Gunung Semeru Erupsi Dini Hari, Awan Panas Guguran Meluncur 5,5 Kilometer ke Besuk Kobokan

1794031570849

Kolom abunya teramati tebal kelabu dan condong ke arah selatan dan barat daya. ( Foto: ist)

GEBRAK.ID,LUMAJANG– Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik signifikan pada Sabtu (7/11/2026) dini hari. Erupsi yang terjadi pukul 00.11 WIB tersebut disertai luncuran awan panas guguran (APG) sejauh 5,5 kilometer dari kawah puncak ke arah tenggara, tepatnya menuju aliran Besuk Kobokan.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, dalam laporan tertulisnya menyampaikan bahwa tinggi kolom letusan teramati sekitar satu kilometer di atas puncak. Dengan demikian, kolom abu mencapai ketinggian sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl). Erupsi berlangsung sekitar enam menit dan terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 33 mm.

“Kolom abunya teramati tebal kelabu dan condong ke arah selatan dan barat daya,” ujar Sigit, mengutip laporan resmi PVMBG.

Tidak Berdampak Signifikan pada Aktivitas Warga

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Isnugroho, memastikan bahwa erupsi dan luncuran awan panas tersebut tidak menimbulkan dampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat di lereng Semeru. Menurutnya, zona merah rawan bencana telah steril dari aktivitas warga sejak sebelumnya. “Aktivitas warga berjalan lancar dan tidak ada dampak yang terjadi akibat erupsi disertai APG Semeru karena zona merah rawan bencana erupsi sudah steril dari aktivitas masyarakat,” kata Isnugroho.

Meskipun demikian, BPBD Lumajang tetap meningkatkan kewaspadaan. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama aparat TNI dan Polri disiagakan di Pos Pantau Curah Kobokan dan Oro-Oro Ombo untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan aktivitas vulkanik.

Status Siaga dan Rekomendasi Keselamatan

Hingga saat ini, Gunung Semeru masih berstatus Level III atau Siaga. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi ketat yang harus dipatuhi masyarakat dan pengunjung:

Radius 13 kilometer: Masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 km dari puncak (pusat erupsi) .

Sempadan sungai: Warga tidak diperbolehkan beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, karena awan panas dan aliran lahar berpotensi meluncur hingga 17 km dari puncak .

Radius kawah: Aktivitas dilarang dalam radius 5 km dari kawah/puncak karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.

BPBD juga mengingatkan warga untuk mewaspadai potensi bahaya sekunder seperti guguran lava dan aliran lahar, terutama di sepanjang lembah serta aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru, meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai Besuk Kobokan juga perlu diwaspadai, terlebih saat turun hujan. Erupsi dini hari ini merupakan rangkaian aktivitas vulkanik yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya pada Jumat (6/11) sore, Semeru juga tercatat mengalami erupsi dengan luncuran awan panas guguran sejauh 5 kilometer ke arah yang sama.

( Dinar K/ berbagai sumber)

Dukung GEBRAK.ID

Jika berita kami bermanfaat, dukung keberlanjutan jurnalisme independen melalui donasi sukarela.

Dukung lewat Saweria
Ikuti Berita GEBRAK.ID Informasi terbaru langsung di WhatsApp

Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?

Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.

Follow Channel GEBRAK.ID