Wasit Somalia yang Ditolak Masuk AS Kini Cetak Sejarah di Piala Super Eropa

Omar Artan mencetak sejarah sebagai wasit non-Eropa pertama di Piala Super Eropa setelah gagal tampil di Piala Dunia 2026.

Wasit asal Somalia, Omar Artan, akan memimpin pertandingan Piala Super Eropa pada Kamis (14/8/2026). (Foto: UEFA.com)

Wasit asal Somalia, Omar Artan, akan memimpin pertandingan Piala Super Eropa pada Kamis (14/8/2026). (Foto: UEFA.com)

Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID – Wasit asal Somalia Omar Artan mendapat kesempatan istimewa untuk mencetak sejarah di panggung sepak bola Eropa. UEFA menunjuk Artan sebagai pengadil pertandingan Piala Super Eropa 2026.

Penunjukan tersebut menjadi momen penting dalam karier Artan. Sebelumnya, ia gagal menjalankan tugas di Piala Dunia 2026 setelah otoritas Amerika Serikat (AS) menolak kedatangannya meski mengantongi visa yang sah.

UEFA mengumumkan penunjukan Artan melalui laman resminya pada Senin (10/8/2026). Keputusan itu merupakan bagian dari kerja sama UEFA dengan Konfederasi Sepak Bola Afrika atau CAF yang mereka sepakati pada tahun ini.

Kerja sama tersebut bertujuan memperkuat hubungan kedua konfederasi, termasuk dalam pertukaran dan penunjukan perangkat pertandingan.

Artan akan memimpin pertandingan antara juara Liga Champions Paris Saint-Germain (PSG) dan kampiun Liga Europa Aston Villa. Duel tersebut berlangsung di Salzburg, Austria, pada Kamis (13/8/2026).

Penunjukan itu sekaligus mencatat sejarah baru. Artan menjadi wasit non-Eropa pertama yang mendapat kepercayaan memimpin Piala Super Eropa.

Presiden CAF Patrice Motsepe menyambut positif pencapaian tersebut. Ia menilai kesempatan itu menjadi kehormatan bagi Artan sekaligus bagi dunia perwasitan Afrika.

“Ini adalah kehormatan besar bagi Omar Artan dan bagi para wasit Afrika,” kata Motsepe dalam pernyataan yang dipublikasikan UEFA.

Artan kini berusia 34 tahun dan termasuk salah satu wasit terkemuka Afrika. Ia menjadi wasit Somalia pertama yang memimpin final Liga Champions CAF sebelum kemudian meraih penghargaan Wasit Pria Terbaik CAF.

Namun, perjalanan menuju Piala Super Eropa tidak berjalan mulus. Artan sebelumnya masuk dalam daftar wasit yang terpilih untuk Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat.

Rencana tersebut kemudian kandas setelah Customs and Border Protection melarang Artan memasuki wilayah AS meski ia memiliki visa yang sah.

“Itu adalah periode yang sangat sulit. Banyak orang bersimpati kepada saya karena ketika seseorang telah bekerja selama bertahun-tahun dan seharusnya melakukan sesuatu, tetapi kemudian tidak bisa melakukannya, itu sangat menantang,” ujar Artan kepada UEFA.

Seorang pejabat pemerintahan AS menyebut Artan tidak mendapat izin masuk karena dugaan keterkaitan dengan “anggota organisasi teroris yang dicurigai”.

Kebijakan imigrasi ketat pemerintahan Presiden Donald Trump juga mendapat sorotan selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Sebelumnya, AS memberlakukan larangan perjalanan terhadap warga dari 12 negara, termasuk Somalia.

Kegagalan tampil di Piala Dunia tidak menghentikan perjalanan Artan. Ia telah masuk daftar wasit internasional FIFA sejak 2018 dan menjadi wasit Somalia pertama yang bertugas dalam Piala Afrika pada 2024.

Kini, Piala Super Eropa menjadi panggung baru bagi Artan untuk kembali membuktikan kemampuannya. Kesempatan tersebut sekaligus membuka lembaran baru setelah kekecewaan yang ia alami menjelang Piala Dunia.

Artan pun ingin menjadikan perjalanan kariernya sebagai motivasi bagi para wasit muda yang sedang mengejar impian. “Saya percaya bila saya bisa sukses, siapa pun juga bisa. Jangan pernah berhenti bermimpi,” kata dia menandaskan.

(Sumber: UEFA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *