Anthony Gordon Minta Inggris Berhenti Tiru Spanyol: Main Sesuai Kekuatan Sendiri
Penyerang Barcelona asal Inggris Anthony Gordon. (Foto: fcbarcelona.com)
GEBRAK.ID — Penyerang sayap tim nasional (timnas) Inggris, Anthony Gordon, meminta timnya berhenti berusaha meniru gaya permainan Spanyol. Menurut pemain Barcelona itu, Inggris memiliki karakter dan kekuatan sendiri yang seharusnya lebih dimaksimalkan.
Gordon menyampaikan pandangan tersebut menjelang pertemuan Inggris dengan Spanyol dalam UEFA Nations League di Stadion Wembley, Sabtu (26/9/2026). Ia merasa pengalaman bermain di LaLiga Spanyol membuatnya lebih memahami perbedaan karakter sepak bola kedua negara.
“Saya berbicara dari sudut pandang bahwa saya merasa kami sedang mencoba meniru Spanyol. Karena sekarang saya berada di Spanyol, saya tahu kami memiliki pemain yang sama bagusnya. Tetapi mereka memiliki kualitas yang berbeda. Jadi, mengapa Anda mencoba membuat para pemain itu sama seperti pemain Spanyol?” kata Gordon seperti dikutip The Guardian, Jumat (25/9/2026).
Menurut Gordon, penguasaan bola memang menjadi salah satu kekuatan Spanyol. Namun, pola tersebut tidak bisa begitu saja dipindahkan ke timnas Inggris karena kedua negara memiliki latar belakang dan karakter permainan yang berbeda.
“Kami tidak bisa terus melihat negara lain dan mencoba meniru mereka karena kami bukanlah mereka. Kami adalah orang Inggris dan memiliki kelebihan sendiri yang tidak mereka miliki,” ujarnya.
Gordon bahkan menyebut Inggris seharusnya berani mengembangkan permainan yang lebih sesuai dengan karakter pemain mereka. Ia menilai permainan fisik, langsung, serta serangan balik dapat menjadi bagian dari kekuatan yang bisa dimanfaatkan.
Pandangan tersebut sejalan dengan komentar pelatih Inggris, Thomas Tuchel, mengenai perbedaan karakter sepak bola Inggris dan Spanyol. Gordon mengatakan pengalamannya di Barcelona memberinya sudut pandang lebih jelas tentang bagaimana pemain Spanyol menguasai dan menggunakan bola.
“Kadang-kadang saya melihat beberapa keputusan yang mereka ambil saat menguasai bola dan berpikir, ‘Saya tidak yakin bagaimana mereka bisa melihat itu.’ Itu karena cara mereka dibentuk,” jelas Gordon.
Gordon juga masih membawa pengalaman pahit dari Piala Dunia 2026. Inggris gagal mencapai final setelah kalah 1-2 dari Argentina pada semifinal di Atlanta. Inggris sempat unggul lebih dulu melalui Gordon, sebelum Argentina membalikkan keadaan lewat Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez.
Menurut Gordon, pengalaman tersebut tidak harus menjadi beban. Sebaliknya, kekalahan itu dapat menjadi pelajaran bagi Inggris untuk menghadapi turnamen berikutnya.
“Bekas luka itu tidak harus menjadi sesuatu yang negatif karena mungkin hal itu akan membawa kami menuju kemenangan dalam turnamen-turnamen berikutnya,” kata Gordon.
Pertandingan melawan Spanyol di Wembley menjadi laga penting bagi Inggris pada awal fase liga UEFA Nations League 2026/2027.
Bagi Gordon, duel tersebut juga menjadi kesempatan bagi Inggris menunjukkan bahwa mereka tidak harus memainkan sepak bola seperti Spanyol untuk bersaing di level tertinggi.
(Damar Pratama/Berbagai Sumber)
