Suara Muhammadiyah 111 Tahun, Tantangan Baru Menguat di Era Digital
Suara Muhammadiyah memasuki usia 111 tahun dan didorong semakin tangguh menghadapi perubahan media di era digital. (Foto: Muhammadiyah)
Editor: A. Rayyan K
GEBRAK.ID — Memasuki usia ke-111 tahun, Suara Muhammadiyah (SM) mendapat dorongan untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan perannya sebagai media Islam yang mencerahkan.
Harapan tersebut disampaikan Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI Meutya Hafid saat memberikan sambutan secara daring dalam Resepsi Milad ke-111 Suara Muhammadiyah di Grha SM Tower Malioboro, Kota Yogyakarta, Kamis (13/8/2026).
Meutya menilai perjalanan panjang Suara Muhammadiyah menjadi modal penting untuk menghadapi perubahan lanskap media. Di tengah derasnya arus informasi digital, menurut dia, masyarakat membutuhkan media yang mampu menyajikan informasi terpercaya sekaligus memberikan pencerahan.
“Saya berharap Suara Muhammadiyah terus memperkuat literasi masyarakat, menghadirkan informasi yang terpercaya, serta menyebarkan nilai-nilai Islam berkemajuan untuk generasi berikutnya,” kata Meutya.
Ia juga berharap Suara Muhammadiyah tidak sekadar mampu mempertahankan eksistensinya, tetapi terus berkembang dan memberikan kontribusi lebih luas bagi masyarakat serta Indonesia.
“Memasuki usia ke-111, semoga Suara Muhammadiyah terus melangkah lebih jauh, tumbuh lebih tangguh, dan memberikan pencerahan bagi umat serta kontribusi nyata bagi Indonesia,” imbuh Meutya.
Dukungan juga datang dari Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid. Ia menyoroti potensi besar warga Muhammadiyah untuk ikut memperkuat keberlangsungan Suara Muhammadiyah.
Menurut Hidayat, dukungan dari sebagian kecil warga Muhammadiyah saja dapat memberikan dampak besar terhadap perkembangan media tersebut.
“Kalau saja 10 persen dari anggota Muhammadiyah berlangganan Suara Muhammadiyah, maka luar biasa Suara Muhammadiyah akan menjadi majalah terbesar, bukan hanya di Indonesia, barangkali di sebagian dunia juga,” ungkap Hidayat.
Media Islam Tertua
Suara Muhammadiyah memiliki perjalanan panjang dalam sejarah pers dan literasi Muhammadiyah. Majalah tersebut telah terbit secara konsisten sejak 1915 dan pada 2026 memasuki usia 111 tahun.
Konsistensi tersebut membuat Suara Muhammadiyah tercatat dalam Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai media Islam tertua yang konsisten terbit.
Usia lebih dari satu abad menjadi modal sekaligus tantangan bagi Suara Muhammadiyah untuk terus menjaga relevansinya. Perubahan pola konsumsi informasi membuat media perlu beradaptasi dengan teknologi digital agar tetap dekat dengan pembaca dari berbagai generasi.
Di sisi lain, identitas sebagai media Islam yang membawa semangat Islam Berkemajuan menjadi kekuatan yang terus dipertahankan. Suara Muhammadiyah diharapkan tetap mampu mengawal agenda keumatan sekaligus memperkuat literasi masyarakat di tengah banjir informasi.
Perjalanan 111 tahun itu menunjukkan bahwa keberlangsungan media tidak hanya bergantung pada usia panjang, tetapi juga kemampuan membaca perubahan zaman. Suara Muhammadiyah kini menghadapi tantangan untuk membawa tradisi jurnalistik dan literasi yang telah dibangun sejak 1915 ke ruang digital yang terus berkembang.
(Sumber: Muhammadiyah)
