Fenomena Tokoh Anime Jadi Nama Anak di Indonesia: Ada 190 Nama ‘Uzumaki’ dan 158 ‘Sasuke’ di Data Dukcapil Kemendagri

uzumaki-naruto

Pengaruh anime di Indonesia terbukti kuat! Dukcapil catat 190 warga bernama Uzumaki mengalahkan Nobita. Tampak dalam gambar Uzumaki Naruto (kanan). (Foto: Pinterest) 

Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID, JAKARTA — Pengaruh budaya pop Jepang atau anime di Indonesia ternyata tak hanya sekadar tren hiburan, tetapi telah merasuk hingga ke dokumen resmi kependudukan. Data terbaru dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI mencatat fenomena unik, di mana nama-nama karakter fiksi dari serial animasi populer banyak diadopsi sebagai nama anak oleh warga negara Indonesia.

Nama Uzumaki, yang merupakan nama klan dari tokoh utama serial legendaris Naruto, tercatat sebagai nama karakter fiksi yang paling banyak digunakan. Berdasarkan Data Kependudukan Semester I tahun 2026, terdapat 190 penduduk Indonesia yang menyandang nama Uzumaki dalam kartu identitas mereka. 

Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri, Teguh Setyabudi, mengungkapkan temuan ini saat gelaran Rakornas Dukcapil di Jakarta, Senin (3/8/2026). Menurutnya, tren pemberian nama anak berdasarkan tokoh idola dari film atau animasi memang marak ditemui belakangan ini.

“Ada yang namanya Nobita, Uzumaki, Sasuke, Naruto, Uchiha, Shinchan, Boruto, dan sebagainya,” ujar Teguh memaparkan ragam nama unik tersebut. 

Di bawah nama Uzumaki, posisi kedua ditempati oleh karakter utama Doraemon, Nobita, dengan jumlah 181 orang. Nama-nama dari jagat Naruto lainnya juga turut mendominasi daftar, seperti Sasuke (158 orang), Naruto (157 orang), dan klan Uchiha (152 orang). Tak hanya dari satu judul, karakter bajak laut dari One Piece, D Luffy, juga tercatat sebanyak 79 orang. 

Fenomena ini menunjukkan bahwa anime bukan lagi sekadar tontonan, melainkan telah menjadi bagian dari gaya hidup dan identitas masyarakat Indonesia. Hal ini sejalan dengan data yang menempatkan Naruto sebagai salah satu anime paling banyak ditonton di Indonesia. 

Menariknya, fenomena penamaan ini juga menjadi perhatian dalam kajian akademis. Sebuah penelitian berjudul “Studi Onomastik Terhadap Nama Diri yang Mengandung Unsur Bahasa Jepang di Indonesia” mengungkap bahwa pengaruh budaya populer Jepang mendorong orang tua memilih nama bernuansa Jepang bagi anak mereka. 

“Fenomena ini semakin mencolok seiring dengan meningkatnya pengaruh budaya Jepang di Indonesia, terutama melalui media populer seperti anime dan manga,” tulis peneliti dari Universitas Widyatama tersebut. 

Kehadiran nama-nama ini dalam dokumen kependudukan secara sah menjadi bukti nyata bahwa budaya populer global telah berbaur dan diterima sebagai bagian dari keberagaman budaya lokal di Indonesia.

(berbagai sumber)