TKA 2026 Diperkuat, Kemendikdasmen Satukan Pusat dan Daerah untuk Jaga Integritas Asesmen

Kemendikdasmen memperkuat koordinasi pusat dan daerah untuk memastikan TKA 2026 berjalan tertib, berkualitas, dan berintegritas.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti saat memberikan sambutan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pelaksanaan TKA Jenjang SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK/sederajat Tahun 2026 yang digelar Kemendikdasmen melalui Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) di Jakarta, Selasa (11/8/2026). (Foto: Humas Kemendikdasmen)

Editor: Endro Yuwanto

GEBRAK.ID, JAKARTA — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI memperkuat koordinasi pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 berjalan tertib, berkualitas, dan berintegritas.

Penguatan koordinasi tersebut dilakukan melalui Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pelaksanaan TKA Jenjang SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK/sederajat Tahun 2026 yang digelar Kemendikdasmen melalui Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) di Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti saat membuka Rakornas mengapresiasi kerja keras seluruh pihak dalam penyelenggaraan TKA. Ia menilai pelaksanaan TKA 2025 menunjukkan hasil yang baik dan sukses meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Kepercayaan tersebut terlihat dari semakin luasnya pemanfaatan hasil TKA. Hasil asesmen kini menjadi salah satu referensi dalam penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi serta Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), khususnya melalui jalur prestasi akademik.

“TKA tidak semestinya hanya dipandang sebagai angka atau peringkat. Sejatinya, hasil asesmen harus dimanfaatkan sebagai informasi penting guna memperbaiki kualitas pembelajaran dan pendidikan,” ujar Abdul Mu’ti.

Menurut Abdul Mu’ti, pemerintah perlu melihat asesmen sebagai bagian dari proses perbaikan pendidikan. Setelah mengukur capaian pembelajaran, hasil TKA dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki proses belajar mengajar di sekolah.

“TKA merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya kita mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua. TKA bukan hanya untuk mengukur capaian pembelajaran, tetapi hasil TKA harus menjadi input yang sangat penting dan bernilai dalam rangka memperbaiki kualitas pembelajaran dan kualitas pendidikan,” jelas Abdul Mu’ti.

Koordinasi Jadi Kunci TKA 2026

Kepala BKPDM Toni Toharudin mengatakan, pelaksanaan TKA membutuhkan kesiapan seluruh pihak. Menurut dia, keberhasilan asesmen tidak hanya bergantung pada hari pelaksanaan, tetapi juga pada kualitas koordinasi, perencanaan, dan persiapan setiap tahapan.

Rakornas menjadi forum untuk menyamakan persepsi sekaligus memastikan seluruh penyelenggara menerapkan standar yang sama. Pembahasan mencakup kebijakan, sistem teknologi, pendataan peserta, kesiapan infrastruktur, mekanisme pelaksanaan, pengawasan, hingga komunikasi publik.

Toni juga menilai Rakornas penting untuk menyelaraskan pemanfaatan hasil TKA SD dan SMP tahun 2026. Hasil asesmen tersebut diharapkan dapat membantu pemangku kepentingan dalam mengevaluasi sekaligus memperbaiki proses pembelajaran.

“Melalui Rakornas ini kami berharap terdapat diskusi secara terbuka, mampu mengidentifikasi berbagai potensi risiko, serta menyusun solusi secara bersama,” kata Toni.

Toni berharap persiapan yang lebih matang dapat membuat pelaksanaan TKA 2026 berjalan tertib dan memberikan layanan asesmen terbaik bagi seluruh peserta didik.

“Dengan mempersiapkan TKA yang lebih matang, semoga pelaksanaan TKA 2026 dapat berlangsung secara tertib, memberikan layanan asesmen terbaik bagi seluruh peserta didik, serta dimaknai dengan sikap jujur dan gembira,” ujar Toni menandaskan.

(Sumber: Kemendikdasmen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *