Penembakan Maut di Restoran Idaho AS Tewaskan Sejumlah Orang, Polisi Pastikan Ancaman Berakhir

Insiden penembakan kembali mengguncang Amerika Serikat. Kali ini, aksi bersenjata terjadi di sebuah restoran di Kota Twin Falls, Negara Bagian Idaho, yang mengakibatkan sejumlah orang tewas dan lainnya mengalami luka-luka. (Foto ilustrasi: Pixabay)
Editor: A. Rayyan K

GEBRAK.ID -- Insiden penembakan kembali mengguncang Amerika Serikat. Kali ini, aksi bersenjata terjadi di sebuah restoran di Kota Twin Falls, Negara Bagian Idaho, yang mengakibatkan sejumlah orang tewas dan lainnya mengalami luka-luka.

Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan jumlah pasti korban serta motif di balik aksi penembakan tersebut.

Mengutip laporan CNN, Minggu (2/8/2026), pejabat informasi publik Twin Falls, Josh Palmer, mengatakan tersangka penembakan telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Seiring perkembangan situasi, seluruh perintah berlindung di tempat (shelter in place) yang sebelumnya diberlakukan juga telah dicabut.

Meski demikian, pihak berwenang belum merilis data resmi mengenai jumlah korban jiwa maupun kondisi para korban luka. Laporan awal CNN menyebut sedikitnya tiga orang dilaporkan tewas, namun belum dipastikan apakah angka tersebut sudah termasuk pelaku.

Kepala Kepolisian Twin Falls, Matthew Hicks, memastikan situasi telah berhasil dikendalikan dan tidak ada lagi ancaman bagi masyarakat.

"Kami yakin ancaman terhadap masyarakat telah berakhir," ujar Hicks kepada wartawan.

Menurutnya, tersangka ditemukan tidak jauh dari lokasi kejadian. Saat ini, penyidik masih berupaya mengidentifikasi pelaku sekaligus mengungkap motif yang melatarbelakangi aksi tersebut.

Peristiwa berdarah itu terjadi di salah satu kawasan komersial tersibuk di Twin Falls yang dipenuhi hotel, restoran, dan pusat perbelanjaan sehingga sempat menimbulkan kepanikan di kalangan warga.

Palmer menyebut penyelidikan masih terus berkembang. Selain mendalami pelaku utama, polisi juga berusaha memastikan apakah ada individu lain yang ikut terlibat dalam insiden tersebut.

"Kami sedang berupaya menentukan beberapa individu lain yang mungkin terlibat di dalamnya," kata Palmer.

Palmer juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial karena banyak kabar yang belum terverifikasi.

"Saya ingin memperingatkan masyarakat, kita melihat banyak informasi yang salah di media sosial, jadi berhati-hatilah," ujarnya.

Hingga berita ini ditulis, aparat keamanan masih melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan barang bukti untuk mengungkap kronologi lengkap penembakan tersebut.

(Sumber: CNN/Anadolu)