lainnya,” ujar Luther.

TKDN di Atas 40 Persen, Kejar Target 60 Persen

BYD mengeklaim produk yang dirakit di Subang telah memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 40 persen. Angka ini sesuai dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2023 yang mewajibkan TKDN minimum 40 persen untuk kendaraan listrik roda empat pada periode 2022-2026.

Luther menjelaskan bahwa produksi lokal dilakukan dengan proses Completely Knocked Down (CKD) yang mencakup empat proses manufaktur utama, yaitu stamping, welding, painting, dan assembly. Perusahaan juga mulai menggandeng pemasok komponen lokal seperti ban dan kaca untuk mendukung pemenuhan komponen tier 1 dan tier 2.

Ke depan, BYD menargetkan peningkatan TKDN menjadi 60 persen pada 2027 sesuai regulasi pemerintah. “Tahun depan memang pemerintah menargetkan harus 60 persen, dan kita sudah ke arah situ. Sudah mempersiapkan, bahkan tidak hanya di produk-produk ini saja, dan produk selanjutnya juga comply dengan peraturan pemerintah,” tegas Luther.

Detail Tiga Model yang Diproduksi Lokal

  • BYD M6 EV

MPV listrik murni ini pertama kali masuk pasar Indonesia pada 2024. Versi penyegaran yang diperkenalkan di GIIAS 2026 kini diproduksi sepenuhnya di Indonesia. Varian Standard dibekali baterai 58 kWh, tenaga 150 kW, torsi 310 Nm, dengan jarak tempuh 450 km dan akselerasi 0-100 km/jam dalam 7,9 detik . Harga dibanderol mulai Rp395 juta.

  • BYD M6 DM

Model plug-in hybrid (PHEV) pertama BYD untuk Indonesia ini resmi diluncurkan pada 12 Juni 2026 dengan rentang harga Rp298 juta sampai Rp390 juta. Menggabungkan motor listrik dan mesin bensin, BYD mengklaim konsumsi bahan bakar mencapai 65 km/liter. Hingga akhir Juli 2026, pesanan M6 DM sudah melampaui 4.000 unit.

  • BYD Atto 1

City car listrik termurah BYD ini telah mendapat penyegaran pada Mei 2026 dengan harga Rp199 juta untuk varian STD, Rp210 juta untuk Dynamic, dan Rp245 juta untuk Premium. Sepanjang 2025, Atto 1 tercatat terjual lebih dari 22.500 unit di Indonesia.

Latar Belakang Produksi Lokal

Produksi lokal ini merupakan konsekuensi dari insentif impor CBU yang diberikan pemerintah kepada BYD. Berdasarkan Perpres Nomor 79 Tahun 2023, perusahaan yang mendapatkan fasilitas bea masuk dan PPnBM untuk impor CBU wajib berkomitmen memproduksi kendaraan di dalam negeri.

Fasilitas impor tersebut dibatasi sampai akhir 2025. Pabrik BYD di Subang yang telah beroperasi ini merupakan investasi strategis perusahaan di Indonesia. Gaikindo mengonfirmasi bahwa pabrik tersebut sudah mulai produksi dan siap memenuhi target TKDN yang diharapkan pemerintah .

Target Penjualan GIIAS 2026

Pada ajang GIIAS 2026, BYD menargetkan surat pemesanan kendaraan (SPK) melampaui 4.200 unit, mengacu pada capaian tahun lalu. Kehadiran M6 DM menjadi salah satu faktor yang diyakini dapat mendongkrak penjualan.

(Berbagai Sumber)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *