Isyana/Rinjani Tantang Rekan Senegara Rachel/Febi, Misi Balas Kekalahan di Kejuaraan Dunia

Isyana-Rinjani-tantang-Rachel-Febi-di-Kejuaraan-Dunia-2026.jpeg

Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine saat melawan pasangan Skotlandia Julie Macpherson/Ciara Torrance pada babak pertama Kejuaraan Dunia BWF 2026 di New Delhi, India, Senin (17/8/2026). Isyana/Rinjani menang dua gim langsung 21-12, 21-18. (Foto: PBSI)

Editor: A. Rayyan K

GEBRAK.ID, JAKARTA — Ganda putri Indonesia Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine melangkah ke babak kedua Kejuaraan Dunia BWF 2026. Mereka langsung mendapat tantangan berat karena harus menghadapi rekan senegara, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum.

Isyana/Rinjani memastikan tiket babak kedua setelah menundukkan pasangan Skotlandia Julie Macpherson/Ciara Torrance dalam pertandingan di New Delhi, India, Senin (17/8/2026).

Pasangan Indonesia tersebut menang dua gim langsung dengan skor 21-12, 21-18. Hasil itu sekaligus membuka peluang Isyana/Rinjani untuk membalas kekalahan dari Rachel/Febi pada Indonesia Open sebelumnya.

Rinjani mengaku tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Ia bersama Isyana bertekad tampil maksimal sekaligus menguji perkembangan permainan mereka saat menghadapi pasangan yang lebih senior.

“Di babak selanjutnya akan bertemu senior kami, Rachel/Febi, pastinya kami mau coba yang terbaik dan enggak mau kalah. Kami mau tes lagi kemampuan kami setelah kalah straight game di Indonesia Open lalu. Semoga kami bisa balas dan menang,” kata Rinjani dalam keterangan resmi PBSI setelah pertandingan.

Pertemuan ini menjadi tantangan menarik bagi Isyana/Rinjani. Keduanya sebelumnya harus mengakui keunggulan Rachel/Febi dalam dua gim langsung pada Indonesia Open.

Selain membawa misi membalas kekalahan, laga tersebut juga menjadi pengalaman penting bagi Isyana yang baru menjalani debut di Kejuaraan Dunia.

Pemain berusia muda itu mengakui sempat merasakan ketegangan ketika tampil untuk pertama kalinya di ajang bergengsi tersebut. Namun, ia berusaha menikmati pertandingan dan atmosfer yang hadir di lapangan.

“Rasanya senang bisa debut di Kejuaraan Dunia tapi ada sedikit rasa tegang, gugup. Kami berusaha untuk menikmati permainan, menikmati suasana yang ada di sini buat tampil yang terbaik,” ujar Isyana.

Menghadapi Macpherson/Torrance, Isyana/Rinjani langsung mencoba menerapkan permainan cepat. Mereka berusaha mengurangi bola-bola lambung dan lebih banyak menekan lawan dari area depan.

Strategi itu berjalan efektif pada gim pertama. Isyana/Rinjani mampu mengendalikan permainan hingga mengamankan kemenangan 21-12.

Rinjani menyebut kondisi lapangan yang kalah angin justru membantu mereka menjalankan pola permainan dengan lebih nyaman.

“Di gim pertama enak startnya, sudah langsung in juga. Dengan kondisi kalah angin, kami malah lebih nyaman mainnya,” kata Rinjani.

Situasi berbeda muncul pada gim kedua. Isyana/Rinjani sempat mengalami kesulitan membaca pergerakan kok sehingga lawan mampu memberikan tekanan lebih besar.

Meski demikian, pasangan Indonesia tersebut mampu menjaga ketenangan pada poin-poin krusial. Mereka memperkuat mental dan meningkatkan keyakinan untuk menutup pertandingan.

“Kami coba menguatkan mental di poin-poin akhir itu untuk memaksa untuk mengambil kemenangan, coba lebih yakin lagi,” ujar Rinjani.

Isyana/Rinjani akhirnya memastikan kemenangan 21-18 pada gim kedua. Selanjutnya, mereka harus mempersiapkan strategi menghadapi Rachel/Febi yang tentu sudah memahami karakter permainan mereka.

Duel sesama wakil Indonesia itu sekaligus menjadi ujian bagi Isyana/Rinjani untuk membuktikan bahwa mereka mampu berkembang setelah sebelumnya kalah dari Rachel/Febi di Indonesia Open.

Pertandingan tersebut dipastikan berlangsung sengit karena kedua pasangan sama-sama membawa motivasi besar untuk melanjutkan perjalanan di Kejuaraan Dunia BWF 2026.

(Sumber: PBSI)