150 Ribu Guru Dapat Bantuan Kuliah S1/D4, Kemendikdasmen Perluas Program PKA

podium hitam wamen fajar

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq saat memberikan kuliah umum kepada mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB), Jawa Barat, Senin (21/9/2026). (Foto: Humas Kemendikdasmen/Rayhan)

GEBRAK.ID, BANDUNG — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperluas Program Pemenuhan Kualifikasi Akademik (PKA) melalui mekanisme Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Tahun ini, sebanyak 150.000 guru mendapat kesempatan menuntaskan pendidikan hingga jenjang sarjana (S1) atau diploma empat (D4).

Jumlah tersebut meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencakup 12.500 penerima manfaat. Perluasan program menjadi bagian dari langkah pemerintah mempercepat pemenuhan kualifikasi akademik guru yang belum mencapai jenjang S1 atau D4.

Ketentuan mengenai kualifikasi akademik guru sendiri tercantum dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Pasal 9 menyebutkan kualifikasi akademik guru diperoleh melalui pendidikan tinggi program sarjana atau diploma empat.

Melalui skema RPL, capaian pembelajaran dan pengalaman belajar yang telah dimiliki guru dapat diakui untuk dipertimbangkan dalam proses pendidikan. Mekanisme tersebut memungkinkan proses pemenuhan kualifikasi akademik berjalan dengan mempertimbangkan pengalaman serta capaian yang telah dimiliki peserta sesuai ketentuan perguruan tinggi.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengatakan, PKA tidak boleh berhenti pada pemenuhan persyaratan akademik. Menurut dia, program tersebut harus memberikan dampak terhadap peningkatan kemampuan guru dalam menjalankan tugasnya di sekolah.

“Harapan kita kan ini bukan hanya formalitas mengikuti PKA dan dapat setara S1, tetapi juga harus berdampak terhadap kualitas dan kompetensi para guru kita,” ujar Fajar saat memberikan kuliah umum kepada mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB), Jawa Barat, Senin (21/9/2026).

UMB menjadi salah satu perguruan tinggi yang bekerja sama dengan Kemendikdasmen dalam pelaksanaan PKA melalui mekanisme RPL. Kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi bagian penting dalam memperluas akses pendidikan bagi guru yang masih membutuhkan peningkatan kualifikasi akademik.

Fajar mengatakan masih ada ratusan ribu guru yang belum menyelesaikan pendidikan S1 atau D4 karena menghadapi berbagai keterbatasan. Kondisi tersebut membuat percepatan pendidikan guru melalui PKA dan RPL masuk dalam program prioritas Kemendikdasmen.

“Karena itu salah satu program prioritas kami di Kemendikdasmen adalah mempercepat para guru-guru kita untuk segera mendapatkan pendidikan S1 atau D4 dalam bentuk program PKA melalui RPL,” jelas Fajar.

Selain mengejar kualifikasi akademik, Fajar menekankan pentingnya budaya belajar sepanjang hayat. Ia mengajak mahasiswa dan guru peserta PKA tetap memiliki semangat menambah pengetahuan tanpa menjadikan usia sebagai penghalang. “Usia bukan hambatan untuk mencari ilmu,” katanya.

Kemendikdasmen berharap program tersebut tidak hanya menghasilkan pemenuhan kualifikasi formal, tetapi juga memperkuat kompetensi guru sehingga dapat mendukung proses pembelajaran yang lebih bermakna dan berorientasi pada murid.

(Devona R/Sumber: Humas Kemendikdasmen)