Banjir Bandang Terjang Kantor Bupati Solok, Jalan Padang-Solok Putus
Material lumpur, batu, dan kayu menerjang kawasan Arosuka. Empat warga dilaporkan terdampak dan satu korban dirujuk ke rumah sakit. (Foto: ist)
GEBRAK.ID,SOLОK — Banjir bandang atau galodo menerjang kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Solok di Arosuka, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Sumatera Barat, Senin (21/9/2026) malam. Bencana terjadi sekitar pukul 20.00 WIB setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak sekitar pukul 18.00 WIB. Aliran air membawa material lumpur, batu, dan kayu hingga menerjang kawasan perkantoran dan menutup akses jalan utama.
Akibat kejadian tersebut, satu jembatan dilaporkan putus. Jalur yang menghubungkan Kota Padang dengan Kabupaten Solok juga tidak dapat dilalui kendaraan. Polisi kemudian menutup akses tersebut dan mengimbau masyarakat tidak melintas di kawasan terdampak.
Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Barat Kombes Reza Chairul Akbar Sidiq mengatakan akses Padang-Solok dan sebaliknya ditutup sejak sekitar pukul 20.45 WIB karena banjir bandang terjadi di sekitar kompleks Kantor Bupati Solok.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Solok Iptu Akbar Kharisma Tanjung menyebut jalur tersebut tertutup material air bah dan longsor. Masyarakat untuk sementara diarahkan menggunakan jalur alternatif melalui Padang Panjang.
Empat Warga Terdampak
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat melaporkan sedikitnya empat warga terdampak bencana hingga Selasa (22/9) sekitar pukul 01.10 WIB. Keempatnya mengalami luka atau keluhan setelah terkena dampak banjir bandang dan material longsor. Muslihat (54) mengalami luka ringan dan mendapat perawatan jalan di RSUD Arosuka. Muhammad Nurzan (57) mengalami patah tulang pada bagian ekstremitas bawah disertai perdarahan dan kemudian dirujuk ke Semen Padang Hospital. Sementara Anggiat Sirait (66) menjalani observasi pascatrauma di RSUD Arosuka.
Korban lainnya, Yurnalis (45), mengalami keluhan pada tangan kiri dan kaki setelah dihantam aliran galodo dan mendapat penanganan menggunakan ambulans Puskesmas Alahan Panjang. BPBD menegaskan data tersebut masih sementara. Tim gabungan masih melakukan asesmen untuk mengetahui dampak keseluruhan, termasuk kemungkinan adanya korban lain.
Kantor Pemerintahan dan Rumah Warga Terdampak
Banjir bandang juga menerjang sejumlah bangunan di kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Solok. Laporan awal menyebut Kantor Pekerjaan Umum (PU) mengalami kerusakan berat. Sejumlah rumah warga di sekitar lokasi juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat terjangan material banjir bandang. Material berupa lumpur, batu dan kayu menutup sejumlah bagian jalan.
ANTARA melaporkan banjir bandang tersebut juga berdampak pada sejumlah pusat perkantoran dan fasilitas di sekitar kawasan pemerintahan Kabupaten Solok. Wakil Bupati Solok Chandra menyebut sedikitnya dua akses jalan terdampak material longsor. Dua kendaraan, yakni mobil boks dan minibus, juga dilaporkan terjebak material longsor.
Tim SAR Dikerahkan
Hingga laporan tersebut dibuat, tim SAR gabungan masih melakukan penelusuran. Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Padang mengirim personel ke Kabupaten Solok setelah menerima laporan bencana. Kepala SAR Padang, Abdul Malik mengatakan personel diberangkatkan untuk melakukan penanganan awal, survei lokasi, pendataan serta evakuasi apabila ditemukan korban yang membutuhkan pertolongan.
Selain personel, peralatan pencarian dan evakuasi juga dikerahkan, termasuk peralatan SAR air, mountaineering, medis, komunikasi, dan perlengkapan evakuasi lainnya. Penanganan di lokasi melibatkan BPBD Kabupaten Solok, BPBD Sumatera Barat, Basarnas, TNI, Polri, pemadam kebakaran, pemerintah daerah serta perangkat nagari.
Proses pembersihan material dan pembukaan akses jalan juga dilakukan menggunakan alat berat. Kondisi lapangan masih menyulitkan proses penanganan karena hujan dilaporkan masih turun, sementara listrik dan jaringan komunikasi di sejumlah lokasi terdampak gangguan.
Warga Diminta Waspada
Masyarakat yang berada di sekitar kawasan terdampak diminta menjauh dari lokasi banjir bandang dan jalur aliran air. Warga juga diminta mengikuti arahan petugas untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana susulan. Kewaspadaan diperlukan karena kondisi cuaca di wilayah Sumatera Barat masih berpotensi hujan.
Laporan cuaca terbaru menyebut Kabupaten Solok termasuk wilayah yang berpotensi mengalami hujan dan angin kencang pada Selasa (22/9/2026). Hingga Selasa dini hari, petugas masih melakukan pencarian, evakuasi, pendataan korban serta pembersihan material yang menutup akses jalan di sekitar Batang Barus. Masyarakat yang hendak bepergian antara Padang dan Solok diimbau menghindari jalur terdampak dan mengikuti informasi terbaru dari aparat serta pemerintah daerah.
(Dinar K/ berbagai sumber)
