PP FPTI Pilih Andalkan Atlet Panjat Tebing Lokal, Belum Berencana Rekrut Naturalisasi

Panjat-Tebing-ilustrasi-fpti-World_Climbing_FSC140272_pr

PP FPTI belum berencana merekrut atlet naturalisasi dan memilih mengoptimalkan potensi atlet panjat tebing lokal. (Foto: FPTI)

Editor: A. Rayyan K

GEBRAK.ID, JAKARTA — Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) belum berencana merekrut atlet naturalisasi atau berkewarganegaraan ganda untuk memperkuat tim nasional (timnas) panjat tebing. FPTI menilai Indonesia masih memiliki banyak atlet potensial yang dapat dikembangkan untuk menghadapi berbagai kejuaraan internasional.

Federasi pun memilih memperkuat pembinaan atlet dalam negeri sebagai strategi jangka panjang. Sekretaris Umum PP FPTI Wahyu Pristiawan Buntoro mengatakan, pihaknya masih yakin dengan kemampuan atlet lokal yang tersedia.

“Kami belum ada rencana dan masih percaya dengan potensi atlet lokal yang ada sampai sekarang, ditambah stoknya juga melimpah,” kata Wahyu di Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Menurut Wahyu, FPTI akan memperkuat pembinaan sejak usia dini. Program pencarian dan pengembangan bakat juga akan diperluas ke berbagai daerah untuk memperbesar ketersediaan atlet potensial secara berkelanjutan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi FPTI menjaga prestasi panjat tebing Indonesia di tingkat dunia. Federasi menilai penguatan pembinaan di daerah lebih strategis dibandingkan mendatangkan atlet keturunan atau campuran Indonesia.

Panjat tebing menjadi salah satu cabang olahraga unggulan dan prioritas. Untuk mendukung program tersebut, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memberikan dukungan terhadap kebutuhan pemusatan latihan nasional yang berpusat di Kota Bekasi, Jawa Barat.

Dukungan pemerintah turut membantu para atlet Indonesia mengikuti berbagai kejuaraan dunia dalam setahun terakhir. Program pelatnas kini juga diarahkan untuk mempersiapkan tim nasional menghadapi Asian Games 2026 Aichi-Nagoya di Jepang pada 19 September hingga 4 Oktober.

Wahyu menilai kesinambungan pembinaan dan dukungan pemerintah menjadi faktor penting untuk menjaga tren prestasi panjat tebing Indonesia. Pembinaan yang konsisten juga diharapkan melahirkan atlet berprestasi dari berbagai daerah.

Sikap FPTI tersebut muncul ketika pemerintah tengah membuka wacana mengenai kewarganegaraan ganda secara terbatas bagi talenta tertentu yang dinilai dapat memberikan kontribusi bagi kepentingan nasional.

Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan rencana perubahan peraturan perundang-undangan terkait hal tersebut saat memberikan pengantar atau keterangan pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat.

“Hari ini saya sampaikan ke Dewan, saran Pemerintah Indonesia, saran kami untuk mengizinkan dwikewarganegaraan bagi talenta-talenta tertentu yang dibutuhkan oleh Bangsa Indonesia,” kata Prabowo.

Prabowo menyebut Indonesia memiliki jutaan diaspora yang tersebar di berbagai negara. Menurut dia, sebagian diaspora memiliki keahlian yang dibutuhkan Indonesia, mulai dari ilmuwan, dokter, insinyur, ahli kecerdasan buatan, peneliti, pengusaha, seniman hingga atlet.

Meski pemerintah membuka peluang kebijakan tersebut, PP FPTI menegaskan belum melihat kebutuhan untuk merekrut atlet dari jalur naturalisasi. Federasi masih akan mengoptimalkan potensi atlet nasional melalui pembinaan berjenjang dan pengembangan bakat di daerah.

(Sumber: FPTI)