Janice Tjen Jadi Unggulan di Cincinnati Open, Tantangan Besar Menanti
Janice Tjen menjadi unggulan ke-32 Cincinnati Open 2026 dan mendapat bye babak pertama sebelum menghadapi persaingan elite dunia.
Petenis putri Indonesia Janice Tjen mendapat kabar positif menjelang Cincinnati Open 2026. Ia masuk daftar unggulan ke-32 pada turnamen WTA 1000 yang berlangsung di Lindner Family Tennis Center, Mason, Ohio, Amerika Serikat (AS). (Foto: WTA)
Editor: A. Rayyan K
GEBRAK.ID, JAKARTA — Petenis putri Indonesia Janice Tjen mendapat kabar positif menjelang Cincinnati Open 2026. Ia masuk daftar unggulan ke-32 pada turnamen WTA 1000 yang berlangsung di Lindner Family Tennis Center, Mason, Ohio, Amerika Serikat (AS).
Status unggulan tersebut membuat Janice langsung memperoleh bye pada babak pertama. Petenis berusia 23 tahun itu baru akan memulai perjuangan pada babak kedua.
Berdasarkan laman WTA, Kamis (13/8/2026), Janice menjadi satu dari 96 petenis yang tampil pada nomor tunggal Cincinnati Open 2026. Kesempatan ini menjadi momentum bagi wakil Indonesia tersebut untuk bangkit setelah hasil kurang memuaskan di National Bank Open 2026, Toronto.
Pada turnamen WTA 1000 di Kanada itu, Janice harus mengakhiri langkahnya di babak pertama setelah kalah dari unggulan Liudmila Samsonova melalui pertandingan yang berlangsung ketat.
Hasil kurang baik juga terjadi pada nomor ganda. Berpasangan dengan petenis Polandia Katarzyna Piter, Janice tersingkir pada babak pertama setelah menghadapi pasangan Storm Hunter dari Australia dan Desirae Krawczyk asal Amerika Serikat.
Padahal, Janice datang ke Toronto dengan catatan cukup menjanjikan bersama Piter. Mereka sebelumnya telah mengoleksi dua gelar WTA, yakni Guangzhou 2025 dan Hobart 2026.
Janice juga memiliki pengalaman meraih gelar di luar pasangan Piter. Pada Juni 2026, ia menjuarai Birmingham Classic bersama petenis Australia Talia Gibson.
Cincinnati Open kini memberikan kesempatan bagi Janice untuk kembali menunjukkan performa terbaiknya. Namun, persaingan yang menunggu tidak mudah karena hampir seluruh pemain papan atas dunia ikut ambil bagian.
Sembilan dari 10 petenis terbaik dunia masuk dalam daftar peserta. Aryna Sabalenka menjadi unggulan pertama, disusul Elena Rybakina, Jessica Pegula, dan Coco Gauff sebagai unggulan kedua hingga keempat.
Selain itu, terdapat Mirra Andreeva, Linda Noskova, Iga Swiatek, Amanda Anisimova, Elina Svitolina, serta Marta Kostyuk yang turut menghiasi persaingan turnamen tersebut.
Cincinnati Open juga mempertemukan sejumlah mantan juara. Sabalenka merupakan juara 2024, Gauff mengangkat trofi pada 2023, sedangkan Swiatek menjadi kampiun 2025.
Madison Keys pernah menjuarai turnamen tersebut pada 2019, sementara Karolina Pliskova menjadi juara pada 2016.
Swiatek datang sebagai juara bertahan setelah mengalahkan Jasmine Paolini 7-5, 6-4 pada final tahun lalu. Kemenangan tersebut sekaligus mengantarkan petenis Polandia itu meraih gelar WTA 1000 ke-11 dalam kariernya.
Rangkaian pertandingan nomor tunggal Cincinnati Open 2026 dimulai dengan babak pertama pada 13-14 Agustus. Babak kedua berlangsung 15-16 Agustus, dilanjutkan babak ketiga pada 17-18 Agustus.
Babak 16 besar dijadwalkan berlangsung 19 Agustus, perempat final pada 20-21 Agustus, semifinal 22 Agustus, dan partai final pada 23 Agustus.
Cincinnati Open menjadi turnamen WTA 1000 kedua yang berlangsung secara beruntun setelah National Bank Open di Toronto. Ajang ini juga menjadi salah satu turnamen penting bagi para petenis dalam persiapan menuju US Open.
Bagi Janice Tjen, status unggulan ke-32 memberi keuntungan awal. Kini, tantangannya adalah memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melangkah lebih jauh di tengah kepungan para petenis elite dunia.
(Sumber: WTA)
