Karnaval Nusantara Meriahkan HUT Ke-81 RI, Solidaritas untuk NTT Jadi Sorotan

karnaval mobil pintar kemendikdasmen

Rangkaian Kesenian Rakyat dalam Kebersamaan Kemerdekaan pada Senin (17/8/2026) menghadirkan partisipasi 29 kementerian dan lembaga (K/L), termasuk Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dengan mengerahkan empat mobil hias yang mewakili jenjang pendidikan SD, SMP, SMA, dan SMK. Mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, kegiatan itu jadi ruang untuk memperlihatkan kekayaan budaya sekaligus memperkuat pesan persatuan. (Foto: Kemendikdasmen)

Editor: Devona R

GEBRAK.ID, JAKARTA — Perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia tidak hanya berlangsung lewat upacara dan berbagai seremoni. Semangat kemerdekaan juga terasa dalam Karnaval Nusantara yang mempertemukan pemerintah, peserta didik, dan masyarakat dalam suasana penuh keberagaman.

Rangkaian Kesenian Rakyat dalam Kebersamaan Kemerdekaan yang berlangsung Senin (17/8/2026) menghadirkan partisipasi 29 kementerian dan lembaga (K/L). Mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperlihatkan kekayaan budaya sekaligus memperkuat pesan persatuan.

Karnaval mobil hias menjadi salah satu daya tarik utama. Setiap kementerian dan lembaga membawa kendaraan dengan ornamen serta pesan berbeda, tetapi seluruhnya berada dalam satu rangkaian perayaan kemerdekaan.

Di balik kemeriahan tersebut, kegiatan juga membawa pesan solidaritas. Kebersamaan berbagai unsur pemerintah dan masyarakat menjadi gambaran semangat untuk saling menguatkan sebagai satu bangsa, termasuk menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ikut mengambil bagian dengan mengerahkan empat mobil hias yang mewakili jenjang pendidikan SD, SMP, SMA, dan SMK.

Mobil hias untuk jenjang SD menampilkan suasana belajar yang dekat dengan dunia anak. Konsepnya memadukan kegiatan bermain dan belajar melalui berbagai gambaran aktivitas yang mendorong anak mengenal angka, mencintai buku, serta mengembangkan kreativitas.

Sejumlah murid SD bersama guru pendamping turut berada di atas kendaraan tersebut. Kehadiran mereka merepresentasikan generasi muda yang diharapkan tumbuh cerdas, ceria, kreatif, sekaligus memiliki karakter kuat.

Konsep berbeda hadir pada mobil hias jenjang SMP. Kendaraan tersebut menonjolkan eksplorasi ilmu pengetahuan serta penerapan sains, teknologi, engineering, dan matematika dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan yang dibawa tidak sekadar tentang penguasaan teori. Pembelajaran juga diarahkan agar peserta didik mampu memahami ilmu melalui pengalaman dan melihat penerapannya dalam kehidupan nyata.

Sementara itu, mobil hias SMA dan SMK menampilkan semangat prestasi dan pengembangan potensi peserta didik. Murid berprestasi, Duta SMA, serta siswa SMK bersama guru pendamping ikut memeriahkan parade.

Perpaduan sains, teknologi, kreativitas, dan prestasi menjadi pesan utama yang ditampilkan. Kemendikdasmen ingin memperlihatkan bahwa pendidikan dapat menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan sekaligus mengejar berbagai prestasi.

Keikutsertaan murid dan guru dari empat jenjang pendidikan tersebut sekaligus memberikan warna tersendiri bagi karnaval. Setiap kendaraan tidak hanya mengandalkan tampilan visual, tetapi juga membawa gambaran mengenai proses belajar yang menyenangkan, inspiratif, dan sesuai dengan potensi peserta didik.

Antusiasme juga terlihat dari masyarakat yang memenuhi sejumlah titik di sepanjang jalur karnaval. Anak-anak tampak menikmati berbagai ornamen dan karakter yang ditampilkan, sementara beberapa peserta membagikan suvenir kepada warga.

Alika Raisya, warga Depok, Jawa Barat, mengaku tertarik dengan kreativitas mobil-mobil hias yang melintas. Menurutnya, setiap kendaraan memiliki daya tarik masing-masing.

“Menurut saya, mobil-mobil paradenya menarik dan kreatif. Saya suka dengan mobilnya Kementerian Pariwisata dan Kementerian Ekonomi Kreatif,” ujar Alika.

Kemeriahan serupa dirasakan Al Fatih Kautsarrazky, murid kelas 4 SDN Cilandak Barat 07, Jakarta Selatan. Ia senang bisa menyaksikan parade sekaligus mendapatkan suvenir dari salah satu kendaraan yang melintas.

“Seru, karena aku dikasih suvenir sama mobil yang parade. Lalu mobilnya menarik, aku suka mobil Kementerian Kehutanan karena banyak hewan-hewan yang ditampilkan,” kata Al Fatih.

Pengalaman itu semakin berkesan karena Al Fatih juga melihat sejumlah tokoh yang hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, serta Kak Seto Mulyadi.

Bagi Al Fatih, perayaan kemerdekaan melalui karnaval memberikan pengalaman yang ingin ia rasakan kembali pada tahun berikutnya. Ia bahkan berharap dapat melihat Presiden ikut dalam parade. “Harapannya tahun depan aku bisa melihat Presiden ikut parade,” ujarnya.

Kesenian Rakyat dalam Kebersamaan Kemerdekaan akhirnya tidak sekadar menjadi panggung hiburan untuk merayakan HUT ke-81 RI. Kehadiran 29 kementerian dan lembaga bersama masyarakat memperlihatkan keberagaman yang dapat dirangkai menjadi kekuatan persatuan.

Semangat tersebut juga membawa pesan kepedulian terhadap sesama anak bangsa, termasuk saudara-saudara di NTT. Di tengah berbagai perbedaan budaya dan latar belakang, karnaval menjadi ruang untuk menunjukkan bahwa kemerdekaan juga berarti menjaga kebersamaan, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama.

(Sumber: Kemendikdasmen)